MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Perjalanan panjang dan penuh perjuangan mengantarkan Mohamed Abdelraouf Mohamed Ahmed dari Khartoum, Sudan, ke Malang, Indonesia. Mahasiswa semester 1 Program Studi Teknik Informatika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut kini juga menjadi mahasantri baru di Ma’had Sunan Ampel Al Aly.
Keputusan melanjutkan pendidikan ke Indonesia bukan sekadar pilihan akademik bagi Mohamed. Perang yang pecah di Sudan pada 2023 membuat studinya di Sudan University of Science and Technology terhenti. Saat itu, ia harus meninggalkan Khartoum bersama keluarganya untuk mencari tempat yang lebih aman.
Setelah sekitar enam bulan hingga akhirnya tiba di Port Sudan, Mohamed berusaha mempertahankan pendidikannya melalui perkuliahan daring. Ia juga mendaftar ke berbagai universitas dan program beasiswa. Beberapa kali diterima di universitas di Rwanda, Arab Saudi, dan Pakistan, tetapi kesempatan tersebut belum dapat diwujudkan karena keterbatasan biaya.
Hingga akhirnya, kesempatan datang dari Indonesia. Mohamed berhasil melanjutkan pendidikan di UIN Malang. Baginya, kedatangannya ke Indonesia bukan sekadar untuk memperoleh gelar, melainkan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi kegagalan, kesabaran, dan keteguhan untuk terus mencoba.
“Jalan menuju impian terkadang jauh lebih panjang dan berat daripada yang kita bayangkan, tetapi itu bukan berarti kita harus berhenti melangkah,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa sekaligus mahasantri baru, Mohamed mengaku masih beradaptasi dengan bahasa, makanan, budaya, dan kehidupan sehari-hari di Indonesia. Namun, keramahan masyarakat Malang serta keberagaman mahasiswa di Ma’had membuatnya perlahan merasa nyaman.
Ia berharap dapat memperdalam ilmu Teknik Informatika, meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia, memperluas pertemanan, serta mengenalkan budaya Sudan kepada mahasiswa lainnya. Lebih dari itu, Mohamed membawa sebuah harapan besar: menggunakan ilmu dan teknologi yang dipelajarinya untuk berkontribusi dalam membangun masa depan Sudan.
Bagi Mohamed, UIN Malang menjadi awal dari babak baru setelah perjalanan panjang yang tidak mudah. Dari sebuah negeri yang tengah menghadapi konflik, ia datang membawa tekad untuk terus belajar dan menata kembali masa depannya.