Skip to Content

Ketua Komisi VIII DPR RI Terpesona Kampus 3 UIN Malang

October 14, 2026 by
Ketua Komisi VIII DPR RI Terpesona Kampus 3 UIN Malang
Ajay
BATU, MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Kekaguman terpancar dari Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, M.Si., saat pertama kali menginjakkan kaki di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di kawasan Precet, Kota Batu. Rabu, 14 Oktober 2026.

Kehadiran Marwan Dasopang disambut jajaran pimpinan UIN Malang, mulai dari para wakil rektor, kepala biro, dekan hingga wakil dekan. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat langsung perkembangan UIN Malang, khususnya Kampus 3 yang berada di kawasan dengan panorama alam yang memukau.
Kesan pertama yang disampaikan Marwan bahkan cukup menarik. Ia mengaku suasana Kampus 3 UIN Malang mengingatkannya pada kampus di Kanada yang pernah dikunjunginya.

“Sejak pertama kali masuk ke sini, saya merasa seperti berada di kampus Kanada yang pernah saya kunjungi. Bahkan menurut saya, pemandangan dan kemegahan kampus ini bisa mengalahkan kampus di luar negeri,” ungkapnya di hadapan para pimpinan dan tamu undangan.

Menurutnya, UIN Malang tidak semata-mata menjadi kebanggaan Kementerian Agama. Lebih dari itu, keberadaan UIN Malang dinilainya menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Indonesia.

“Baru kali ini saya melihat langsung UIN Malang yang sangat indah ini. Ini tentu menjadi kampus kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Marwan juga mengungkapkan bahwa selama ini UIN Malang kerap ia jadikan contoh ketika berbicara mengenai pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Menariknya, ia mengaku sebelumnya belum pernah datang secara langsung ke UIN Malang. Gambaran tentang kampus ini lebih banyak diperolehnya dari berbagai informasi dan bacaan.

“Saya kalau berkunjung ke kampus-kampus UIN yang lain selalu menyebut contoh UIN Malang, padahal saya sendiri belum pernah hadir. Selama ini saya hanya membaca dan mendapatkan informasi tentang UIN Malang,” tuturnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Marwan adalah pola pembinaan mahasiswa yang dilakukan UIN Malang. Menurutnya, pendidikan tinggi Islam tidak cukup hanya menghasilkan sarjana, tetapi juga perlu memastikan mahasiswa memiliki fondasi keislaman yang kuat.

Ia menyoroti pentingnya pembinaan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi mahasiswa sejak awal masuk perguruan tinggi. Menurutnya, model pembinaan semacam itu menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan oleh perguruan tinggi Islam.

Marwan juga mengapresiasi posisi UIN Malang sebagai pusat pembelajaran Islam yang mengedepankan nilai-nilai moderasi atau Islam wasathiyah.

Ia menyebut semakin banyak perguruan tinggi umum yang datang dan belajar dari UIN Malang dalam upaya membangun moral serta ketahanan masyarakat.

“Bukan hanya UIN yang datang ke sini. Kampus-kampus umum juga datang dengan maksud membangun moral dan ketahanan masyarakat kita. Ini luar biasa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Marwan juga menyinggung pentingnya penguatan kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Ia menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR RI terus membuka ruang pembahasan dan dukungan terhadap berbagai program pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk yang membutuhkan dukungan anggaran.

Marwan juga menekankan pentingnya menyiapkan kader-kader terbaik dari lingkungan kampus untuk mengisi posisi kepemimpinan di masa mendatang.

Menurutnya, alumni perguruan tinggi harus dipersiapkan tidak hanya sebagai lulusan, tetapi juga sebagai calon pemimpin yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam pengembangan institusi dan masyarakat.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Komisi VIII DPR RI untuk melihat secara langsung berbagai perkembangan dan kebutuhan UIN Malang.

Di penghujung kegiatan, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang, Dr. Zainal Habib, M.Hum., menyerahkan proposal pendirian rumah sakit bertaraf internasional kepada Ketua Komisi VIII DPR RI.
Penyerahan proposal ini menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut. Rencana pengembangan rumah sakit diharapkan dapat memperkuat kontribusi UIN Malang tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran Ketua Komisi VIII DPR RI di Kampus 3 UIN Malang menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih dekat wajah baru UIN Malang sekaligus memperkuat komunikasi antara perguruan tinggi, pemerintah dan DPR RI.

Dengan panorama alam yang menjadi daya tarik tersendiri, fasilitas yang terus dikembangkan serta tradisi pendidikan keislaman yang kuat, Kampus 3 UIN Malang perlahan tidak hanya menjadi destinasi akademik, tetapi juga simbol optimisme baru pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia.


Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajay
Ketua Komisi VIII DPR RI Terpesona Kampus 3 UIN Malang
Ajay October 14, 2026
Share this post
Tags
Archive