Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 327 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini715
mod_vvisit_counterKemarin29370
mod_vvisit_counterMinggu ini86159
mod_vvisit_counterBulan ini531289
mod_vvisit_counterTotal29122456
Keindahan Bulan Puasa PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Agustus 2011 05:01
Setiap masuk bulan puasa, selalu saja terdengar ungkapan bahwa puasa itu indah. Oleh karena itu, banyak orang berharap bisa menemui bulan puasa. Harapan itu juga terungkap dalam setiap doa yang diucapkan, yaitu agar mendapatkan berkah di bulan Rajab dan bulan Sa’ban, dan memohon agar dikaruniai umur hingga sampai bulan Ramadhan.

Bulan ramadhan dikenal sebagai bulan penuh rakhmat dan ampunan dari Allah swt. Tetapi, selain rakhmat dan ampunan yang diharapkan itu, tentu keindahan yang dimaksudkan juga tampak pada diri setiap orang yang sedang menjalankan puasa. Orang yang sedang menjalankan puasa akan berbeda dengan yang tidak sedang menjalankannya. Bahkan pada bulan puasa , suasana keagamaan lebih terasa dibanding bulan-bulan lainnya.

Puasa yang dimaknai sebagai upaya mengendalikan diri, maka pada bulan itu orang tampak lebih sabar, peduli dengan orang lain, selalu menjaga pikiran, ucapan, hati, dan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang sedang menjalankan puasa. Pada bulan puasa zakat, infaq, dan shadaqoh ditunaikan. Al Qurán dijadikan bacaan sehari-hari. Itulah sebabnya, bulan puasa menjadi lebih indah.

Selain itu, pada bulan puasa, orang yang pada biasanya tidak pernah ke masjid atau mushalla untuk shalat berjamaáh, maka menjadi rajin mendatanginya. Tempat ibadah di berbagai tempat menjadi semakin semarak, banyak dikunjungi oleh jamaáh, sekalipun setelah bulan puasa lewat, maka bisa jadi, berhenti pula kebiasaan berjamaáh itu.

Dalam kegiatan sosial juga demikian. Panti asuhan anak yatim dan juga panti jompo menjadi semakin ramai dikunjungi oleh dermawan musiman di bulan mulia itu. Para pimpinan kantor, baik di lingkungan pemerintah atau swasta, memberikan hadiah pada anak buahnya. Mereka yang menerimanya menjadi senang, dan itulah lagi-lagi keindahan, yang hal itu belum tentu terjadi pada bulan-bulan selain bulan puasa.

Bulan puasa akhirnya menjadi bulan yang dipenuhi oleh suasana yang menyenangkan dan bahkan juga menyehatkan, baik yang dirasakan secara individual maupun oleh masyarakat secara luas. Secara individu orang-orang yang sebelumnya kurang disapa dan atau diperhatikan, maka pada bulan itu menjadi dekat dengan orang-orang yang semula selalu menjaga berjarak. Kegembiraan secara bersama-sama juga dirasakan dalam shalat berjamaáh dan bahkan juga ketika dalam berbuka bersama, misalnya.

Semua itu adalah keindahan. Dan kalau keindahan itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, maka bulan puasa juga memperindah pada bulan-bulan berikutnya. Bahkan, kalau puasa dijalankan dengan ikhlas dan penuh upaya mendekatkan diri pada Allah, maka yang bersangkutan akan meraih derajat taqwa. Di manapun dan kapan pun tempat itu, kalau dihuni oleh orang-orang yang bertaqwa, maka benar-benar akan menjadi indah. Itulah sebabnya, orang menyebut, indahnya bulan puasa. Wallahu a’lam.