Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
Mempertegas Posisi Pendidikan AgamaSepanjang sejarah kehidupan bangsa, pendidikan agama dipandang sangat penting dan strategis untuk... |
Waktu Tengah Malam Mendarat di Dushanbe, TajikistanBaru pertama kali saya ke Tajikistan. Sebelumnya, tahun lalu, pernah ke Moskow,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 15236 |
![]() | Kemarin | 29436 |
![]() | Minggu ini | 44672 |
![]() | Bulan ini | 516440 |
![]() | Total | 29107607 |
| Menerima Tamu dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mataram |
|
|
|
| Minggu, 13 November 2011 13:11 |
|
Minggu ini saya menerima beberapa rombongan tamu, di antaranya dari STAHN atau Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mataram. Kunjungan itu sebenarnya sudah cukup lama direncanakan, tetapi baru terlaksana pada minggu ini. Rombongan itu berjumlah 11 orang terdiri atas para anggota pimpinan dan juga senat sekolah tinggi yang bersangkutan.
Mereka datang ingin melihat perkembangan UIN Maliki Malang secara keseluruhan. Selama ini menurut pengakuannya, perguruan tinggi Islam yang semula hanya berupa sekolah tinggi, ternyata setelah berubah menjadi universitas berhasil mengembangkan diri hingga oleh banyak kalangan dianggap perkembangannya tidak kalah dari universitas Islam negeri lainnya. Itulah yang menjadikan mereka tertarik datang dan ingin mempelajarinya.
Kedatangan rombongan tamu seperti itu, bagi UIN Maliki Malang sudah menjadi kebiasaan. Hampir setiap minggu, tamu-tamu selalu saja datang dari berbagai tempat. Para tamu yang bermaksud melakukan studi banding, tidak saja berasal dari perguruan tinggi Islam, melainkan juga dari perguruan tinggi Kristen, Katholik, dan Hindu, baik yang berstatus negeri maupun swasta. Seingat saya sudah semua perguruan tinggi Agama Negeri -------Islam, Kristen, dan Hindu datang berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sejak mulai dari Aceh hingga Papua.
Ada beberapa hal menarik yang terungkap dari rombongan STAHN Mataram terhadap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka memberi apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan UIN Maliki Malang yang sedemikian cepat. Selain itu, mereka menyebut perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas ternyata justru mengalami perkembangan yang sangat cepat. Perkembangan itu, mereka sebut secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, akademik, kemahasiswaan, pengembangan kualitas atau mutu, tenaga dosen danlain-lain.
Di sela-sela dialog itu, seingat saya, setidaknya ada dua pertanyaan yang menarik dan mengesankan. Pertama, mereka menanyakan tentang apa yang harus dilakukan oleh pimpinan agar kualitas pendidikan itu berhasil dikembangkan. Pertanyaan itu saya jawab bahwa, sebenarnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan hal yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan adalah sederhana saja, yaitu agar selalu menggembirakan semua yang dipimpinnya. Tugas itu sebenarnya tidak memerlukan biaya mahal, tetapi tidak mudah dilakukan.
Saya jelaskan bahwa, ajaran agama selalu dianggap terbaik oleh pemeluknya masing-masing. Islam itu adalah ajaran yang paling hebat menurut orang Islam. Demikian pula agama Hindu adalah peling unggul menurut pemeluk Hindu. Namun demikian, kehebatan itu akan terasa kurang manakala diajarkan oleh guru yang tidak sedang gembira, senang atau bahagia. Agama Islam yang diajarkan oleh guru yang sedang marah, jengkel atau sumpek, maka keindahannya akan berkurang. Hal demikian itu juga terjadi terhadap agama Kathilik, Kristen dan juga Hindu. Maka tugas pemimpin lembaga pendidikan adalah menggembirakan guru-gurunya masing-masing. Pemimpin harus berusaha agar jangan sampai para dosennya sumpek, jengkel dan apalagi selalu marah-marah.
Adapun cara menggembirakan para dosen bisa ditempuh dengan berbagai cara, misalnya mereka selalu disapa, dihargai prestasinya, ditingkatkan jenjang pendidikannya, dinaikkan pangkat atau golongannya tatkal sudah memenuhi persyaratannya, diperhatikan kesejahteraannya, dan lain-lain. Atas keterangan saya itu, mereka menyetujui, tetapi menurut umumnya mereka, bahwa dalam praktek tidak semua pimpinan bisa dan mampu menjalankannya.
Pertanyaan mereka yang kedua, yang mengesankan pada saya adalah, terkait apa yang menjadikan UIN Maliki Malang berhasil membangun kebersamaan, kerja keras yang dilakukan oleh para dosen dan tidak terkecuali adalah perilaku mahasiswa, yang oleh para tamu dari STHN Mataram tersebut dianggap sedemikian baik. Mereka melihat para mahasiswa ketika bertemu dengan para dosen selalu memberikan hormat, menjaga kebersihan lingkungan dan juga kedisiplinan. Atas pertanyaan itu, saya menjawab sejujurnya bahwa, keberhasilan itu semua adalah oleh karena ajaran Islam yang dijalankan. Mereka juga menanyakan apakah ada lembaga khusus semacam bimbingan dan konseling yang dijalankan secara aktif hingga perilaku mahasiswa sedemikian bagus itu berhasil diwujudkan.
Atas pertanyaan tersebut saya menjelaskan hingga lebih detail, bahwa bagaimana mereka tidak menjadi baik, sejak bangun tidur jam 03.45 pagi, sebagai mahasiswa muslim yang bertempat tinggal di ma’had atau asrama, mereka membasuh wajahnya untuk berwudhu, kemudian segera bersama-sama datang ke masjid. Di tempat ibadah itu, mereka membaca kalimat-kalimat mulia, seperti Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan kalimat-kalimat mulia lainnya. Mereka shalat bersama atau berjama’ah. Kegiatan seperti itu dilakukan sebanyak 5 kali sehari semalam. Kebiasaan itu dilakukan setiap hari sepanjang mereka bertempat tinggal di ma’had. Tambahan lagi, di sela-sela kegiatannya, mereka selalu membaca kitab suci al Qur’an secara rutin.
Terkait dengan hormat terhadap guru atau juga rektor, para tamu dari STAHN tersebut saya tunjukkan bahwa, --------sebagaimana yang telah mereka saksikan sendiri, tatkala berkelinging kampus, setiap ketemu mahasiswa, saya mengucap kalimat assalamu alaikum dan oleh mahasiswa segera dijawab waalaikum salam. Saya jelaskan kepada mereka, bahwa kalimat itu artinya adalah, semoga keselamatan untukmu ya mahasiswaku semuanya, dan mereka lalu juga menjawab : keselamatan juga atas mu ya guruku. Atas penjelasan itu rupanya mereka menjadi paham bahwa keteduhan dan saling cinta mencintai di semua warga kampus UIN Maliki Malang, memang datang dari ajaran Islam.
Kedatangan tamu-tamu dari berbagai tempat, tidak terkecuali dari STAHN Mataram tersebut sengaja saya gunakan untuk memperkenalkan bahwa Islam adalah ajaran yang sedemikian indah, dan apalagi akan menjadi lebih indah dan sempurna manakala berhasil diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari penerimaan tamu-tamu kampus tersebut, saya tidak bercita-cita terlalu tinggi, misalnya agar mereka beralih agama. Cita-cita saya hanya sederhana, yaitu lewat tamu-tamu tersebut agar Islam dikenal sebagai ajaran yang baik, benar, dan mulia. Manakala kesimpulan itu sudah didapat oleh mereka itu, saya sudah merasa berhasil. Sebab menyangkut keimanan dan hidayah, yang mampu dan berhak memberi, menurut keyakinan saya, hanyalah Allah swt. sendiri. Wallahu a’lam.
|