Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Mata IDBDari sekian banyak perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan pendanaan dari IDB, baik... |
Mencari Isyarat Keberagamaan di TajikistanInformasi pertama kali yang saya dapatkan ketika nyampai di Tajikistan adalah menyangkut... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 14104 |
![]() | Kemarin | 29370 |
![]() | Minggu ini | 72910 |
![]() | Bulan ini | 544678 |
![]() | Total | 29135845 |
| Kekuatan Cinta |
|
|
|
| Sabtu, 13 Desember 2008 09:19 |
|
Pernahkah kita sejenak saja membayangkan tentang keberadaan dunia ini. Selain itu, pernahkah kita juga membayangkan keberadaan kita ini. Kita hidup di alam dunia, yang tidak pernah kita rancang dan juga tidak pernah kita inginkan sebelumnya. Kita tahu-tahu ada, menjadi makhluk bernama manusia. Makhluk ciptaan Allah itu sedemikian banyak, beraneka ragam bentuk, warna, sifat dan keadaannya, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Di antara makhluk itu ada yang bernyawa, dan ada pula yang tidak. Kita tidak pernah tahu, asal usul dan kelanjutan apalagi akhir dari ciptaan ini. Berdasarkan pengalaman yang kita saksikan, kita hidup dalam umur yang amat terbatas, yaitu sekitar 60 tahun, 70 tahun dan lama-lamanya 80 sampai 90 an tahun saja. Angka-angka tentang umur itu kita dapatkan dari pengalaman yang kita dapatkan selama ini. Sekitar itulah umur manusia, dan bahkan juga banyak yang di bawah itu.
Tidak sedikit orang mencari tahu tentang asal usul dunia ini. Beberapa hipótesis dikembangkan, maka kemudian lahirlah beberapa teori kejadian. Tetapi, di antara berbagai teori yang dihasilkan itu tidak ada yang dipandang pasti kebenarannya. Sebab juga tidak mudah membuktikan teori yang didapatkan itu. Sepanjang waktu, teori itu dijadikan bahan perdebatan yang tidak pernah mengenal akhir. Selain itu pengetahuan tentang jagad ini, didapatkan dari kitab suci. Islam misalnya menjelaskan bahwa jagad raya ini diciptakan oleh Tuhan, yaitu Allah swt. Mahluk Allah yang bernama jagad raya ini diciptakan dalam enam masa, sittatul ayyam. Allah swt dalam kitab suci, selain menciptakan manusia dari tanah juga menciptakan mahluk lain, yaitu malaikat yang diciptakan dari cahaya dan jin dan setan dibuat dari api. Informasi tentang kedua jenis makhluk yang tidak kelihatan itu, kita dapatkan dari kitab suci yang disampaikan melalui utusan-Nya yang disebut dengan debutan Rasul. Para utusan itu, menurut informasi dari kitab suci itu pula berjumlah 25 orang, yang nama-namanya diperkenalkan pula, mulai dari Nabi Adam, yaitu rasul pertama sekaligus manusia pertama, hingga nabi Muhammad saw sebagai rasul yang terakhir. Seringkali timbul pertanyaan di benak kita, mengapa Tuhan menciptakan makhluk berupa manusia dan juga jagat raya seisinya. Kita mendapatkan jawaban melalui kitab suci itu, karena Tuhan adalah Yang Maha Pencipta. Dengan sifat itu Tuhan tidak pernah berhenti dari mencipta. Bahkan sifat Allah yang pertama kali diperkenalkan melalui kitab suci al Qur’an ialah al kholiq. Hal itu bisa kita ketahui dari ayat al Qur’an yang pertama kali turun, yaitu : Iqro’ bismirabbika alladzi kholaq. Penciptaan itu semua didasarkan atas sifat Allah yang mulia pula ialah Arrahman Arrahim. Di banding dengan sifat-sifat-Nya yang lain, kedua sifat ini adalah yang paling sering disebut dalam kitab suci Nya. Surat al Fatehah sebagai surat pembuka al Qur’an, yang kemudian disebut sebagai induk al Qur’an, hanya berjumlah tujuh ayat, namun dua di antaranya menyebut ke dua sifat Nya itu. Selanjutnya al Qur’an terdiri atas 114 Surat, maka 113 surat dimulai dengan penyebutan bismillahirahmanirrahim. Maka bertebaranlah kedua sifat mulia itu yakni Arrahman dan Arrahim di berbagai tempat dalam al Qur’an. Di antara 114 surat hanya ada satu surat dalam al Qur’an yang tidak dimulai dengan basmallah, yakni surat at Taubah. Ternyata di dalam surat at Taubah, disebut-sebut kejadian tentang perang. Inilah kiranya, pada surat itu tidak disebut sifat yang mulia itu. Sedemikian banyak dan seringnya kedua sifat Allah itu dipertunjukkan dalam kitab suci al Qur’an, ------Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Arrahman dan Arrahim, maka memandu pikiran kita kepada pengertian bahwa penciptaan jagad raya ini semata-mata karena didasari oleh kedua sifat-Nya itu. Jagad raya ini menjadi ada, diciptakan oleh Allah hanyalah atas dasar kasih sayang Nya. Berawal dari kekuatan kasih sayang Allah sajalah, jagad raya termasuk di dalamnya manusia diciptakan. Makhluk yang dipandang paling mulia ini diciptakan kemudian menjadi ada dan menyaksikan, merasakan dan menikmati keindahan jagad raya ini. Semua ciptaan Nya dipelihara, dimiliki, dan dikuasai oleh Allah swt. Penciptaan jagad raya dan juga manusia, yang hidup di atas bumi, dilakukan oleh Allah tidak disertai transaksi apa-apa, melainkan hanya didasarkan pada sifat Nya yang mulia itu. Selanjutnya Tuhan menjelaskan asal usul penciptaan manusia, sekalipun terbatas. Diterangkan di dalam kitab suci, misalnya manusia diciptakan dari tanah. Manusia diciptakan sebagai sebaik-baik ciptaan, ahsanut taqwiem. Penerima amanah sebagai kholifah di bumi ini, dikarunia jasad yang indah, akal, nafsu, ruh, dan agama. Akan tetapi pada kesudahannya, mahluk manusia ini tatkala tidak mampu menjalankan amanah, menggunakan karunia yang diberikan itu, akan menjadi mahluk yang terendah, yaitu disebutkan sebagai asfala saafilien. Seburuk-buruk kejadian, bahkan lebih buruk dari rupa dan sifat binatang. Jika penciptaan jagad raya ini hanyalah didasarkan oleh sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka sesungguhnya sedemikian dahsyat kekuatan sifat itu sehingga menjadi sumber keberadaan semua yang ada ini. Semua mahluk menjadi ada, karena sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selanjutnya dalam skala kecil dan sederhana, apa saja yang dapat diamati sehari-hari, ternyata keberadaan apapun, kesempurnaan dan juga keindahan adalah muncul oleh karena adanya sifat kasih sayang. Dengan sifat kasih sayang pada skala kecil yang diberikan oleh Allah kepada manusia pun melahirkan keindahan. Kasih sayang seorang ayah pada isterinya, dan sebaliknya isteri pada suaminya, maka melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya, maka akan lahir generasi ke generasi manusia secara terus menerus. Kasih sayang manusia kepada sesama akan melahirkan suasana saling hormat dan menghormati dan akan berlanjut menjadi saling tolong menolong atau ta’awun. Kasih sayang yang diberikan manusia kepada binatang, tumbuh-tumbuhan akan melahirkan daging, susu, buah-buahan yang lebih berkualitas. Dan sebaliknya jika kasih sayang itu tidak ada, maka kehancuranlah yang akan terjadi. Ketiadaan sifat kasih sayang maka keluarga akan bubar, masyarakat akan konflik dan bahkan perang adalah sebagai akibat tidak adanya sifat kasih sayang itu. Tumbuh-tumbuhan dan bahkan juga binatang menjadi tidak berkembang adalah di antaranya sebagai akibat tidak adanya kasih sayang terhadap mahluk itu. Kasih sayang atau juga disebut cinta menggambarkan betapa ia memiliki kekuatan yang amat dahsyat sebagai sumber keberadaan dan sekaligus pemeliharaan dan penyempurnaan apa saja yang ada di bumi ini. Allahu a’lam |