Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 251 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini13409
mod_vvisit_counterKemarin37422
mod_vvisit_counterMinggu ini207202
mod_vvisit_counterBulan ini678970
mod_vvisit_counterTotal29270137
Belajar Menjadi Pemimpin PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Kerjasama - UIN Malang   
Senin, 09 Januari 2012 21:50

 

Posisi apa saja memerlukan pengetahuan dan pelatihan, tidak terkecuali sebagai pemimpin. Tidak akan bisa secara mendadak, seseorang  menjadi pemimpin, dan apalagi pemipin yang dipandang hebat. Seorang pemimpin yang diakui kehebatannya  memerlukan bekal pengetahuan, pelatihan dan pengalaman.   Kadang,  latihan itu  memerlukan proses panjang dan  waktu yang lama.

 

Dalam dunia kemahasiswaan seringkali diselenggarakan latihan kepemimpinan. Berbagai teori dibahas dalam kegiatan itu. Kegiatan pelatihan dimaksud  bisa dipandang sebagai proses pembelajaran menjadi seorang pemimpin. Akan tetapi, ternyata tidak  ada jaminan,  semua yang ikut pelatihan itu,   di kemudian hari pasti  berhasil menjadi seorang pemimpin, apalagi sebagai  pemimpin yang hebat.

 

Namun sebaliknya, seseorang yang tidak pernah aktif dalam kegiatan pelatihan, ternyata berhasil melakukan peran-peran kepemimpinan. Bermodalkan  kelebihan yang dimiliki, maka seseorang diikuiti oleh banyak orang. Maka kemudian,  ia diperlakukan sebagai pemimpinnya. Ucapan dan tindakannya menjadi kekuatan penggerak atau inspirator bagi orang lain. Maka sebenarnya, pemimpin itu adalah penggerak terhadap orang lain.

 

Saya lebih suka menggambarkan,  seorang  pemimpin itu adalah bagaikan sebuah accu. Keberadaannya menjadi  sumber kekuatan penggerak. Accu yang memiliki kekuatan besar, maka akan mampu menggerakkan mesin atau  lampu yang berukuran besar pula. Oleh karena itu berlatih menjadi pemimpin sebenarnya  adalah upaya mengumpulkan kekuatan agar kelak bisa menggerakkan orang lain. Pelatihan kepemimpinan yang tidak memperkaya kekuatan atau kemampuan untuk menggerakkan orang lain,  maka tidak akan banyak artinya, sekalipun tetap penting diikuti.

 

Kekuatan yang dimaksudkan itu adalah ilmu, kecerdasan, keluasan wawasan,  dan watak atau karakter yang unggul melebihi dari yang lain. Kekuatan itulah yang saya umpamakan sebagai accu  tersebut.  Oleh karena itu, tepat sekali adanya pepatah yang sangat populer,  mengatakan bahwa : “sekarang seseorang menjadi mahasiswa maka kelak akan menjadi pemimpin di  masa depan”.  Para mahasiswa sehari-hari  berlatih memperkaya diri dengan kemamnpuan sebagaimana disebutkan itu.

 

Pemimpin tidak cukup hanya berbekalkan keberanian, memiliki kemampuan  berorasi, dan apalagi hanya mengandalkan tubuh yang tegap. Pemimpin harus memiliki banyak idea, prakarsa, cerdas, memiliki pandangan yang jauh ke depan, jaringan yang luas, dan tentu hati yang lembut. Perilaku kasar dan apalagi tidak sopan,  biasanya tidak laku dijual dan bahkan akan ditinggalkan oleh banyak orang.  Pemimpin masa depan adalah orang-orang yang kaya ilmu, berjiwa besar,  tahu apa yang sebenarnya dimaui dan cara  meraihnya, mengerti berbagai halangan yang akan menghadang dan juga tahu cara menyelesaikannya.

 

Oleh karena itu,  berlatih menjadi pemimpin sama artinya mengumpulkan kekuatan pada dirinya sendiri. Dengan cara begitu, maka  seseorang  akan berhasil  menjadi  semacam accu yang berkekuatan besar.  Kekuatan itulah kemudian yang akan digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan orang lain. Akan tetapi,  hal yang perlu diingat bahwa, orang lain akan bergerak manakala penggeraknya bergerak terlebih dahulu. Maka artinya, bahwa berlatih menjadi pemimpin sebenarnya juga harus  lewat kemauan  memimpin dirinya sendiri. Wallahu a’lam.