Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Di Tajikistan, Berbicara Agama Dianggap SensitifKebetulan saja, ketika nyampai di Tajikistan, saya diarahkan untuk menginap di Hotel... |
Berdiskusi dengan Duta Besar RI untuk Sudan Terkait Kerjasama PendidikanPada hari Kamis, tanggal 23 Mei 2013, Duta Besar RI untuk Sudan... |
Bersinggah di Airport Negara Muslim Kaya MinyakDi dalam perjalanan pulang dari Tajikistan dan singgah di Dubai, mau tidak... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 13409 |
![]() | Kemarin | 37422 |
![]() | Minggu ini | 207202 |
![]() | Bulan ini | 678970 |
![]() | Total | 29270137 |
| Belajar Menjadi Pemimpin |
|
|
|
| Ditulis oleh Kerjasama - UIN Malang |
| Senin, 09 Januari 2012 21:50 |
|
Posisi apa saja memerlukan pengetahuan dan pelatihan, tidak terkecuali sebagai pemimpin. Tidak akan bisa secara mendadak, seseorang menjadi pemimpin, dan apalagi pemipin yang dipandang hebat. Seorang pemimpin yang diakui kehebatannya memerlukan bekal pengetahuan, pelatihan dan pengalaman. Kadang, latihan itu memerlukan proses panjang dan waktu yang lama.
Dalam dunia kemahasiswaan seringkali diselenggarakan latihan kepemimpinan. Berbagai teori dibahas dalam kegiatan itu. Kegiatan pelatihan dimaksud bisa dipandang sebagai proses pembelajaran menjadi seorang pemimpin. Akan tetapi, ternyata tidak ada jaminan, semua yang ikut pelatihan itu, di kemudian hari pasti berhasil menjadi seorang pemimpin, apalagi sebagai pemimpin yang hebat.
Namun sebaliknya, seseorang yang tidak pernah aktif dalam kegiatan pelatihan, ternyata berhasil melakukan peran-peran kepemimpinan. Bermodalkan kelebihan yang dimiliki, maka seseorang diikuiti oleh banyak orang. Maka kemudian, ia diperlakukan sebagai pemimpinnya. Ucapan dan tindakannya menjadi kekuatan penggerak atau inspirator bagi orang lain. Maka sebenarnya, pemimpin itu adalah penggerak terhadap orang lain.
Saya lebih suka menggambarkan, seorang pemimpin itu adalah bagaikan sebuah accu. Keberadaannya menjadi sumber kekuatan penggerak. Accu yang memiliki kekuatan besar, maka akan mampu menggerakkan mesin atau lampu yang berukuran besar pula. Oleh karena itu berlatih menjadi pemimpin sebenarnya adalah upaya mengumpulkan kekuatan agar kelak bisa menggerakkan orang lain. Pelatihan kepemimpinan yang tidak memperkaya kekuatan atau kemampuan untuk menggerakkan orang lain, maka tidak akan banyak artinya, sekalipun tetap penting diikuti.
Kekuatan yang dimaksudkan itu adalah ilmu, kecerdasan, keluasan wawasan, dan watak atau karakter yang unggul melebihi dari yang lain. Kekuatan itulah yang saya umpamakan sebagai accu tersebut. Oleh karena itu, tepat sekali adanya pepatah yang sangat populer, mengatakan bahwa : “sekarang seseorang menjadi mahasiswa maka kelak akan menjadi pemimpin di masa depan”. Para mahasiswa sehari-hari berlatih memperkaya diri dengan kemamnpuan sebagaimana disebutkan itu.
Pemimpin tidak cukup hanya berbekalkan keberanian, memiliki kemampuan berorasi, dan apalagi hanya mengandalkan tubuh yang tegap. Pemimpin harus memiliki banyak idea, prakarsa, cerdas, memiliki pandangan yang jauh ke depan, jaringan yang luas, dan tentu hati yang lembut. Perilaku kasar dan apalagi tidak sopan, biasanya tidak laku dijual dan bahkan akan ditinggalkan oleh banyak orang. Pemimpin masa depan adalah orang-orang yang kaya ilmu, berjiwa besar, tahu apa yang sebenarnya dimaui dan cara meraihnya, mengerti berbagai halangan yang akan menghadang dan juga tahu cara menyelesaikannya.
Oleh karena itu, berlatih menjadi pemimpin sama artinya mengumpulkan kekuatan pada dirinya sendiri. Dengan cara begitu, maka seseorang akan berhasil menjadi semacam accu yang berkekuatan besar. Kekuatan itulah kemudian yang akan digunakan untuk menggerakkan dan mengarahkan orang lain. Akan tetapi, hal yang perlu diingat bahwa, orang lain akan bergerak manakala penggeraknya bergerak terlebih dahulu. Maka artinya, bahwa berlatih menjadi pemimpin sebenarnya juga harus lewat kemauan memimpin dirinya sendiri. Wallahu a’lam.
|