Pelantikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Bersinggah di Airport Negara Muslim Kaya MinyakDi dalam perjalanan pulang dari Tajikistan dan singgah di Dubai, mau tidak... |
Tatkala Berada di Negeri Muslim Minim Masjid dan Suara AdzanSelama enam hari di Tajikistan, saya tidak pernah mendengar suara adzan. Masjid... |
Menangkap Pesan IDB Tentang Problem SosialSebelum acara konferensi yang diselenggarakan oleh IDB di Tajikistan secara resmi dibuka,... |
|
More in: Artikel Prof. Dr. Imam Suprayogo |
Selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 - 2017. -
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2013/2014. Info lengkap: http://pmb.uin-malang.ac.id -
Jalin silaturrahim dan sharing pengetahuan bersama sivitas Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan bergabung di UinBLOG. -








![]() | Hari ini | 20404 |
![]() | Kemarin | 42266 |
![]() | Minggu ini | 176775 |
![]() | Bulan ini | 648543 |
![]() | Total | 29239710 |
| Memajukan PTAIN Lewat Contoh |
|
|
|
| Kamis, 03 Mei 2012 19:28 |
|
Pada suatu saat, saya diajak berbincang-bincang dengan salah seorang pejabat di kementerian agama. Ia mengajak berdiskusi tentang bagaimana mengembangkan pendidikan tinggi Islam. Secara teoritik persoalan itu seperti tidak sulit dipecahkan, tetapi ternyata tidak demikian dalam pelaksanaannya.
Sulitnya mengembangkan lembaga pendidikan tinggi Islam negeri, kiranya mudah dicarikan buktinya. Tidak sedikit lembaga pendidikan tinggi Islam yang sudah berumur puluhan tahun, tetapi keadaannya tidak pernah berubah secara signifikan. Padahal anggaran yang diberikan oleh pemerintah, dari tahun ke tahun tidak sedikit. Akibatnya, orang menyebut perguruan tinggi Islam bersifat statis, tidak maju, sulit berkembang, dan berbagai ciri-ciri lainnya yang kurang begitu menggembirakan.
Banyak pimpinan perguruan tinggi Islam mengeluh, bahwa tenaga dosennya tidak mencukupi dan bahkan banyak di antara mereka yang mau melanjutkan pendidikan saja terkendala oleh dana yang terbatas. Keluhan lainnya, jumlah anggaran pada setiap tahun tidak mencukupi untuk mengembangkan lembaganya. Demikian pula, pengembangan laboratorium maupun perpustakaan sulit dilakukan, karena tidak disediakan dana. Akibatnya, perguruan tinggi Islam tidak semua menunjukkan kemajuan.
Kenyataan seperti digambarkan itu seringkali mengundang pertanyaan, bagaimana memajukan perguraun tinggi Islam di berbagai daerah. Apa yang sebenarnya menjadi kendala selama ini. Umpama yang menjadi hambatan itu berupa dana, maka semestinya semua PTAIN keadaannya sama, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Terdapat beberapa yang mengalami kemajuan dan dinamis, tetapi ada sementara lainnya statis dan seperti tidak memiliki semangat maju.
Menjawab pertanyaan tersebut di muka, saya mengingatkan bahwa bangsa ini sebenarnya sangat gemar untuk meniru. Ketika itu saya memberi contoh berupa beberapa kasus yang terjadi di daerah yang maju dalam hal-hal tertentu, oleh karena mencontoh orang yang dilihatnya sukses. Saya menunjuk di antaranya kota Pasuruan. Menyebut nama kota itu, maka akan mengingatkan tentang kemajuan industri meubel. Bahwa dulu ada beberapa pengusaha meubel yang hidupnya sukses. Kesuksesan itu ternyata ditiru oleh para tetangganya, hingga kemudian Pasuruan disebut sebagai kota meubel.
Demikian pula adalah kota Mojokerto. Banyak orang mengaitkan kota Mojokerto dengan keberhasilan dalam mengembangkan ternak bebek. Tatkala menyebut nama Mojokerto maka segera mengingatkan pada ternak dan telor bebek. Sebab, telor bebek banyak dihasilkan dari Mojokerto. Kasusnya sama dengan di Pasuruan. Beberapa orang sukses memelihara bebek, kemudian ditiru oleh tetangganya, sehingga daerah itu dikenal sebagai daerah sukses dalam mengembangkan telor bebek.
Kasus serupa adalah kabupaten Blitar. Oleh karena pada awalnya ada beberapa orang yang sukses dalam usaha ternak gurami, maka keberhasilan itu segera ditiru oleh masyarakat lainnya, hingga tatkala berbicara Blitar maka segera teringat ternak gurami. Bahkan akhir-akhir ini, dari Blitar orang mencari jenis ikan unggul lainnya, seperti ikan koi, ikan arwana dan jenis ikan berkualitas lainnya.
Atas dasar kasus kasus tersebut, maka sebenarnya masyarakat ini sangat mudah diajak untuk meniru. Tatkala melihat kesuksesan, maka orang tergerak untuk melakukan hal yang sama. Hal seperti itu sebenarnya juga sama, yaitu bisa terjadi dalam pengembangan perguruan tinggi Islam. Tatkala beberapa IAIN dan STAIN berubah menjadi UIN dan dilihat berhasil, maka hampir semuanya ingin berubah pula. Persoalannya adalah mereka belum tahu cara mengubah, atau belum percaya bahwa mereka mampu mengubahnya. Namun setidak-tidaknya mereka sudah berkeinginan untuk melakukan perubahan.
Rupanya kegemaran untuk meniru itu memang tepat digunakan untuk menggerakkan perubahan perguruan tinggi agama Islam. Maka tatkala mereka sudah bersemangat untuk berubah, maka yang diperlukan dari pemerintah adalah respon, target-target yang harus dicapai, dan bahkan juga penyediaan pendanaan yang memadai. Mereka juga didorong agar saling berkomunikasi, bertemu, dan melihat lembaga pendidikan yang sudah maju. Setelah itu, mereka juga perlu diyakinkan, bahwa jika semangat itu sudah tumbuh, maka berbagai hal yang terkait dengan kebutuhan perubahan itu akan dicarikan solusinya.
Memang ternyata, kepercayaan diri di kalangan beberapa perguruan tinggi agama Islam masih perlu ditumbuh-kembangkan. Rupanya tidak mudah membangun kepercayaan diri itu. Mereka pada umumnya merasa kecil, merasa belum dipercaya oleh orang, merasa masih memiliki kemampuan terbatas, merasa belum bisa sama dengan lainnya. Kalau itu persoalannya, maka juga perlu diajak melihat lembaga yang semula berukuran kecil, yang ternyata dalam waktu singkat berhasil berubah menjadi besar. Tentu kesenangan meniru itu harus dibarengi dengan upaya membangun kepercayaan diri. Manakala keduanya berkembang bersama-sama, -------kegemaran meniru dan kepercayaan diri bertambah, maka perubahan itu akan terjadi di mana-mana, dan perguruan tinggi Islam akan menjadi besar semuanya. Wallahu a’lam. |