Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 351 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini34792
mod_vvisit_counterKemarin42266
mod_vvisit_counterMinggu ini191163
mod_vvisit_counterBulan ini662931
mod_vvisit_counterTotal29254098
Menyoal Ujian Nasional (bagian 3) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Aries Musnandar   
Jumat, 15 Juni 2012 06:50

A. Tes Sebagai Alat Penilaian Hasil Belajar

Tes memang dapat dipakai untuk melakukan pengukuran (assessment) terhadap siswa. Namun tes bukanlah satu-satunya alat untuk mengukur pencapaian belajar siswa. Apalagi jikalau makna evaluasi atau penilaian direduksi menjadi suatu alat pengukuran yang hanya  berupa  tes "paper and pencil".  Tes seolah-olah dikonotasikan sebagai bagian utama evaluasi. Sungguh hal ini bertentangan dan tidak sejalan dengan konsep penilaian baik ditinjau dari hasil maupun proses belajar yang telah dikembangkan para ahli pendidikan, sebagaimana diungkap Nana Sudjana  (dalam bukunya  Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar:  2006).  Tes tertulis paling tidak dapat dibagi menjadi tes uraian, tes obyektif.  Sepanjang hanya tes jenis ini yang digunakan, sepanjang itu pula kita akan mengalami sulit untuk mengetahui secara tepat penguasaan siswa atas materi pelajaran yang mencakup keseluruhan (6 tingkatan) aspek kognitif yang diungkap  oleh  ahli psikologi belajar, Robert M. Gagne. Apalagi jika hasil tes ini diharapkan dapat mencapai kedalaman ketiga ranah taxonomi pendidikan  Bloom yakni, ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Sungguh materi UN jauh dari harapan itu.

Assessment atau pengukuran siswa terhadap proses dan hasil belajarnya memerlukan pendekatan yang komprehensif. Tidak hanya melalui tes tertulis tetapi juga dapat dilakukan tes lisan seperti wawancara, dialog, diskusi dan sejenisnya. Disamping itu pengamatan, observasi berdasarkan fakta-fakta aktual termasuk mendemonstrasikan keterampilan dari pengetahuan yang dimiliki juga sangat penting dan dibutuhkan jika kita menginginkan penilaian yang utuh. Dalam konteks ini UN tidak menyusun bangunan tesnya berdasar konsep pengukuran diatas. Artinya, materi UN belum tersusun secara komprehensif dan utuh/

 

a). Tujuan Dan Kegunaan Penilaian Pembelajaran

Penilaian dalam pendidikan bertujuan dan berguna setidak-tidaknya bagi (1) pengajaran (2) hasil belajar (3) diagnosis dan usaha perbaikan pembelajaran (4) bimbingan dan konseling (5) pemetaan kompetensi (6) penjenjangan (7) kurikulum (8) rancangan pembelajaran; dan (9) penilaian terhadap penyelenggara pembelajaran dan pendidikan

Konsep penilaian yang akan diungkap ini lebih dipusatkan terhadap hasil belajar siswa  (peserta didik). Dalam kaitan ini penyelenggaraan uji-mula (pre-test) dan ujian pembinaan (formative test) dalam rangka penilaian acuan patokan - yang akan dibicarakan kemudian-sangat penting peranannya.

 

b).  Pengertian-Pengertian Pokok

1.    Pengukuran adalah usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu hal menurut apa adanya yang biasanya dinyatakan dalam bilangan

2.    Penilaian adalah pemberian makna hasil pengukuran dengan cara membuat perbandingan

 

c). Pendekatan Dalam Penilaian

1.    Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar peserta didik terhadap hasil belajar peserta lainnya dalam satu kelompok (kelas).

2.    Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa terhadap suatu patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pendekatan PAP berorientasi pada kriteria keberhasilan atau "batas lulus" yang telah ditentukan lebih dulu. Kriteria itu sifatnya pasti atau mutlak, karena itu penilaian yang menggunakan cara pendekatan ini sering disebut juga penilaian mutlak. Namun demikian penerapam PAP ini menuntut perlunya:

a.    identifikasi tujuan pembelajaran (pengajaran) secara "tuntas" dan perumusan tujuan tersebut secara tepat;

b.    penyelenggaraan program pembinaan dan pengayaan (enrichment)

c.     dukungan pengelolaan dan fasilitas yang memadai

 

d). Tiga Tahap Tes Penilaian Acuan Patokan

1.    Pre-test; digunakan di awal pelatihan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan awal siswa dan hasil tes dapat digunakan sebagai masukan bagi tinjauan terhadap strategi mengajar, materi mengajar, tujuan instruksional dan sebagainya

2.    Embedded test; merupakan tes yang dilakukan pada saat proses pelatihan berlangsung, gunanya untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki dari setiap pokok pembahasan atau topik per topik, sering disebut pula sebagai tes pembinaan (formative tests)

3.    Post-test; merupakan ujian (tes) akhir yang komprehensif (summative tests) dari keseluruhan materi pelatihan yang disajikan, selanjutnya informasi tentang hasil belajar ini dapat dipakai untuk menentukan indeks prestasi trainee, menetapkan lulus dan tidak lulus serta menetapkan pemberian sertifikat.

Ketiga tahapan tes diatas terkait dengan jenis perilaku belajar siswa dan bentuk-bentuk tes seperti uraian (essay), pilihan ganda, menjodohkan, jawaban pendek, melengkapi dan daftar cek.  Keterhubungan jenis perilaku dan jenis tes tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

 

HUBUNGAN JENIS AITEM TES DENGAN PERILAKU SISWA

Jenis perilaku dalam tujuan pembelajaran

Essay

Pilihan ganda

Menjodohkan

Jawaban pendek

Melengkapi

Daftar cek

(v)

Menyebutkan

x

x

x

 

 

 

Identifikasi

 

x

x

x

x

 

Merumuskan

x

x

 

x

 

 

Memilah

 

x

x

 

 

 

Memecahkan

x

x

 

x

x

 

Mengkonstruksi

x

 

 

x

x

x

Mengoperasikan

 

 

 

 

 

x

Memilih (sikap)

x

 

x

 

 

x

x = adalah perilaku yang dapat diperoleh dari hasil penerapan tes-tes tersebut

Gambar 1: Hubungan Aitem Test Terhadap Perilaku Siswa

(diadopsi dari materi test, Technical Training, PT HM Sampoerna: Aries Musnandar 1997-1999).

 

B. Hasil Belajar Sebagai Obyek penelitian.

Buku-buku dan referensi tentang pendidikan yang berkaitan dengan hasil belajar tidak terlepas dari ketiga ranah dalam taksonomi Bloom dibawah ini,

1.      Ranah kognitif

Koginitif adalah ranah yang menaruh perhatian pada pengembangan dan keterampilan intelektual

2.      Ranah Afektif atau sikap adalah ranah yang berkaitan pengembangan perasaam, sikap, nilai dan emosi

3.      Ranah Psikomotorik merupakan ranah yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan manipulative atau keterampilan motorik

Ketiganya kerap merupakan bagian tak terpisahkan sebagai obyek penelitian terhadap perilaju belajar peserta didik (siswa).



Diadopsi dari materi pelatihan Aries Musnandar, PT HM Sampoerna, tbk 1997-199