Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 243 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini615
mod_vvisit_counterKemarin26638
mod_vvisit_counterMinggu ini27253
mod_vvisit_counterBulan ini472383
mod_vvisit_counterTotal29063550
Sambutan Penganugerahan Gelar Doktor HC Kepada Dr. Sinyo Herry Sarundayang PDF Cetak E-mail
Sabtu, 14 Juli 2012 21:59

 

Sungguh pada pagi hari ini, kami merasa terharu dan sangat berbahagia, kampus perguruan tinggi Islam, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, kedatangan Ibu dan  Bapak,   para tokoh agama yang b erbeda-beda, tokoh perguruan tinggi, pejabat pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, cendekiawan, para dosen, dan lain-lain. Semua hadir di tempat ini, saya merasakan  getaran-getaran hati yang tulus, ikhlas, bersih, yang didasari oleh suasana kebersamaan, saling memahami, saling menghargai, kasih sayang  di antara sesama. Saya rasakan semua yang hadir bukan, karena dorongan-dorongan keduniaan yang bersifat  sesaat, praktis dan prakmatis,melainkan didorong oleh nilai-nilai tertinggi dan mulia, yaitu nilai-nilai kemanusiaan, ketuhanan,  dan yang bersifat nuraniyah.

 

Saya merasakan, bahwa di ruangan ini ada  keindahan yang luar biasa. Kita semua berangkat dari kelompok, etnis, adat istiadat, bahasa daerah yang berbeda-beda, tetapi merasakan kebersamaan, berada dalam ikatan kebangsaan, dan lebih dari itu ialah ikatan kasih sayang antar sesama sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia. Di tempat ini, kita semua hadir untuk mendengarkan pandangan Bapak Dr. Sinyo Herry Sarundayang  tentang pandangan, pemikiran,  dan apa saja yang dilakukan sebagai pemimpin  masyarakat yang memiliki latar belakang kepercayaan, adat istiadat dan  bahkan agama yang berbeda-beda. Apalagi, apa yang telah dilakukan oleh beliau, baik tatkala menjadi pejabat Gubernur di Maluku Utara, di Maluku,  dan juga sebagai Gubernur Sulawesi Utara, semua itu  berhasil ditunaikan dengan baik. Masyarakat majemuk ----di tiga propinsi oleh Bapak SH Sarundayang  pernah dipimpin dan  dikelola secara tepat, sehingga semua merasa diajak serta, diperhatikan, dipedulikan, dihargai, dicintai, dan tepat  kiranya, saya sebut diorangkan.  Itulah  selanjutnya  saya  pahami sebagai  letak  kunci keberhasilan memimpin masyarakat majemuk.

 

Akhir-akhir ini, ketika mendengarkan, melihat,  dan merasakan adanya berbagai konflik, yaitu konflik antar suku, antar  desa, antar kelompok,  dan bahkan antar kelompok agama, saya merasakan kesedihan yang mendalam. Bangsa yang sebenarnya telah memiliki tradisi, adat istiadat,  dan nilai-nilai dan  juga budaya menghargai sesama  ternyata masih terjebak oleh hubungan yang kurang harmonis. Sebagai pimpinan perguruan tinggi, juga perguruan tinggi Islam yang di sana ada ajaran tentang seharusnya saling mengenal, saling memahami, saling menghargai, saling menyayangi atau bersilaturrahmi  dan juga bertolong menolong, ternyata ajaran itu oleh sementara kalangan belum berhasil diwujudkan atau diimplementasikan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

 

Atas kenyataan itu, hati saya tergerak untuk menghubungi beberapa teman di wilayah-wilayah yang pernah terjadi konflik, seperti di Maluku Utara, di Maluku, di Kalimantan Tengah, di Kalimantan Barat dan lain-lain. Melalui kontak-kontak yang sebenarnya saya lakukan dengan sangat sederhana, yaitu melalui tilpun,  saya menemukan nama seorang yang bernama Dr. Sinyo Herry Sarundayang, yang pada saat sekarang ini sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Di antara sekian banyak yang saya hubungi, salah seorang bernama Dr. Mohammad Attamimy memberikan informasi yang utuh dan mengejutkan. Ia mengatakan bahwa Pak Dr. SH. Sarundayang dengan niat yang tulus, ikhlas, dan sungguh-sungguh mengabdi kepada negara dan kemanusiaan mampu menjadikan orang-orang yang dahulunya menempatkan diri sebagai musuh, semisal Dr. Attamimy sendiri dan bahkan Ustadz Ja’far Umar, menjadi seorang sahabat yang sangat dekat.

 

Saya oleh Dr. Tammimy,  diberi buku kecil tentang pikiran, pandangan, dan bahkan juga apa yang dilakukan oleh Bapak Dr. SH Sarundayang,  ketika memimpin masyarakat majemuk itu, setelah saya baca, isinya  sungguh luar biasa. Buku dimaksud diberi komenetar   oleh Ustadz Ja’far Umar Thalib, sungguh luar biasa dan mengharukan. Lewat buku itu, saya mendapat informasi, bahwa  Pak SH Sarondayang yang berposisi sebagai  Gubernur,  oleh karena dekatnya,  dekat di dalam hati yang paling dalam, pernah datang ke rumah Ustadz Ja’far Umat Thalib di Yogyakarta. Demikian pula ustadz juga hadir  pada  pelantikan Bapak Dr. SH Sarundayang sebagai Gubernmur di Sulawesi Utara.  Sedemikian indah gambaran hubungan persaudaraan di antara mereka itu, yang sebelum itu kedua tokoh yang amat penting itu saling bermusuhan dan tentu berjarak, namun berhasil diikat oleh tali persaudaraan yang luar biasa.

 

Gambaran adanya komunikasi  yang sedemikian indah itu,  juga saya dapatkan dari beberapa tokoh darerah lainnya, seperti misalnya dari  teman-teman dari Maluku Utara yang kebetulan  memiliki  posisi penting, misalnya sebagai  Pimpinan  MUI dan juga pimpinan STAIN ternate,  Direktur Pascasarjana, Pimpinan perguruan tinggi di wilayah itu, semua menyatakan  keberhasilan Bapak Dr. SH. Sarundayang dalam melayani semua umat secara adil dan merata, yang akhirnya menjadi kunci keberhasilan dalam memimpin masyarakat yang nmajemuk itu. Beberapa hal itulah kemudian saya utarakan kepada anggota senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan juga kepada promotor, termasuk kepada Bapak Menteri Agama RI,  semuanya menyetujui Bapak Dr. Sinyo Herry Sarundayang dianugerahi gelar Honoris Causa di bidang Kepemimpinan Masyarakat Majemuk.

 

Tentu saya harus mengucapkan terima kasih kepada para anggota senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas keberanian dan ketulusannya, menyetujui pemberian gelar kehormatan kepada beliau Dr. SH Sarundayang. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Prof.Dr. Amin Abdullah, Prof. Dr. Magnis Suseno, Prof. Dr. Muhaimin yang telah bertindak sebagai promotor. Juga kepada Bapak Dr. Sinyo Herry Sarundayang yang telah berkenan menerima tawaran kami untuk menyampaikan pandangan, pikiran dan pengalamannya dalam melaklukan peran-peran kepemimpinan terhadap masyarakat majemuk di depan rapat terbuka senat universitas Islam Negeri  Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya yakin  pikiran, pandangan dan pengalaman itu besar sekali manfaatnya bagi  bangsa dan negara kita ini.

 

Selain itu, kampus ini adalah dimaksudkan agar melahir pemimpin di berbagai tingkatan. Sebagai seorang pemimpin yang hidup di lingkungan majemuk, tentu sangat membutuhkan pikiran-pikiran,  dan pandangan arif tersebut sebagai bekal kelak dalam menunaikan amanah yang dibebankan kepada mereka. Lebih dari itu bahwa di kampus ini, para mahasiswanya    selain yang datang dari Aceh hingga Papua, juga   berasal tidak kurang  dari tiga belas negara. Tegasnya, kampus yang sekalipun masih tergolong baru, dari sebelumnya berupa cabang IAIN Surabaya, kemudian berubah menjadi  STAIN pada tahun 1997, dan kemudian berubah lagi menjadi bentuk universitas pada tahun 2004, ternyata sudah dijadikan tempat tujuan belajar  oleh anak-anak muda dari berbagai negara,  yaitu  dari Malaysia, Singapura, Thailand, Pilipina, Papua new Ginie, Madagaskar berjumlah 13 orang, dari Sudan belasan jumlahnya, Yaman, Siria, Libia, Australia, dan  ada 26 mahasiswa  dari Rusia. Bahkan pada tahun  akedemik 2012 ini juga akan datang dari Palestina dan dari Ukrania. Mereka itu mengambil program S1, S2 maupun S3.

 

Para mahasiswa di kampus ini  sebagai calon pemimpin  akan belajar tentang kepemimpinan, termasuk kepemimpinan masyarakat majemuk. Demikian pula tentang kepemimpinan dan pengelolaan masyarakat majemuk akan sangat berharga bagi para mahasiswa asing sebagaimana yang telah kami sebutkan itu. Saya yakin hal seperti ini bagi mereka adalah baru. Lewat cara itu,  suatu saat, Indonesia  akan menjadi contoh,  bagaimana mengelola dan memimpin masyarakjat majemuk, setidak-tidaknya oleh para mahasiswa yang belajar di kampus ini.  Selama ini saya merindukan, agar bangsa  besar ini tidak selamanya hanya menjadi murid dengan mengirim anak-anak belajar ke luar negeri,  dan apalagi membanggakanya status itu. Kita paling tidak harus memikiki cita-cita dan tekad agar suatu saat bangsa ini  benar-benar menjadi guru, menjadi tempat tujuan belajar bagi anak-anak dari berbagai belahan dunia. Bolehlah untuk bidang  sains dan teknologi, bangsa ini sementara belajar ke Eropa, jepang, Amerika dan Australia. Tetapi pada bidang-bidang lainnya, termasuk dalam berdemokrasi, kepemimpinan dan pengetahuan sosial lainnya, bangsa ini harus segera memposisikan sebagai guru b agi bangsa-bangsa lain di dunia.

 

Secara pribadi dan juga ternyata sifat ini dimiliki oleh warga kampus ini,  sangat menyukai hal-hal yang bersifat menyatukan, mengikutkan, mengajak bersama, melibatkan, berbagi-bagi kasih sayang kepada semua,  dan mengorang pihak lain. Selaku pimpinan universitas, saya selalu mengajak,  agar warga kampus ini tidak menginventarisasi kesalahan dan kekeliruan orang lain, tetapi sebaliknya,  harus selalu mengingat dan menghargai jasa siapapun, lebih-lebih para pemimpim bangsa ini. Cara yang kami lakukan di antaranya ialah, menjadikan nama-nama para pemimpin bangsa sebagai nama gedung di kampus ini. Kita sekarang ini berada di gedung Dr (HC) Ir. Soerkarno, di sebelah barat gedung ini, ialah gedung perpustakaan bernama gedung KH Abdurrahman Wahid, di sebelah baratnya lagi gedung sains dan teknologi kami beri nama gedung Prog.Dr. Habibie, dan di sebelahnya terdapat gedung fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, kami beri nama gedung Megawati Soekarnoputri, dan gedung paling selatan yang biasanya digunakan untuk pertemuan bersama kami beri nama gedung Jendral Besar Muhammad Soeharto. Mereka semua itu adaloah pemimpin bangsa, pernah menjadi presiden, semangat kepemimpinan dan  kecintaannya terhadap bangsa ini harus diikuti oleh para mahasiswa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini pada levelnya masing-masing.   

 

Akhirnya, sekali lagi saya  dengan rendah hati dan tulus ingin menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak, kepada Bapak  anggota MPR RI, Bapak Menteri Agama, Bapak Gubernur Sulawesi Utara, Para Pimpinan Perguruan Tinggi, para uilama, kyai, pendeta, romo, padende dan siapa saja yang tidak bisa sebutkan satu-satu atas ketulusan hati, keikhlasan, dan budi baik yang telah diberikan kepada kampus ini sehingga acara penting dan mulia ini dapat terlaksana. Selain itu, mana kala di sana sini terdapat kekurangan, kami mengatas namakan seluruh keluarga UIN  Maulana Malik ibrahim Malang  mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Sekian Semoga Allah swt., memberikan kasih sayang-Nya kepada kita semua  secara sempurna. Wassalamu alaikum wr. Wb.