Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 308 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini25397
mod_vvisit_counterKemarin29436
mod_vvisit_counterMinggu ini54833
mod_vvisit_counterBulan ini526601
mod_vvisit_counterTotal29117768
Sukses Berkomunikasi dan Bernegosiasi PDF Cetak E-mail
Senin, 16 Juli 2012 22:55

 

Semua orang mestinya mampu berkomunikasi dengan baik. Akan tetapi ternyata kemampuan itu tidak selalu dimiliki oleh setiap orang. Banyak sekali orang yang hanya sekedar berbicara dengan orang lain  tidak berani,  apalagi berbicara di depan umum. Adakalanya seseorang tergolong cerdas, atau pintar, tetapi sekedar  mengungkapkan pendapatnya saja  tidak berhasil  dengan jelas dan meyakinkan.

 

Beberapa hari yang lalu,  saya mendapatkan  keluhan dari seseorang bahwa ia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Ia mengaku punya ide, tetapi mengaku tidak bisa menyampaikannya dengan mudah, baik secara lisan maupun secara tertulis. Idenya gagal disampaikan kepada orang lain.  Setiap mendengar  orang berbicara, ia mengaku bisa melakukan hal yang sama, tetapi tatkala mendapat giliran, idenya  ternyata hilang.

 

Keluhan yang sama seringkali saya peroleh dari banyak orang. Maka artinya, banyak orang yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Padahal salah satu kunci sukses dalam usaha apa saja,  adalah kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi itu. Anehnya, oleh  sementara orang,  saya dianggap mampu melakukan komunikasi dengan baik, termasuk  bernegosiasi dengan siapa saja.  Bahkan,  seringkali saya disebut sebagai seorang yang pandai bernegosiasi dan atau melobi  orang.

 

Anggapan bahwa,  saya memiliki kemampuan berkomunikasi seperti itu sebenarnya tidak pernah saya rasakan sendiri.  Selama ini, saya tidak pernah merasakan kesulitan dalam menyampaikan pikiran atau pandangan,  baik  lewat lisan, tulisan,  kepada  perseorangan, kelompok atau bahkan di hadapan umum.   Saya tidak pernah merasakan,  bahwa berbicara atau menulis itu adalah merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan.

 

Perasaan tidak bisa berbicara dengan mudah dan jelas, atau tidak mampu menulis dengan baik yang dirasakan  itulah yang sebenarnya menjadikan seseorang tidak mampu berbicara atau menulis dengan baik.  Umpama perasaan  takut, khawatir salah, dianggap kurang bermutu dan seterusnya itu tidak dimiliki oleh seseorang,   maka saya yakin,  siapapun akan bisa berbicara dan menulis dengan baik.

 

Memang agar seseorang bisa berbicara atau berkomunikasi dan menulis dengan baik,  maka memerlukan  berlatih secara terus menerus. Akan tetapi meyakinkan diri sendiri bahwa dirinya adalah pintar berbicara, mampu  berkomunikasi,  dan menulis, maka dengan sendirinya, ia akan mampu menulis dengan lancar,  dan hasilnya akan dianggap baik oleh orang lain.

 

Ketrampilan berkomunikasi,  baik lisan maupun lewat tulisan sama halnya dengan kemampuan  berjalan lewat  jembatan sempit di atas sungai. Manakala dilakukan dengan penuh keraguan, khawatir jatuh, maka justru akan benar-nemar jatuh. Sebaliknya, jika merasa percaya diri, penuh keberanian dan berbesar hati tidak akan jatuh, maka akan berhasil melewati jembatan kecil itu dengan selamat.

 

Sikap percaya diri tatkala  melakukan kegiatan  apapun adalah menjadi sangat penting dan bahkan menjadi kunci  keberhasilan pada setiap usaha apapun. Oleh karena itu, berdialog batin yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang  yang mampu, dan sebaliknya,  tidak  selalu mengingat-ingat kekurangan, kelemahan, dan  tidak selalu merasa  rendah diri,  maka  perasaan positif  itu akan mengantarkan kepada keberhasilan

 

Oleh karena itu, selain harus berlatih, agar bisa berkomunikasi dan juga  bernegosiasi, maka modal yang harus dimiliki adalah membangun kepercayaan diri itu.  Meyakinkan diri sendiri bahwa dirinya mampu, memiliki kelebihan, dan keyakinan akan berhasil, -------asalkan tidak berlebihan hingga mengakibatkan kesombongan, maka  hal itu adalah  merupakan kunci keberhasilan, termasuk berhasil dalam berkomunikasi dan bernegosiasi.

 

Orang yang selalu mengangap bahwa dirinya rendah,  serba kekurangan, tidak mampu menunjukkan kelebihannya sendiri,  dan seterusnya, maka perasaan itulah yang sebenarnya merupakan titik lemah hingga selalu mengalami kegagalan. Oleh karena itu agar bisa berbicara secara meyakinkan, menulis secara baik, dan melakukan negosiasi dengan siapapun, maka yang perlu dibangun adalah kepercayaan terhadap diri sendiri, dan  tentu berlatih secara terus menerus. Wallahu a’lam.