Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 262 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini23791
mod_vvisit_counterKemarin42266
mod_vvisit_counterMinggu ini180162
mod_vvisit_counterBulan ini651930
mod_vvisit_counterTotal29243097
Meniru itu Ternyata Tidak Selalu Mudah PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Agustus 2012 18:18

 

Suatu ketika, tatkala sedang di kantor, saya kedatangan seorang yang saya kenal dengan baik,  dia seorang pengusaha sukses. Berbagai jenis usaha ditangani, mulai dari bidang perbankan, perumahan, pelayaran,  dan masih ada lagi lainnya.  Kecakapannya sebagai pengusaha,  ia dapatkan dari pengalaman. Sejak usia muda, dia sudah aktif berbisnis.

 

Kedatangannya ke kampus pada saat itu tidak ada kaitannya dengan  usaha bisnisnya, sekedar sillaturahiem biasa. Namun ia tertarik dengan pengembangan lembaga pendidikan. Di tengah-tengah kesibukan usaha bisnisnya itu, ia masih menyempatkan untuk mengembangkan lembaga pendidikan, yang dulu dirintis oleh  orang tuanya. Merawat peninggalan orang tua dianggap kewajiban yang harus ditunaikan.

 

Selama ini dia mengaku sangat salut dengan pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lembaga yang dikenalnya sudah sejak lama, ternyata pada akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sedemikian cepat, baik dilihat dari kelembagaan, sarana dan prasarana pendidikan, maupun lainnya. Perguruan tinggi Islam milik pemerintah ini dipandang telah berhasil mengubah citranya hingga menjadi lembaga pendidikan yang modern dan tidak tampak ketinggalan zaman lagi.

 

Namun dibalik penilaiannya yang positif itu,  ia juga merasa heran, mengapa kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak  dialami oleh perguruan tinggi Islam negeri lainnya. Ia mengaku telah melihat beberapa perguruan tinggi Islam  di banyak kota,  yang sama-sama milik pemerintah, namun selama ini  tidak banyak berubah. Atas dasar kenyataan itu, dia bertanya-tanya, apakah pembagian anggaran dari pemerintah pada setiap tahunnya  tidak dilakukan secara merata.  

 

Tentu pertanyaan tersebut  saya jawab, sebagaimana yang saya  ketahui. Saya jelaskan bahwa pengembangan perguruan tinggi Islam, terutama yang berstatus milik pemerintah, mengikuti ketentuan dan mekanisme yang sama. Masing-masing perguruan tinggi Islam, sebelum tahun anggaran  berjalan sudah mengajukan perencanaan dan sekaligus penganggarannya.  Tentu perencanaan itu dilengkapi dengan alasan-lasan dan atau pertimbangan obyektif. Manakala dianggap layak, perencanaan itu akan direspon oleh pemerintah.

 

Atas penjelasan yang saya berikan itu, tamu yang juga pengusaha sukses tersebut semakin penasaran. Ia mempertanyakan, mengapa para pimpinan perguruan tinggi Islam tidak  segera mengadopsi konsep  termasuk langkah-langkah pengembangan yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bukankah umpama mereka mau meniru saja, maka perkembangan perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia akan segera merata dan semua akan  maju sehingga menjadi kebanggaan umat.

 

Rupanya pengusaha sukses yang saya maksudkan itu  tidak begitu mudah menyadari, bahwa meniru itu  sebenarnya tidak mudah. Maka,  agar ia lebih jelas,  pertanyaannya itu saya jawab dengan balik  bertanya kepadanya.  Bahwa  semua orang, di mana-mana dan kapan saja, selalu  ingin kaya.  Tetapi  mengapa,  kesuksesan yang ia lakukan  dalam mengembangkan ekonomi, ternyata tidak ditiru oleh para tetangganya. Padahal umpama, para tetangganya  mau meniru saja, maka mereka  akan menjadi  kaya semua. Tetapi, ternyata yang terjadi  tidak begitu. Tidsak ada tetangganya yang  menirunya.

 

Atas pertanyaan balik yang saya ajukan,  ternyata menjadikan pengusaha tersebut menyadari, bahwa  meniru itu tidak mudah dilakukan oleh setiap orang.  Semua orang ingin menjadi sukses dan kaya, tetapi sekedar meniru langkah-langkah orang lain yang sudah nyata-nyata sukses saja juga tidak  selalu bisa.  Maka dapat disimpulkan bahwa meniru itu saja  tidak selalu mudah,  sehingga  tidak semua orang bisa menjalaninya. Wallahu a’lam.