Pohon Ilmu UIN Maliki

Tentang Situs

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website Kami?
 

Sekilas Info

Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Pengunjung

Kami memiliki 305 Tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini4161
mod_vvisit_counterKemarin23728
mod_vvisit_counterMinggu ini101543
mod_vvisit_counterBulan ini533298
mod_vvisit_counterTotal30020787
UIN Malang Kampus Bersih PDF Cetak E-mail
Kamis, 30 Agustus 2012 11:39

BERANTAS KORUPSI: Dr. H. Mochammad Jasin memberikan pengarahan kepada para pimpinan unit, lembaga dan fakultas yang ada di UIN Maliki di gedung rektorat Lt.3.

GEMA – “UIN Malang berniat menjadi kampus bersih,” jelas Prof. Dr. Imam suprayogo. Hal ini ia sampaikan ketika menerima Inspektorat Jendral Kementrian Agama Dr. H. Mochammad Jasin (30/8). Bersih yang dimaksud disini adalah bebas dari korupsi.

Bertempat di Lt. 3 Gedung soekarno, Imam menceritakan bagaimana banyaknya mahasiswa asing yang mendaftar di UIN malang tahun ini. Hal ini menurutnya merupakan indikasi bahwa UIN Malang tidaklah memiliki masalah. “Kalau bermasalah, mana ada yang mau datang,” ujarnya.

Imam menambahkan bahwa Ia amat mendukung kedisiplinan. Rektor UIN Malang ini mengaku pernah mengusir seorang Irjen hanya karena masalah kedisiplinan. “Saya pernah mengusir irjen, lawongan baru datang sudah tanya bagaimana pulangnya, tidur dimana, dsb. kalau mau pulang ya pulang saja,” ceritanya.

Jasin yang merupakan mantan ketua KPK, turut serta menceritakan berbagai pengalamannya terkait pemberantasan korupsi yang pernah ia lakukan. Salah satunya terkait adanya oknum BPK yang melakukan jual beli WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kemudian ia juga menceritakan bahwa ada begitu banyak modus operandi dalam melakukan penyuapan. Salah satunya ialah dengan menitipkan uang suap kepada cleaning service atau satpam kemudian menyuruh mereka meletakkannya di dalam mobil tersangka.

Lelaki yang pernah tinggal di Malang ini juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap salah satu lembaga yang Ia bina dengan pendidikan anti korupsi. “Setiap hari kita bina, mereka juga mendapat gaji lebih dari pegawai pada umumnya, lha masih korupsi,” terangnya. (aac)