KAMPUS YANG MENCINTAI LINGKUNGAN HIDUP (The 3rd International Workshop on UI GreenMetric)


» Kamis, 4 Mei 2017 22:36, Oleh: Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M. Pd, Kategori: WR2Hit: 940

Tanggal 9 – 10 April 2017 bertempat di Istanbul University, Istanbul Turkey diselenggarakan acara yang berkaitan dengan penataan dan pengelolaan kampus yang penataan dan pengelolaannya mengutamakan kaidah-kaidah lingkungan hidup yang baik, sehingga mampu menjaga keberlangsungan masa depan kampus tersebut. Acara tersebut diselenggarakan bersama antara Istanbul University, Bulent Ecevit Universitesi, dan Universitas Indonesia. Acara bertempat di Baltalimani Social Facilities, Istanbul University, salah satu bagian kampus yang sangat bersejarah yang berlokasi di tepi selat Bosphorus yang sangat indah.

Universitas Indonesia sebagai universitas yang menginisiasi tentang pengelolaan kampus hijau ini, kemudian mengembangkan sebuah kaidah-kaidah pengelolaan kampus hijau yang diberikan nama UI GreenMetric. Dalam sambutannya melalui teleconferrence Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met mengatakan bahwa setelah 7 tahun UI menginisiasi UI GreenMetric ini, sekarang sudah menjadi ilmu yang dapat menghubungkan Perguruan Tinggi (PT) satu dengan PT yang lain dalam tukar ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan kampus yang mengelola dan mengembangkan kampus yang mencintai lingkungan hidup.

Acara ini diikuti oleh 14 negara, yang meliputi; Turkey, Indonesia, Malaysia, Thailand, Iran, Brazil, Taiwan, India, Colombia, Saudi Arabia, Jordan, Mexico, Rusia, Kazakhstan. Adapaun makalah yang disajikan meliputi 26 artikel dengan fokus pada, penataan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, manajemen sampah, manajemen air, dan transportasi di kampus. Hal tersebut sejalan dengan kategori-kategori yang ada di dalam UI GreenMetric yang meliputi; 1) Setting & Infrastructure (15%), 2) Energy & Climate Change (21%), 3), Waste (18%), Water (10%), Transportation (18%), dan Pendidikan (18%).

Keseluruhan hal-hal di atas memang sekarang ini dirasakan semakin penting untuk dikelola dengan baik demi masa depan PT yang lebih baik. Apalagi PT sebagai institusi yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan sumber daya manusia di suatu negara, dan menanamkan serta membibitkan nilai-nilai luhur dari suatu bangsa maka akan sangat berkepentingan dengan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut. Hal ini dikarenakan lingkungan hidup merupakan sesuatu yang harus dikelola dan dibudayakan dengan tata nilai yang baik, sehingga kemudian berdampak pada keberlanjutan pada masa yang akan datang. Kerusakan lingkungan di suatu negara harus sudah mulai direduksi melalui teladan-teladan yang dilakukan oleh PT.

Pembangunan infrastruktur merupakan satu hal yang sangat penting untuk dilakukan dan dikelola dengan sangat baik. Di satu sisi kebutuhan akan infrastruktur di PT sangat diperlukan untuk bisa menjalankan berbagai proses Tri Dharma PT, namun disisi lain pembangunan infrastruktur akan mengurangi jumlah lahan hijau yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat. Itulah sebabnya proses pembangunan gedung dan berbagai fasilitas kampus harus memperhitungkan ketersediaan lahan hijau yang ada. Selain itu pembangunan infrastruktur juga harus mengikuti kaidah-kaidah green building, termasuk juga pembangunan jalan dan jembatan.

Penggunaan energi untuk kebutuhan sehari-hari juga harus mengarah kepada penggunaan energi terbarukan. Penggunaan listrik misalnya harus mulai menggunakan pembangkit-pembangkit listrik yang berasal dari berbagai energi terbarukan, misalnya pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga matahari, angin, atau dari sistem daur ulang sampah atau limbah. Demikian juga penggunaanya harus dilakukan seefisien mungkin, rancangan-rancangan bola lampu hemat energi dan berbagai teknologi yang menghasilkan konsumsi listrik yang hemat harus mulai diimplementasikan. Dengan demikian, sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak bumi dapat dihemat keberadaannya.

Disisi lain sebagai institusi yang pekerjaan utamanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga pengembangan sumber daya manusia, kampus seharusnya menggunakan kemampuannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mulai memecahkan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Salah satu masalah tersebut adalah terbatasnya jumlah minyak bumi yang selama ini menjadi tumpuan utama dalam bidang energi. Sudah saatnya kampus mulai mengembangkan energi matahari yang sangat melimpah, juga energi angin, atau bahkan energi yang berasal dari daur ulang sampah. Walaupun tentu saja tidak sehebat yang dihasilkan oleh energi yang berasal dari minyak bumi, tetapi penggunaan energi ini harus sudah dilakukan, dan dikembangkan terus menerus.

Penggunaan listrik dari energi-energi terbarukan tersebut oleh kampus tidak sekedar untuk menghasilkan listrik semata, tetapi juga bertujuan untuk menyempurnakan teknologi tentang penggunaan energi terbarukan tersebut sehingga semakin baik dan semakin efisien sehingga kemudian dapat digunakan secara masal oleh masyarakat. Kedua, penggunaan energi terbarukan tersebut juga dapat berfungsi sebagai lembaga penelitian di kampus yang pada akhirnya dapat memperbaiki teknologi, dan bahkan ilmu pengetahuan yang digunakannya. Ketiga, Kampus harus menjadi teladan dalam berbagai hal, termasuk berkaitan dengan lingkungan hidup. Penggunaan minyak bumi selain akan berdampak pada habisnya cadangan minyak bumi juga akan berdampak pada polusi. Agar cadangan minyak bumi yang tersisa dapat digunakan secara efisien, dan polusi juga dapat dikendalikan dengan baik, maka kampus harus mulai membiasakan penggunaan berbagai energi terbarukan yang tidak menghasilkan polusi. Energi surya atau juga angin tidak menghasilkan limbah sama sekali, juga energi yang dihasilkan oleh air sebagaimana Pembangkit Listrik Tenaga Air juga bebas dari polusi. Energi yang dihasilkan dari daur ulang sampah malahan dapat merubah hal-hal yang menghasilkan polusi menjadi energi.

Pengelolaan sampah adalah hal yang juga menjadi titik tekan dalam penilaian kampus yang mencintai lingkungan hidup. Bagaimanapun juga keberadaan manusia atau makhluk hidup pada umumnya akan menghasilkan limbah atau bahkan juga sampah. Oleh karena itu keberadaan sampah pasti tidak akan terhindarkan, itulah sebabnya sampah harus dikelola. Jika pengelolaannya dilakukan dengan baik, maka sampah tidak akan menjadi pengganggu, namun jika sampah dikelola lebih baik lagi, maka sampah tersebut akan memiliki nilai dan manfaat, termasuk dapat menjadi sumber energi baru. Limbah manusia misalnya dapat dirubah menjadi gas dan kemudian dapat digunakan untuk pembangkit listrik. Demikian juga sampah dapat digunakan dalam berbagai variasi produk-produk baru. Namun demikian, didalam prosesnya diperlukan pengelolaan sehingga kemudian sampah dapat didaur ulang menjadi produk-produk baru yang bermanfaat.

Pengelolaan dan pemanfaatan air juga menjadi satu indikator penting dalam pengukuran kampus yang mencintai lingkungan hidup. Sebagaimana diketahui air merupakan sumber alam yang sangat diperlukan manusia, dan mahkluk hidup secara keseluruhan. Keberadaan air sangat menentukan kualitas kehidupan manusia. Oleh karenanya penggunaan air harus dilakukan secara baik, karena air juga merupakan sumber alam yang terbatas. Sebagian besar air diambil dari air yang ada di dalam tanah, sehingga dapat mempangaruhi jumlah air tersebut.

Di beberapa negara air merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena jumlahnya yang sangat terbatas. Beberapa negara di timur tengah dan di Afrika misalnya memiliki sumber air yang sangat terbatas di banding dengan jumlah penduduknya. Beberapa kasus dinegara kita, karena penggunaan air yang tidak tepat tersebut sudah berdampak pada mengeringnya beberapa sumber air, termasuk juga berkurangnya debit dari beberapa sumber air sungai. Kampus sebagai lembaga yang memiliki tujuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi, dan mengembangkan kelangsungan hidup manusia disisi lain, harus mampu menjadi teladan dalam pemanfaatan sumber air ini. Air tanah yang terbatas harus mampu dimanfaatkan dengan tepat guna. Teknologi daur ulang air juga diperlukan sehingga tidak semua keperluan air diambil dari sumber air bawah tanah.

Transportasi juga merupakan hal yang sangat penting dan berdampak pada lingkungan hidup. Beberapa kampus memiliki masalah dengan transportasi ini, sehingga menimbulkan polusi bagi warga kampus. Di Indonesia misalnya karena menjamurnya kendaraan bermotor menyebabkan masalah baru dengan tempat parkir yang harus disediakan untuk motor. Belum lagi adanya polusi udara dan kebisingan yang ditimbulkannya, karena motor bisa masuk di bagian-bagian sempit jalan kampus. Itulah sebabnya penataan transportasi kampus menjadi sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan warga kampus semata, tetapi jauh dari itu adalah sebagai role models dalam penataan transportasi dan penanggulangan polusi di masyarakat. Pengembangan transportasi masal yang berbasis pada energi listrik, gas, atau energi jenis lain yang tidak menghasilkan polusi penting untuk dikembangkan di kampus.

Akhirnya hal yang terpenting untuk menjaga keberlanjutan tentang kampus yang mencintai lingkungan adalah adanya pendidikan yang ditujukan ke masyarakat tentang kecintaan lingkungan. Kampus harus mengedukasikan kepada warga kampus pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terkait dengan beberapa indikator yang terkait dengan kampus hijau. Pendidikan tentang penggunaan energi secara hemat, pemanfaatan energi alternatif, kesadaran akan pentingnya berbagai hal terkait dengan perubahan iklim merupakan hal-hal yang terus menerus harus dididikan kepada warga kampus. Demikian pula tentang penggunaan sumber daya air, lingkungan hijau, pengelolaan sampah juga harus terus menerus diajarkan dan diteladankan kepada seluruh warga kampus dan masyarakat luas. Dengan demikian upaya kampus untuk peduli dan mencintai lingkungan hidup terus harus ditumbuhkan keberadaannya dan dilakukan secara berkelanjutan dari pemimpin ke pemimpin dan dari generasi ke generasi. Kampus memang bukan hanya warisan dari pemimpin dan generasi terdahulu, tetapi juga titipan yang terus harus dijaga dan dikembangkan untuk generasi yang akan datang.

(Author)