ORGANISASI JUGA MEMERLUKAN KEDEWASAAN
Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M. Pd Jumat, 5 Mei 2017 . in Wakil Rektor II . 1329 views

Pergantian pemimpin dimanapun akan menjadi satu bahasan yang menarik dari suatu organisasi. Baik itu orang-orang yang ada di organisasi, maupun pihak-pihak luar yang secara langsung maupun tidak langsung akan terhubung dengan organisasi tersebut. Semakin besar organisasi yang akan melaksanakan pergantian pemimpin dan semakin banyak pihak yang akan terhubung dan mungkin terpengaruhi oleh organisasi tersebut akan semakin tertarik untuk melakukan berbagai pembahasan tentang pergantian pemimpin tersebut.

Pergantian presiden Amerika misalnya, akan sangat menarik untuk dibahas bukan hanya oleh penduduk Amerika Serikat saja, tetapi juga hampir oleh masyarakat di seluruh dunia, karena Amerika Serikat merupakan negara besar yang dapat mempengaruhi kondisi di seluruh dunia, sehingga keberadaan pemimpinnya menjadi menarik untuk diperbincangkan oleh seluruh orang di dunia. Ditingkan nasional, pergantian gubernur DKI Jakarta juga menjadi perbincangan menarik yang meluas hampir keseluruh penjuru nusantara. Walaupun gubernur tersebut hanya akan memimpin wilayah yang meliputi 5 Kota Madya dan 1 Kabupaten. Namun karena Jakarta sebagai ibu kota negara, apa yang akan terjadi di Jakarta dapat berpengaruh ke seluruh penjuru nusantara baik langsung maupun tidak langsung.

Sebagai orang dengan wewenang yang sangat banyak dan strategis, pemimpin pasti akan menentukan way of life dari organisasi. Itulah sebabnya kemudian pergantian pemimpin dimungkinkan akan mempengaruhi sebagian besar jalannya organisasi, sehingga kemudian akan mempengaruhi orang-orang yang ada di internal organisasi, dan juga orang-orang yang memiliki kepentingan langsung maupun tidak langsung terhadap organisasi. Oleh karena berbagai pengaruh tersebut bersifat pribadi maka kemudian menjadi bahasan dan obrolan yang sangat menarik.

Dalam banyak kasus, pergantian pemimpin dilakukan melalui pilihan yang diikuti oleh beberapa orang calon pemimpin. Terkadang juga diikuti oleh pemimpin yang telah menjabat pemimpin di organisasi itu sebelumnya. Tentu saja persaingan untuk menjadi pemimpin tersebut kemudian menimbulkan berbagai ketegangan baik antara calon pemimpin yang bersaing maupun antara para pendukung masing-masing calon pemimpin. Kedewasaan organisasi akan menentukan kecepatan proses pemulihan akibat ketegangan-ketegangan yang terjadi pasca proses pemilihan tersebut. Beberapa organisasi dengan cepat menyelesaikan berbagai masalah pasca pemilihan, sehingga pergantian pemimpin seolah tidak banyak berpengaruh terhadap kehidupan organisasi. Tetapi beberapa organisasi sangat lambat melakukan berbagai pemulihan pasca pemilihan pemimpin. Pemimpin baru masih harus menghadapai berbagai gugatan, berbagai komplain, berbagai demonstrasi, dan juga mungkin berbagai aksi pemogokan, yang membuat organisasi lumpuh dan mengalami kemunduran.

Kedewasaan organisasi sangat tergantung dari kedewasaan orang-orang yang ada di dalam organisasi. Secara pribadi faktor egoisme dan gengsi pribadi para pemimpin sangat berperan dalam mematangkan kedewasaan organisasi, sedangkan secara organisatoris faktor keteldanan dan iklim organisasi akan sangat berperan dalam menumbuhkan kedewasaan organisasi.

Terdapat beberapa hal yang terkait dengan proses pendewasaan organisasi. Pertama adalah melalui pengembangan tata nilai dan pengembangan budaya organisasi. Budaya organisasi yang baik akan menumbuhkan rasa saling terikat dalam ikatan organisasi, sehingga orang-orang yang ada di dalam organisasi memiliki semangat persatuan yang kuat. Orang-orang yang ada di dalam organisasi mengidentifikasi kesamaan-kesamaan mereka terkait dengan simbol-simbol yang ada di organisasi. Organisasi sangat membanggakan bagi keseluruhan orang di dalam organisasi. Untuk itu, organisasi harus merawat nilai-nilai dan budaya tersebut dengan baik, sehingga semua orang yang ada di dalam organisasi harus merasa diperlakukan dengan baik dan adil. Demikian juga, organisasi harus mengembangkan sistem dan regulasi yang membuat orang merasa diperlakukan dengan baik dan adil di dalam organisasi. Sistem yang ada di dalam organisasi berfungsi sebagai perawat budaya dan tata nilai di dalam organisasi.

Begitu pentingnya kedewasaan organisasi, sehingga diperlukan upaya sungguh-sungguh dari setiap pemimpin untuk proses penumbuhannya, karena penumbuhannya sangat terkait dengan kemampuan individu dalam memerangi egoismenya sendiri dan gengsinya. Stephen Covey salah satu tokoh motivator terkenal di tahun-tahun belakangan ini mempopulerkan cara yang dinamainya dengan prinsip 90/10. Prinsip ini menggambarkan bahwa hanya sekitar 10% hal-hal yang ndak bisa kita kendalikan, namun sisanya 90% merupakan hal yang mana sangat tergantung pada kita. Terpilih atau tidak terpilih dalam kegiatan pilihan seorang pemimpin memiliki banyak hal yang bisa dikendalikan, tetapi separuhnya lagi merupakan hal yang tidak bisa dikendalikan. Namun reaksi dari seorang calon pemimpin yang terpilih atau tidak terpilih adalah sepenuhnya dapat dikendalikan dirinya sendiri.

Sering kita lihat seseorang yang mendapatkan kondisi yang tidak enak, bahkan kondisi tidak enak tersebut tidak akan terhindarkan sepanjang hidup kita, yang mana beberapa kondisi tidak enak tersebut kemungkinan ditimbulkan oleh orang lain, atau pihak lain. Bagaimana seseorang bereaksi terhadap kondisi yang tidak enak tersebut kemudian akan sangat mempengaruhi bagaimana kelanjutan proses dalam hidup kita. Kondisi tidak mengenakan tidak selalu terjadi, bahkan mungkin jarang-jarang terjadi. Seseorang tidak bisa mengendalikan datangnya kondisi tidak enak tersebut, tetapi dapat mengendalikan reaksi dari kondisi yang tidak mengenakan tersebut.

Terdapat beberapa alternatif perilaku seseorang sesuai dengan kondisinya, sebagian orang akan mengeluh atau putus asa dan tidak mau melanjutkan pekerjaan itu lagi jika mendapatkan kondisi yang tidak enak, sedangkan ketika itu posisi orang tersebut tidak memiliki kekuasaan yang cukup untuk melawan orang yang membuat kekecewaan. Sebagian orang akan marah, menghina, mengancam atau merendahkan orang lain ketika mendapatkan kondisi tidak enak ketika orang tersebut memiliki kekuasaan yang cukup. Mungkin juga akan ada orang yang akan mengeluh atau putus asa walaupun memiliki kekuasaan yang cukup dibandingkan dengan orang atau situasi yang membuatnya kecewa/ tidak enak, atau sebaliknya seseorang akan bereaksi marah, menghina, mengancam, atau merendahkan orang lain walaupun orang tersebut memiliki kekuasaan yang lebih rendah dari orang atau pihak yang membuatnya kecewa.

Apa yang menjadi reaksi seseorang sebagai akibat dari kondisi yang membuatnya kecewa atau senang adalah sangat tergantung dari tata nilai yang dianut oleh orang tersebut. Kedewasaan dan kebajikan seseorang akan sangat tergantung dari bagaimana seseorang mereaksi kondisi yang membuatnya kecewa atau senang. Pengendalian atas reaksi tersebut itulah yang dapat dikendalikan oleh seseorang, asalkan orang tersebut terlatih untuk berfikir dewasa dan bijak. Namun demikian untuk bisa seseorang berfikir dewasa dan bijak diperlukan penanaman tata nilai yang bagus. Ciri khas orang dewasa biasanya selalu berfikir jangka panjang, mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan, dan memiliki kemandirian. Orang bijak biasanya selalu mempertimbangkan orang lain sebagai faktor utama, apakah itu terkait dengan keadilan, atau keputusan yang melegakan semua pihak, atau jalan keluar yang memberikan kepuasan pada banyak orang yang berseberangan.

Jadi keputusan yang kita ambil dan reaksi perilaku yang kita tunjukan adalah level kedewasaan kita dan tingkat kebijakan kita. Jika pemimpin mampu membuat level ini menjadi milik semua orang yang ada di dalam organisasi, maka akan menjadi level kedewasaan organisasi. Ukuran ini akan terlihat dalam kecepatan organisasi melakukan recovery dari berbagai konflik yang pasti tidak terhindarkan dalam organisasi.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144 Telp. +62 (341) 551-354
keyboard_arrow_up