Jadilah Lulusan yang Alim


» Selasa , Sep , 2017 15:48, Oleh: Abadi Wijaya, Kategori: BeritaHit: 178

1249_lulusan-alim.jpg
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag memberikan ucapan selamat kepada salah satu wisudawan terbaik.

GEMA-Pelaksanaan pelepasan para wisudawan di gedung Sport Center Lt.2 berlangsung khidmat, ini merupakan momentum kali pertama bagi Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag sebagai rektor baru di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat mengukuhkan para wisudawan periode ke dua ini. Sabtu, (9/9).

Sebanyak 800 wisudawan yang terdiri dari Program Diploma (D-III), Sarjana (S-1) dan Pascasarjana (S-2 & S-3) dengan bangga Prof. Haris melepas sarjanawan muda untuk berkiprah secara nyata di tengah masyarakat.
Prof. Haris berharap lulusan yang diwisuda ini mampu menjadi cendekiawan yang alim yang siap mengharumkan nama almamater. UIN Maliki Malang mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari masyarakat luas. Bahkan, image trust tersebut tidak hanya dari kalangan lokal saja. Akan tetapi hingga ke manca negara. “Hal itu bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya peminat mahasiswa asing yang kuliah di kampus ini,” tegasnya.
Berdasarkan laporan dari panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Maliki, tercatat tidak kurang dari 76 ribu peminat yang ingin kuliah di UIN Maliki Malang. Ironisnya, kampus berlogo ulul albab ini belum siap menampung begitu banyaknya minat mahasiswa tersebut. Tentu saja, ini menjadi PR bersama agar kepercayaan masyarakat untuk mengkuliahkan putra putrinya di UIN Maliki ini bisa tertampung. “Rencanya, dengan berbagai upaya tahun depan UIN Maliki akan mencoba untuk menambah kuota penerimaan mahasiswa baru yang awal mulanya hanya 3400 menjadi 7000 mahasiswa baru (maba),” targetnya.
Masih kata Prof. Haris, jika penambahan maba tersebut bisa terealisasikan tahun depan, tentunya harus diimbangi dengan pengurus ma’hadnya juga, baik ditingkatan musyrif/ah, murobbiy/ah, maupun dewan kiainya. “Masyarakat selama ini memiliki kepercayaan penuh terhadap program unggulan di ma’had, sehingga para orang tua berharap putra-putrinya bisa menjadi akademisi yang memiliki empat pilar yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional,” harapnya.
Selain program unggulan ma’had, para orang tua juga menginginkan anaknya mampu menghafal Alquran dengan baik. Melalui lembaga Hai’ah tahfidzul Quran (HTQ). Sudah banyak mahasiswa UIN Maliki yang awalnya tidak bisa membaca Alquran jadi bisa, bahkan ada yang mampu menghafalkan Alquran hingga 30 juz. “Ini luar biasa, dan harus terus dijaga dan dikembangkan,” pintanya.

(Ajay)