Skip to Content

Belajar Mengabdi dari Pesantren: 12 Mahasiswa IAT UIN Malang Resmi Jalani PKL di PPRQ Al-Azhar

Belajar Mengabdi dari Pesantren: 12 Mahasiswa IAT UIN Malang Resmi Jalani PKL di PPRQ Al-Azhar
July 9, 2026 by
Belajar Mengabdi dari Pesantren: 12 Mahasiswa IAT UIN Malang Resmi Jalani PKL di PPRQ Al-Azhar
Amelia Dea Divanda

MALIKI ISLAMIC UNIVERCITY–  Semangat pengabdian dan pembelajaran berbasis pesantren kembali diwujudkan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 12 mahasiswa resmi memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL) setelah diserahkan kepada Pondok Pesantren Riyadlul Qur'an (PPRQ) Al-Azhar, Ngasem, Ngajum, Kabupaten Malang, dalam seremoni yang berlangsung khidmat di Ndalem Pengasuh pada Senin 6 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengasuh PPRQ Al-Azhar, Gus Mawang Hani Wijaya, Lc., M.A., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Abd Rozaq, M.Ag., serta seluruh mahasiswa peserta PKL. Serah terima ini menjadi langkah awal sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi diawali dengan kedatangan Dosen Pembimbing Lapangan yang kemudian menemui para mahasiswa sebelum bersama-sama sowan kepada pengasuh pondok. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa memperoleh arahan langsung mengenai kehidupan pesantren, tata tertib, serta program yang akan mereka jalankan selama masa PKL.

Dalam sambutannya, Gus Mawang Hani Wijaya menjelaskan bahwa PPRQ Al-Azhar menerapkan metode Yanbu'a sebagai metode utama pembelajaran Al-Qur'an. Menurutnya, metode tersebut dipilih karena memiliki kedekatan historis dan emosional dengan para pengasuh serta pendiri pondok yang merupakan alumni Kudus.

"PPRQ menggunakan metode Yanbu'a untuk pembelajarannya. Salah satu alasannya karena adanya ikatan emosional antara pengasuh maupun muassis yang merupakan alumni Kudus," jelasnya.

Selama menjalani PKL, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai program pengabdian, mulai dari pengembangan multimedia, pembelajaran bahasa Arab, hingga kegiatan pendampingan santri. Salah satu fokus utama pondok tahun ini adalah membantu santri baru agar mampu beradaptasi dan merasa nyaman tinggal di lingkungan pesantren.

"Program mahasiswa selama PKL meliputi multimedia, pembelajaran bahasa Arab, dan berbagai les pendukung. Selain itu, kami juga mengupayakan agar santri baru bisa betah atau kerasan tinggal di pondok. Itu menjadi salah satu program penting dalam kegiatan ini," ujar Gus Mawang.

Beliau juga menyampaikan bahwa PPRQ Al-Azhar diperkirakan menerima sekitar 22 santri baru pada tahun ini, sementara jumlah santri lama mencapai sekitar 120 orang yang terdiri atas santri putra dan putri.

Tak hanya membahas program pendidikan, Gus Mawang turut mengungkapkan komitmen pondok dalam memperluas akses pendidikan bagi para santri. Ke depan, pondok berupaya menghadirkan program beasiswa penuh agar semakin banyak santri dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, termasuk ke luar negeri.

"Untuk sementara ini biaya masuk pondok maupun melanjutkan kuliah ke luar negeri masih bersifat mandiri. Namun, pondok sedang mengupayakan agar ke depan dapat menyediakan beasiswa penuh sehingga manfaat yang diterima santri semakin besar. Belajar itu perlu modal, tidak ada yang benar-benar gratis," tuturnya.

Selain mengasuh pesantren, Gus Mawang juga dikenal aktif menulis. Sejumlah buku dan modul pembelajaran karya beliau kini telah digunakan sebagai bahan ajar wajib di sekitar 17 lembaga pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan Abd Rozaq, M.Ag., secara resmi menyerahkan 12 mahasiswa kepada pihak pondok. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PPRQ Al-Azhar dalam menerima mahasiswa IAT UIN Malang sebagai peserta PKL.

"Saya sebagai perwakilan pimpinan mengawal, mengantarkan, sekaligus menitipkan 12 mahasiswa ini yang masing-masing memiliki kelebihan di bidangnya. Terima kasih karena telah bersedia menerima mereka," ujarnya.

Abd Rozaq juga berharap pihak pondok tidak segan memberikan bimbingan maupun teguran kepada mahasiswa selama menjalankan tugas pengabdian.

"Silakan menegur apabila mereka berbuat salah atau menyalahi aturan pondok. Mohon restu agar selama berada di sini mereka mampu mempraktikkan teori-teori dan pelajaran yang telah diperoleh selama tiga tahun di ruang kelas," pesannya.

Prosesi serah terima ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya perjalanan pengabdian para mahasiswa di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kepesantrenan, memperkuat kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat sebagai bekal menghadapi dunia profesional di masa depan.



Editor: Humas
Reporter: Amelia Dea Divanda
Fotografer: Amelia Dea Divanda
Belajar Mengabdi dari Pesantren: 12 Mahasiswa IAT UIN Malang Resmi Jalani PKL di PPRQ Al-Azhar
Amelia Dea Divanda July 9, 2026
Share this post
Tags
Archive