Skip to Content

Merajut Mimpi di Negeri Seberang: Perjalanan Rana Abdelrahman Menimba Ilmu Farmasi di UIN Malang

Merajut Mimpi di Negeri Seberang: Perjalanan Rana Abdelrahman Menimba Ilmu Farmasi di UIN Malang
July 6, 2026 by
Merajut Mimpi di Negeri Seberang: Perjalanan Rana Abdelrahman Menimba Ilmu Farmasi di UIN Malang
Amelia Dea Divanda

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Menempuh pendidikan di luar negeri bukan sekadar tentang mengejar gelar akademik. Bagi Rana Abdelrahman, mahasiswa Program Studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, mengenal budaya baru, sekaligus mengembangkan diri dalam lingkungan yang berbeda dari negara asalnya.

Keputusannya memilih UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bukan tanpa alasan. Menurut Rana, kampus ini memiliki keunggulan yang membedakannya dari banyak perguruan tinggi lain, yaitu kemampuan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Reputasi akademik yang baik, biaya hidup yang relatif terjangkau, serta suasana Kota Malang yang nyaman menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan melanjutkan studi di Indonesia.

"Yang pertama kali menarik perhatian saya adalah konsep integrasi ilmu dan agama yang menjadi ciri khas UIN Malang. Selain itu, saya mengetahui bahwa kampus ini memiliki banyak mahasiswa internasional sehingga saya merasa akan lebih mudah beradaptasi," ungkapnya.

Selama menjalani perkuliahan, Rana merasakan pengalaman belajar yang sesuai dengan harapannya. Ia tidak hanya memperoleh pengetahuan di bidang farmasi, tetapi juga belajar memahami budaya Indonesia yang kaya akan keberagaman.

Meski demikian, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapinya pada awal masa studi adalah keterbatasan dalam berbahasa Indonesia. Perbedaan bahasa dan sistem pembelajaran sempat menjadi hambatan dalam mengikuti perkuliahan.

Namun, Rana memilih untuk tidak menyerah. Ia aktif berlatih berbicara dengan teman-teman Indonesia, memperkaya kosakata setiap hari, serta mengikuti setiap perkuliahan dengan sungguh-sungguh. Berkat ketekunan tersebut, ia perlahan mampu beradaptasi dan semakin percaya diri dalam berkomunikasi.

Menurut Rana, sistem pendidikan di UIN Malang juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan di negara asalnya. Mahasiswa didorong untuk aktif berdiskusi, bekerja sama dalam tugas kelompok, serta mengembangkan kemampuan presentasi. Di sisi lain, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Lingkungan kampus yang ramah turut mendukung proses adaptasinya. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menciptakan suasana multikultural yang membuat mahasiswa internasional merasa diterima. Kehidupan sehari-hari di Indonesia juga mengajarkannya untuk lebih menghargai perbedaan budaya, meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, serta membangun persahabatan dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Bagi Rana, keunggulan UIN Malang terletak pada kualitas pendidikan yang baik, lingkungan belajar yang nyaman, biaya hidup yang terjangkau, serta keberagaman mahasiswa internasional. Faktor-faktor tersebut dinilainya mampu menarik lebih banyak mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di kampus ini pada masa mendatang.

Setelah menyelesaikan studinya, Rana bercita-cita mengembangkan karier di bidang farmasi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ilmu yang diperoleh selama belajar di UIN Malang ingin ia manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di negara asalnya. Selain itu, ia juga berharap dapat berbagi pengalaman mengenai pentingnya pendidikan internasional dan kerja sama antarnegara.

Rana berharap UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia. Menurutnya, kolaborasi internasional akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar, penelitian bersama, maupun memperoleh beasiswa.

Jika ada teman di negara asalnya yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, Rana mengaku tidak ragu merekomendasikan UIN Malang. Baginya, kampus ini menawarkan lingkungan belajar yang aman, dosen yang ramah dan membantu, serta pengalaman akademik yang mampu membentuk kemampuan sekaligus karakter mahasiswa.

Di akhir wawancara, Rana menyampaikan pesan sederhana bagi calon mahasiswa internasional yang tengah mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan studi.

"Jangan takut mencoba pengalaman baru. UIN Malang adalah tempat yang baik untuk belajar, mengembangkan diri, dan mengenal budaya Indonesia. Jika memiliki semangat belajar dan kemauan untuk beradaptasi, Anda akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di sini."

Perjalanan Rana Abdelrahman menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persahabatan lintas budaya, memperluas cara pandang, dan menumbuhkan semangat kolaborasi antarbangsa. Di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pengalaman belajar tersebut menjadi lebih dari sekadar proses akademik ia menjadi kisah tentang keberanian merantau, beradaptasi, dan meraih mimpi di negeri orang.


Editor: Humas
Reporter: Amelia Dea Divanda
Fotografer: Amelia Dea Divanda
Merajut Mimpi di Negeri Seberang: Perjalanan Rana Abdelrahman Menimba Ilmu Farmasi di UIN Malang
Amelia Dea Divanda July 6, 2026
Share this post
Tags
Archive