Skip to Content

Kopertais dan PTK Perkuat Solidaritas, Penyelenggaraan KIP Kuliah Harus Profesional dan Akuntabel

June 11, 2026 by
Kopertais dan PTK Perkuat Solidaritas, Penyelenggaraan KIP Kuliah Harus Profesional dan Akuntabel
Ajay
BATU | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Rapat Koordinasi KIP Kuliah bersama para wakil rektor tiga dan wakil ketua tiga bidang kemahasiswaan yang digelar di Kota Batu resmi ditutup dengan pengarahan dari Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama RI, Ruchman Basori. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya membangun solidaritas antar pimpinan perguruan tinggi sekaligus menjaga integritas dalam pengelolaan program KIP Kuliah. Kamis, 11 Juni 2026.

Di hadapan para Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, pimpinan Kopertais, dan perwakilan perguruan tinggi keagamaan se-Indonesia, Ruchman mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, forum ini bukan sekadar ruang koordinasi, tetapi juga wadah mempererat persahabatan dan kemanusiaan.

“Di atas jabatan ada persahabatan dan kemanusiaan. Jabatan bisa berakhir, tetapi persahabatan harus terus terjalin,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun jejaring dan kolaborasi lintas wilayah, mulai dari Jawa, Kalimantan, Aceh hingga Sulawesi. Kebersamaan yang terbangun diyakini menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.

Dalam arahannya, Ruchman juga menyoroti peran strategis Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sebagai penggerak berbagai potensi mahasiswa. Menurutnya, para pimpinan kemahasiswaan harus mampu menjadi orkestrator yang mengharmonikan berbagai karakter dan potensi mahasiswa sehingga mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.

Selain itu, ia menyampaikan sejumlah rekomendasi penting terkait pengelolaan KIP Kuliah. Program tersebut, menurutnya, harus dijalankan secara profesional, transparan, akuntabel, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat guna agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Ruchman juga mengingatkan seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk menjaga empat prinsip kesucian sebagai fondasi kepemimpinan. Pertama, kesucian intelektual dengan menjauhi praktik plagiarisme dan menjaga integritas akademik. Kedua, kesucian finansial melalui pengelolaan anggaran yang transparan dan sesuai ketentuan. Ketiga, kesucian biologis dengan menjaga etika dan profesionalitas dalam interaksi dengan mahasiswa. Keempat, kesucian ideologis dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila serta menjauhi paham radikalisme.

“Empat kesucian ini harus dijaga oleh para pemimpin perguruan tinggi agar tetap selamat dan mampu menjadi teladan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong perguruan tinggi untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana pendukung KIP Kuliah bagi pengembangan kapasitas mahasiswa, seperti pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi profesional, hingga penguatan organisasi kemahasiswaan.

Menutup arahannya, Ruchman menegaskan bahwa forum koordinasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam mengawal keberhasilan program KIP Kuliah. Ia berharap semangat kolaborasi dan kepedulian yang telah terbangun selama kegiatan dapat terus dipertahankan demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.


Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajay
Kopertais dan PTK Perkuat Solidaritas, Penyelenggaraan KIP Kuliah Harus Profesional dan Akuntabel
Ajay June 11, 2026
Share this post
Tags
Archive