MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Tim Musabaqah Syarhil Qur'an Nada Arraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih Juara Favorit dalam ajang Syarhil Qur'an Nasional yang diselenggarakan oleh JQH Komisariat Yudharta Ngalah Pasuruan dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 H. Babak final dilaksanakan pada Ahad, 14 Juni 2026 di Universitas Yudharta Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan.
Tim yang terdiri atas Ghoniah Salma Firdaus sebagai ari tilawah, Musyafa'atus Selvi Muzadi sebagai pensyarah, dan Shafa Azalia Ramdhani sebagai qari' ini berhasil melaju ke babak final setelah lolos seleksi penyisihan daring melalui unggahan video penampilan di Instagram. Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, hanya sepuluh tim terbaik yang berhak tampil pada babak final secara langsung.
Motivasi kami mengikuti ajang ini bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi sebagai bentuk ikhtiar dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur'an dan menyampaikan pesan-pesannya kepada masyarakat dengan baik," ujar Musyafa'
Persiapan yang dilakukan tidak hanya menghafal materi, tetapi juga membangun kekompakan tim agar pesan Al-Qur'an dapat tersampaikan dengan baik.
Di tengah kesibukan UAS Ma'had, perkuliahan reguler, dan perkuliahan Bahasa Arab, mereka tetap menyempatkan waktu untuk berlatih bersama. Bahkan saat libur Iduladha, semangat berlatih tidak pernah surut demi memberikan penampilan terbaik.
Pada penampilannya saat penyisihan, Tim Nada Arraya mengangkat tema "Moderasi Beragama dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.” Melalui tema tersebut, mereka mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan memperkuat sikap toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan anugerah yang harus dijaga bersama. Kami berharap generasi muda dapat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan," jelas Ghoniah.
Selain berhasil menembus babak final, Tim Nada Arraya juga meraih penghargaan sebagai Juara Favorit berdasarkan jumlah tayangan, like, dan komentar terbanyak pada unggahan Instagram perlombaan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pesan yang mereka sampaikan mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
"Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus berkembang menjadi lebih baik," tutur Shafa
Menurut Shafa Azalia Ramdhani, pengalaman mengikuti MSQ mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses, kerja keras, kedisiplinan, dan keberanian untuk terus berkembang. Tim Nada Arraya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk terus berdakwah dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.