Daftar Kategori: Berita


MENCARI & BERBAGI ILMU DI WEBINAR
Iffatunnida Kamis, 9 Juli 2020 . in Berita . 31 views
2831_web.jpg

GEMA-Website Seminar atau yang lebih dikenal dengan Webinar mulai menjadi primadona saat masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), khususnya di ranah pendidikan. Webinar makin diminati saat orang-orang merasa bahwa upgrade informasi harus tetap jalan dengan tetap menerapkan aturan social and physical distancing. Seiring dengan merebaknya pelaksanaan webinar, aplikasi-aplikasi pendukung pun bermunculan. Yang masih sering digunakan saat ini ialah Zoom dan Microsoft Team Live Event.
Sama seperti seminar konvensional, webinar menampilkan beberapa pemateri dengan rentang waktu presentasi. Peserta pun hadir dan menyaksikan langsung di depan gawai masing-masing (ponsel, tab, komputer, atau laptop). Materi presentasi dapat tetap disaksikan dengan screen sharing. Sesi tanya jawab tetap ada dengan memanfaatkan fitur Raise Hands (pada aplikasi Zoom) dan fitur Show Q&A (pada aplikasi Microsoft).
Namun, tentu ada sisi tak menyenangkan karena webinar berkaitan erat dengan teknologi. Ditemui pasca mengisi webinar yang diadakan Fakultas Humaniora bekerjasama dengan UIN Alaudin Makassar, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan ADIA, Rohmani Nur Indah menceritakan pengalamannya. “Sudah siap semua kamera dan materi untuk sharing-nya, komputer tiba-tiba mati,” tuturnya.
Menurutnya, karena webinar memang bergantung pada teknologi, maka kejadian seperti itu pasti terjadi. Jika sudah familiar dengan penggunaan aplikasi seperti Zoom, maka tentu tidak akan ada kendala besar. Pihak panitia (host) pun harus memastikan bahwa peserta dan khususnya pemateri sudah cukup terbiasa dengan segala perangkat webinar. (nd)

Lebih Lanjut »
SAATNYA ORANG TUA AMBIL PERAN DALAM STUDI ANAK
Iffatunnida Rabu, 8 Juli 2020 . in Berita . 63 views
2830_walid.jpg

GEMA-Tak sedikit orang tua yang merasa kelimpungan saat perpindahan sistem Study from Home (Belajar dari Rumah). Baik itu karena tak familiar dengan materi belajar, teknologi, maupun tak tahu apa yang harus dilakukan. Tak sedikit juga yang melayangkan komplain ke sekolah dengan beragam alasan. Namun, menurut Dr. Muhammad Walid saat begini justru orang tua harus banyak mengevaluasi diri. Sudahkah selama ini mereka turut berperan dalam pembelajaran anak di sekolah? “Karena kebanyakan orang tua merasa, bayar SPP ya sudah, selanjutnya itu tanggung jawab guru di sekolah dalam urusan mendidik,” imbuhnya.
Hal ini ia sampaikan dalam webinar yang diadakan oleh Rumah Jurnal FITK, Rabu (8/7). Dalam acara bertema “Merdeka Belajar dan Madrasah Unggulan: Tetap Unggul di Masa New Normal”, tiga pimpinan FITK menjadi narasumber utamanya. Mereka ialah Dr. Agus Maimun, M.Pd. (Dekan), Dr. Moh. Padil, M.PdI. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama), dan Dr. Muhammad Walid, MA. (Wakil Dekan Bidang Akademik).
Walid melanjutkan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah. Justru pendidikan yang baik itu tak hanya komunikasi searah. “Harus ada komunikasi intens antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah,” imbuhnya. Ketika ada masalah yang muncul dalam proses belajar, maka semua pihak harus membicarakan dan mencari solusinya.
Walid pun membahas pentingnya seorang guru untuk memahami kembali hakikat profesinya. Ia menekankan bahwa seorang guru tidak diperkenankan hanya memberi ceramah selama proses belajar. “Karena yang harus diingat adalah bukan teacher for teaching tapi teacher for learning,” tutur Walid.
Ketika guru menempatkan diri sebagai teacher for teaching, maka pembelajaran akan didominasi ceramah. Padahal, sistem ceramah akan mematikan kreativitas siswa karena menutup kesempatan mereka untuk mengeksplor banyak hal tentang materi yang sedang diajarkan. Sebaliknya, jika sistem teacher for learning, maka akan ada interaksi dua arah antara guru dan siswa. Dengan begitu akan membuka banyak peluang bagi siswa untuk mempelajari hal lain yang masih berhubungan dengan mata pelajarannya. (nd)

Lebih Lanjut »
WR I: TOLAK JIKA TULISAN TIDAK SESUAI TEMA JURNAL
Iffatunnida Selasa, 7 Juli 2020 . in Berita . 104 views
2826_r2.jpg

GEMA-Persoalan klise yang selalu dialami hampir seluruh pengelola jurnal ialah kurangnya jumlah naskah. Masalah ini makin diperparah jika jurnal sudah memasuki masa penerbitan. Namun, bukan berarti pengelola jurnal lantas menerima segala naskah untuk melengkapi jumlah artikel ideal saat terbit. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. saat rapat bersama seluruh pengelola jurnal di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (3/7).
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menjaga dan juga meningkatkan kualitas jurnal. Ia tidak mau jurnal di UIN Malang dianggap sepele sehingga mudah menerima naskah yang berkualitas rendah. “Pengelola jurnal harus tegas, jika ada penulis yang mengirimkan naskah yang tidak sesuai tema dan visi ya harus ditolak,” tegasnya.
Selain itu, dalam aturan komposisi penulis saat ini juga sudah diatur. Yakni, 60 persen penulis dari luar institusi sedangkan 40 persen dari dalam. Ini sudah menjadi aturan bagi seluruh pengelola jurnal dan siapapun harus mengikutinya.
Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah melaporkan, ada 34 pengelola jurnal di kampus berlogo Ulul Albab ini. 22 di antaranya telah terakreditasi Sinta. “Meski masih banyak yang Sinta 3 tapi ada beberapa yang sudah meningkat ke Sinta 2,” jelasnya. (nd/aj)

Lebih Lanjut »
WR I: KLINIK KHUSUS UPGRADE KUALITAS TULISAN DOSEN
Abadi Wijaya Senin, 6 Juli 2020 . in Berita . 136 views
2827_r3.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. mengundang seluruh pengelola jurnal di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rapat kali ini dilakukan di Kampus 3, Jumat (3/7). Ia mengajak para pengelola jurnal kembali bersemangat mempublikasikan hasil penelitian para dosen di bawah arahan Ketua Pusat Penelitian Dr. Nur Ali, M.Pd. Ini dilakukan agar jurnal-jurnal di kampus dapat menuju Web of Science (WOS).
Prof. Zain menganjurkan dosen untuk selalu produktif menulis karya ilmiah yang layak publikasi selama masa pandemi. Untuk itu, Pusat Penelitian harus memberi pendampingan khusus dibantu langsung oleh Unit LP2M. “Para calon penulis jika butuh coaching clinic berkala, tentu harus difasilitasi agar menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” lanjut guru besar Bidang Sosiologi Agama.
Kepala LP2M Dr. Tutik Hamidah sepenuhnya mempercayakan perihal pengembangan hasil penelitian kepada Pusat Penelitian. Sehingga kendali seluruh jurnal di UIN Malang terpusat dengan baik. “Dengan begini, kami harap para pengelola jurnal makin solid dan bisa berkomunikasi intens apapun permasalahan yang dihadapi,” imbuh Tutik.
Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian Dr. Nur Ali mengungkapkan bahwa jurnal fisik masih diperbolehkan. Ia merujuk pada aturan Dirjen Dikti yang menyatakan tentang aturan pencetakan jurnal. “Namun, aturan ini dibatasi bagi jurnal yang terakreditasi Sinta 2 saja,” tegas mantan dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan itu. (aj/nd)

Lebih Lanjut »
DUA NAMA ILMUWAN MEDIS DIABADIKAN DI GEDUNG BARU FKIK
Iffatunnida Senin, 6 Juli 2020 . in Berita . 102 views
2823_gedn1.jpg

GEMA-Pasca pelaksanaan Sholat Jumat di masjid Kampus Tiga UIN Malang, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meresmikan nama dua gedung baru (3/7). Gedung Program Studi Profesi Dokter diberi nama Gedung Ibnu Thufail, sedangkan Gedung Perkuliahan Farmasi dinamakan Gedung Al-Biruni. Kedua tokoh yang diabadikan namanya ini terkenal di kalangan filsuf. Namun, sumbangsih keduanya di bidang medis sangat besar dan berpengaruh.
Rektor menyatakan, sebelum memutuskan kedua nama ini, ada beberapa daftar nama dari tokoh terkenal yang menjadi kandidat. Nama-nama tersebut kemudian dibagikan melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp. Diskusi pun terjadi. “Setelah melalui berbagai pertimbangan, dua nama ini yang diputuskan untuk diabadikan di gedung FKIK,” ujarnya.
Menurut sejarah, masih kata Prof. Haris, kedua filsuf yang dipilih namanya tersebut merupakan cendekiawan multi disipliner. Ibnu Thufail juga aktif di bidang hukum karena ia merupakan seorang pejabat pengadilan sekaligus seorang dokter yang termasyhur. Sedangkan, Al-Biruni ialah seorang matematikawan yang memberi sumbangsih sangat besar di bidang obat-obatan.

2824_gedn2.jpg


Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K) yakin bahwa pemberian nama untuk kedua gedung akan membawa pengaruh positif. Pasalnya, dua nama besar ilmuwan Islam lah yang dikukuhkan. “Semoga mahasiswa FKIK dapat menjadikan keduanya role model di bidang medis,” doanya. Ia pun menyiapkan dua tumpeng sebagai tanda peresmian nama gedung yang berlokasi di Dusun Precet, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu tersebut. (ptt/nd)

 

Lebih Lanjut »
PROF. ZAINUDDIN: AKHLAK TAK HANYA SEBATAS SOPAN SANTUN
Iffatunnida Jumat, 3 Juli 2020 . in Berita . 80 views
2821_borang-perpus.jpg

GEMA-Di awal tahun 2020, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Agama (8/1). Ia menyinggung permasalahan kehidupan beragama disandingkan dengan kehidupan berdemokrasi pada orasi ilmiah yang disampaikan di Aula Gedung Rektorat lt. 5. Beragam masalah yang timbul dalam suatu negara seharusnya menjadi sorotan para pakar di bidang pendidikan, khususnya pendidikan agama.
Ia menyatakan, output pendidikan tercermin dari akhlak seseorang. Kata “akhlak” di sini sering diartikan secara sempit. “Orang-orang memahami akhlak sebatas sopan santun. Padahal, akhlak karimah itu mencakup berbagai kebajikan,” paparnya. Salah satu kebajikan yang sering diabaikan ialah menjaga alam semesta. Secara tak sadar, banyak sekali perilaku manusia yang berimbas negatif bagi lingkungannya sendiri.
Dalam konteks demokrasi, lanjutnya, akhlak ditunjukkan dengan komitmen dan moralitas. Keduanya akan keluar dengan alami sebagai bukti dari hasil pendidikan. “Sudah sepatutnya ada reorientasi pendidikan agama di sekolah,” lugas wakil rektor bidang akademik UIN Malang ini. Dalam reorientasi tersebut, perlu diperhatikan lagi ajaran untuk kesadaran sosial. “Kita tahu manusia adalah makhluk sosial, jadi sepatutnya diberi bekal kebermasyarakatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seiring dengan mengajarkan kesadaran dalam kehidupan bermasyarakat, ada juga hal yang harus ditanamkan dalam pendidikan agama. “Bahwa agama harus dipahami sebagai suatu kebenaran, bukan hanya sebagai identitas, simbol, dan politis,” jabarnya.
Ajaran agama, masih kata Prof. Zainuddin, harus dipahami maknanya secara substansial. Dengan pemahaman yang menyeluruh tentang agama di institusi pendidikan, maka tidak mustahil akan lahir manusia dengan akhlak yang benar-benar mulia di segala aspek. “Ini akan menjadi indikator keberhasilan dakwah agama dalam dunia pendidikan,” tutur Pria kelahiran Kabupaten Bojonegoro ini.
Namun, permasalahan yang mengaitkan agama di suatu negara bukan cuma menjadi tanggung jawab pribadi ataupun pelaku pendidikan. Harus ada peran pemerintah agar problem tersebut tidak berlarut. “Peran negara menjadi esensial untuk mengantisipasi dan juga mengatasi masalah kehidupan beragama dan demokrasi di Indonesia, seperti konflik, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi,” jelasnya.
Pengukuhan Prof. Zainuddin Januari lalu menambah jumlah guru besar di UIN Malang. Total 13 profesor yang dimiliki kampus berlogo Ulul Albab itu. Jumlah tersebut tentu masih jauh dari ideal. Pasalnya, jika dirasiokan dengan jumlah dosen dan mahasiswa, UIN Malang harus memiliki 84 guru besar yang tersebar di seluruh program studi. (nd)

Lebih Lanjut »
PERPUSTAKAAN UIN MALANG SIAP PERTAHANKAN NILAI AKREDITASI A
Abadi Wijaya Rabu, 1 Juli 2020 . in Berita . 97 views
2821_borang-perpus.jpg
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA Wakil Rektor I saat membuka Rapat Penyusunan Borang Akreditasi di Aula Lt. 1 Perpustakaan, Rabu (1/7).

GEMA-Pengelola perpustakaan pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Rapat Penyusunan Borang Akreditasi di Aula Lt. 1 Perpustakaan. Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan dengan model diskusi tim, Rabu-Kamis (1-2/7).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA Wakil Rektor bagian Akademik berharap unit perpustakaan UIN Maliki Malang mampu mempertahankan status akreditasinya, yakni dengan nilai Akreditasi A. Oleh karena itu, melalui acara penyusunan Borang Re-akreditasi UPT Pusat Perpustakaan ini, tim harus mempersiapkan dengan matang untuk mempertahankan sertifikat berstandar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini. "Saya ingin perpustakaan UIN Miliki ini tetap terakreditasi A, sehingga bisa mengiringi status institusi dari Universitas kita yang juga terakreditasi A," harap Prof. Zain.

2822_borang-perpus.jpg

Selanjutnya, masih menurut Prof. Zain jika dinilai dari segi fisiknya, perpustakaan UIN Maliki sudah bagus bahkan tidak kalah dengan perpustakaan yang ada di universitas luar negeri. Namun tentunya masih perlu dilakukan perbaikan terencana oleh pengelola perpus. Oleh karenanya, dengan adanya acara tersebut bisa juga dimanfaatkan tim perpus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait kelebihan dan kekurangan perpustakaan UIN Maliki Malang.

"Silahkan nanti Pak. Mufid dan tim yang hadir dalam acara ini membahas apa yang masih kurang dari perpustakaan kita ini dan selanjutnya bisa disampaikan kepada pimpinan untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti," pesannya sembari membuka acara tersebut secara resmi. (ptt/nhl)

Lebih Lanjut »
DEKAN FE UIN MALIKI: MENUNGGU KONTRIBUSI NYATA PARA ALUMNI
Abadi Wijaya Senin, 29 Juni 2020 . in Berita . 106 views
2810_fe1.jpg

Penulis dan Foto: Putut Wahyu H. | Editor: Ajay

GEMA-Keluarga besar Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar temu alumni di masa pandemi covid-19. Acara yang diadakan secara virtual ini berlangsung di meeting room, Lt. 1 Gedung Megawati Soekarnoputri, Fakultas Ekonomi, Kampus 1 UIN Maliki, Senin (29/6).
Acara yang diinisiasi oleh jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi ini mengusung tema Memetik Ilmu Berharga di Masa Pandemi Civid-19. Hadir saat acara, Ketua Senat UIN Maliki, seluruh pimpinan dekanat Fakultas Ekonomi, Kepala Jurusan (kajur), Sekretaris Jurusan (sekjur) dan perwakilan dosen-dosen Fakultas Ekonomi.

2811_fe2.jpg


Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Ahmad Sani Suprianto menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara temu alumni yakni saling bertukar informasi. Baik informasi terkait perkembangan dan capaian dari Fakultas Ekonomi, UIN Maliki dan sebaliknya informasi dari para alumni yang telah berkarier di bidang apa pun dan yang berada di mana saja. Menurut dosen yang sebentar lagi menyandang guru besar di UIN Maliki Malang ini bahwa hal tersebut penting demi meningkatkan kualitas dan reputasi Fakultas Ekonomi. “Temu alumni virtual ini untuk saling tegur sapa dan memantau perkembangan para alumni di luar negeri,” teragnya.

2812_fe3.jpg


Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Nur Asnawi, M. Ag menegaskan bahwa kontribusi para alumni FE UIN Maliki memiliki peran yang sangat penting sekali. Menurutnya, saat ini FE UIN Maliki telah menanti-nanti dan berharap adanya kontribusi nyata dari para alumninya. “Kontribusi para alumni tidak hanya dibutuhkan sebatas pada saat akreditasi institusi tetapi lebih dari itu, yakni demi proses pengembangan kelembagaan institusi menuju reputasi dan rekognisi FE UIN Maliki,” tegasnya.

2813_fe4.jpg


Oleh karena itu, tambah dia, kontribusi dari para alumni sangat kami butuhkan tidak hanya sebatas saat akreditasi institusi namun juga saat pengembangan kelembagaan institusi menuju reputasi dan rekognisi kelembagaan tahun 2020 ini. “Marilah solidaritas internal yang telah terjalin selama ini tetap dijaga dan itu semua demi kemajuan bersama, FE UIN Maliki Malang,” pungkasnya. (ptt/*)

2814_fe5.jpg
Lebih Lanjut »
WARNA WARNI INDAH TROTOAR UIN MALANG
Abadi Wijaya Jumat, 26 Juni 2020 . in Berita . 138 views
2809_warna-warni.jpg

GEMA-Upaya untuk melakukan pengecatan ulang trotoar di dalam halaman kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus dilakukan. Kegiatan yang diikuti oleh para pimpinan dan tenaga pendidik serta adminstrasi itu dilakukan secara gotong royong. Bahkan para ibu-ibu pun tak mau kalah, mereka juga turut andil mengecat trotoar, Jumat (26/6).
Al hasil, trotoar di sepanjang jalan kampus menjadi kembali kinclong dan fresh dengan warna pilihan yang membuat kampus UIN Malang berbeda dengan kamus lainnya. Selamat beraktifitas dan semoga semua sivitas akademika bisa belajar dikampus ulul albab ini dengan nyaman dan terus bisa menikmati indahnya nuansa kampus UIN Maliki Malang.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up