MENGAJI INDONESIA: MERAJUT PERSATUAN DENGAN INTEGRITAS
Abadi Wijaya Rabu, 10 Oktober 2018 . in Berita . 105 views
1645_mengaji-indo.jpg
Abd. Haris, Lukman Hakim Saifuddin Menteri, Zawawi Imron, dan Alissa saat menghadiri Mengasah Jati Diri (MENGAJI) Indonesia di Lap. Utama UIN Maliki, Senin (08/10).

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim menyelenggarakan Mengasah Jati Diri (MENGAJI) Indonesia di Lap. Utama, Senin (08/10).Mengaji ini merupakan salah satu program unggulan dari kementerian agama.Kegiatan besar ini diagendakan di beberapa universitas islam di Indonesia. Setelah dilaksanakan di UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sumatra Utara, IAIN Tulung Agung, dan yang keempat ini dilaksanakan di UIN Maliki Malang. Program Kemenag ini bertujuan untuk mengasah nilai-nilai kehidupan nusantara yang mulai luntur karena perubahan dinamika kehidupan.

Acara yang dihadiri 13 ribu peserta ini dipandu langsung oleh Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI.Gelaran ini juga menghadirkan tokoh nasional seperti Abd. Haris Rektor UIN Malang, Alissa Wahid The Wahid Institute, dan Zawawi Imron Budayawan Nasional.

Sesuai tema Kita Indonesia Kita Bersinergi, Prof. Haris menuturkan. penting sekali mengasah nilai keindonesiaan dalam diri kita.Sebab kita hidup di Negara ini tidak individual melainkan secara bersama-sama.“Dengan adanya ‘Mengaji’ dapat merajut ukhuwah untuk mewujudkan persantuan Indonesia,” jelas Rektor Kampus Ulul Albab ini.

Senada dengan itu, Alissa Wahid Founder Gusdurian menyampaikan, sebagai makhluk sosial kita harus mampu menempatkan posisi kita. Menurutnya, ada tiga identitas dalam diri manusia yang harus dikenali yaitu: identitas ukhuwah, identitas wathoniyah, identitas basyariah. “Penting sekali mengelola watak, jika wataknya baik beribu macam ideologi akan tersaring dengan baik, dan melahirkan sikap yang baik pula,” pesan wanita asal Jombang ini.

Di samping itu, menurut Zawawi Imron, setiap orang Indonesia harus cinta tanah air. Kecintaannya pada tanah air diaktualisasikannya dengan puisi. “Agar Negara menjadi indah harus diurus dengan hati yang indah,” terang sastrawan asal Madura mengakhiri materinya.(syf/nhl)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up