MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebanyak 15 mahasiswa UIN Maliki mengikuti proses wawancara program magang ke Jepang. Rangkaian kegiatan ini terfasilitasi oleh Center for Career Development (CDC). Wawancara ini terlaksana secara daring di ruang Pusat Informasi, pada Kamis, 23 April 2026.
Dalam kunjungannya pada proses wawancara, Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana M. Si menyampaikan apresiasi kepada perusahaan Jepang yang telah memberikan peluang pemagangan bagi mahasiswa UIN Maliki.
“Kami sangat mengapresiasi program magang ini. Harapannya semoga banyak yang diterima. Kedepannya kerjasama ini diharapkan dapat berbentuk lain. Seperti penelitian dan lainnya,” ucap Rektor UIN Maliki itu.
Begitu juga Wakil Rektor 3, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag berharap semakin banyak peminat yang diterima. Sehingga, dapat memberikan pengalaman kerja yang luar biasa bagi mahasiswa.
Proses ini adalah rangkaian kelanjutan dari seleksi berkas melalui curriculum vitae (CV). Sebelumnya, mahasiswa mengisi formulir dari pihak perusahaan. Kriteria penilaian pada wawancara meliputi kesiapan kebahasaan, pemahaman kultur kerja, kedisiplinan, dan keseriusan mahasiswa untuk terjun ke dunia profesional.
Salah satu tim CDC, Yhadi Firdiansyah menjelaskan bahwa wawancara terlaksana oleh pihak perusahaan Jepang dan dibantu penerjemah. Herman namanya, yang sudah lama tinggal di Jepang. “Penilaian utama terletak pada kesiapan bahasa, kultur kerja, serta kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti program magang,” tutur Yhadi.
Calon pemagang sejumlah 15 orang tersebut meliputi mahasiswa dari beberapa prpgrma studi. Sastra Inggris, Pendidikan IPS dan Manajemen. Serta beberapa program studi lain yang mengikuti proses serupa bersama delapan perusahaan dengan penjadwalan berikutnya.
Yhadi juga menyampaikan terkait pelaksanaan wawancara tiga perusahaan yang dipercepat. Dikarenakan adanya kebutuhan mendesak dari pihak perusahaan. “Hasil wawancara akan diumumkan segera dalam minggu ini. Bulan Mei, mahasiswa yang lolos akan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya kerja sebelum berangkat,” katanya.
Keberangkatan mahasiswa direncanakan pada September 2026. Program magang yang ditawarkan berfokus pada sektor pariwisata dan perhotelan, dinilai sesuai dengan profil lulusan, khususnya Sastra Inggris yang memiliki mata kuliah keprofesian seperti wisata dan guide and tourism.