MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat tonggak penting dalam pengembangan sumber daya akademik. Sebanyak enam dosen resmi meraih jabatan fungsional guru besar dan kini tengah mempersiapkan proses pengukuhan. Penambahan profesor tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem keilmuan, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, sekaligus memperluas daya saing UIN Malang di tingkat internasional.
Enam akademisi yang akan dikukuhkan sebagai guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, M.Pd. dalam bidang Pengembangan Kurikulum Ilmu Bahasa Arab; Prof. Dr. M. Samsul Hady, M.Ag. pada bidang Pemikiran Islam Modern; Prof. Dr. Nurhadi, M.A. pada bidang Strategi Pembelajaran Bahasa Arab; Prof. Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. pada bidang Inovasi Pendidikan Islam; Prof. Dr. Bakhruddin Fannani, M.A. pada bidang Sosiologi Gerakan Islam; serta Prof. Dr. Zaenul Mahudi, M.A. pada bidang Hukum Kewarisan Islam.
Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menilai bertambahnya jumlah guru besar akan memberikan efek jangka panjang bagi kemajuan fakultas maupun universitas. Menurutnya, keberadaan profesor menjadi modal intelektual yang mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, riset, publikasi ilmiah, hingga kolaborasi akademik lintas institusi.
"Semakin banyak guru besar, semakin kuat pula kapasitas akademik fakultas. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah bereputasi internasional, hingga penguatan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri," ujarnya.
Ia menjelaskan, peran guru besar tidak hanya berada di ruang kelas. Lebih dari itu, profesor diharapkan menjadi pengarah perkembangan ilmu pengetahuan melalui inovasi, pengembangan kurikulum, pembinaan dosen muda, serta lahirnya berbagai penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Guru besar bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi motor pengembangan ilmu pengetahuan. Mereka diharapkan mampu melahirkan inovasi, membangun jejaring internasional, serta menghasilkan riset yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FITK, Dr. H. Muh. Yunus, M.Si., menyebut peningkatan jumlah profesor akan memperkokoh budaya akademik di lingkungan fakultas. Menurutnya, setiap guru besar memiliki tanggung jawab membangun fondasi keilmuan atau body of knowledge sesuai disiplin masing-masing sehingga karakter akademik setiap program studi semakin kuat.
"Kehadiran para guru besar akan memperkaya perspektif akademik sekaligus meningkatkan kontribusi fakultas melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Saat ini, seluruh calon guru besar sedang menyelesaikan berbagai persiapan menuju pengukuhan. Salah satu agenda utama adalah penyusunan naskah orasi ilmiah yang akan memuat gagasan dan kontribusi keilmuan sesuai bidang kepakaran masing-masing.
Ketua Persiapan Pengukuhan Guru Besar, Dr. H. Muhammad In'am Esha, M.Ag., menjelaskan bahwa orasi ilmiah merupakan ruang akademik bagi profesor untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang berkembang di bidang pendidikan Islam maupun kehidupan sosial masyarakat.
"Orasi ilmiah menjadi momentum bagi guru besar untuk memperkenalkan kontribusi keilmuannya sekaligus menawarkan gagasan baru bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat," ungkapnya.
Selain menyusun orasi ilmiah, para calon guru besar juga menyiapkan berbagai dokumen pendukung, seperti presentasi akademik dan video profil yang akan menjadi bagian dari rangkaian prosesi pengukuhan.
Dengan bertambahnya enam profesor baru tersebut, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang optimistis dapat semakin mengokohkan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang unggul, sekaligus mempercepat langkah universitas menuju pengakuan akademik di tingkat nasional maupun global.