MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Dalam upaya mencetak lulusan yang tangguh dan berkualitas, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan "Bimbingan Tugas Akhir: Penguatan Kompetensi Akademik Mahasiswa Psikologi dalam Penyusunan Tugas Akhir yang Sistematis, Ilmiah, dan Berintegritas". Kegiatan ini menghadirkan Dr. Fathul Lubabin Nuqul, S.Psi., M.Si., Dosen Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama yang mengupas tuntas dinamika dan tantangan mahasiswa tingkat akhir.

Dalam paparannya, Dr. Fathul menyoroti bahwa mengerjakan tugas akhir atau skripsi merupakan fase krusial yang penuh tantangan bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa idealnya, waktu pengerjaan skripsi memakan waktu sekitar 6 hingga 8 bulan. Jika melebihi rentang waktu tersebut, dikhawatirkan kualitas dan semangat pengerjaannya akan semakin menurun. Fase awal pengerjaan memang kerap terasa berat, namun berhenti di tengah jalan bukanlah sebuah solusi," ungkapnya di hadapan para mahasiswa.
Lebih lanjut, Dr. Fathul membedah tiga hambatan psikologis utama yang kerap menjegal langkah mahasiswa menuju kelulusan, yakni kecemasan akademik (academic anxiety), prokrastinasi (kebiasaan menunda-nunda), dan impostor syndrome (perasaan meragukan pencapaian diri). Sifat pengerjaan skripsi yang individual kerap memicu overthinking dan keraguan terhadap kapasitas diri sendiri, yang pada akhirnya berujung pada penurunan performa (underperform). Untuk mengurai permasalahan tersebut, mahasiswa sangat dianjurkan untuk membangun kolaborasi yang konstruktif dengan Dosen Pembimbing (Dospem). Menurut Dr. Fathul, dosen pembimbing tidak hanya berfungsi sebagai pengarah akademik, tetapi juga bertindak sebagai motivator yang memberikan bekal pengetahuan untuk menentukan langkah nyata selanjutnya.

Mahasiswa tidak perlu merasa sendirian dan terjebak dalam overthinking, melainkan harus segera mengambil tindakan nyata untuk mulai mengerjakan. Selain kolaborasi dengan dosen, bertukar pikiran (sharing) dengan sesama rekan mahasiswa juga sangat efektif untuk saling menguatkan dan menyadari bahwa banyak orang menghadapi tantangan serupa, Ujarnya.

Menjelang akhir materinya, Dr. Fathul memberikan bekal kesiapan mental terkait ujian skripsi. Pada fase penentuan ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki keyakinan diri yang kuat. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menanamkan pola pikir bahwa mereka adalah pihak yang paling mengetahui dan menguasai penelitian tersebut secara detail, bahkan dibandingkan dengan dosen penguji. Jika dihadapkan pada pertanyaan yang belum bisa dijawab, mahasiswa diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik. Ujian skripsi pada dasarnya merupakan proses evaluasi yang memang harus dilalui untuk mengukur performa sekaligus memberikan nilai tambah bagi mahasiswa. Dinamika dalam ujian ini dirancang sedemikian rupa untuk melatih kesiapan mental dan ketangkasan berpikir. Oleh karena itu, diperlukan latihan yang konsisten agar mahasiswa dapat melewati proses ini dan lulus sebagai individu yang lebih kuat secara mental maupun akademik, ujar nya. Kegiatan bimbingan ini diharapkan dapat menjadi amunisi semangat dan panduan strategis bagi mahasiswa UIN Malang untuk segera menyelesaikan tugas akhir mereka dengan integritas dan standar kualitas ilmiah yang mumpuni.