Skip to Content

4.929 Mahasantri Mulai tinggal di Ma’had UIN Malang

August 11, 2026 by
4.929 Mahasantri Mulai tinggal di Ma’had UIN Malang
Ajay
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Memasuki hari kedua validasi, suasana Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai dipadati mahasiswa baru. Sebanyak 4.929 mahasantri tercatat siap menempati hunian ma’had pada tahap awal kedatangan yang berlangsung 10–14 Agustus 2026.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses validasi mahasiswa baru berlangsung dua hari di UIN Malang yang dijadwalkan berakhir pada 14 Agustus 2026.

Menariknya, komposisi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 untuk sementara didominasi perempuan. Dari 4.929 mahasiswa yang telah tervalidasi dan memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) tercatat sekitar 60 persen perempuan dan 40 persennya laki-laki.

Direktur Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang, Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI., mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara karena proses validasi mahasiswa baru masih berlangsung.
“Tahun ini maba kita banyak yang perempuan, tapi ini yang sudah tervalidasi dan dapat NIM. Akhir validasi maba 14 Agustus 2026,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Memboyong ribuan mahasiswa baru ke ma’had dalam waktu yang hampir bersamaan tentu bukan perkara sederhana. UIN Malang telah menyiapkan mekanisme kedatangan secara bertahap untuk menghindari penumpukan mahasiswa maupun orang tua di area ma’had.

Setiap mahasiswa baru terlebih dahulu memilih jadwal kedatangan melalui formulir daring. Panitia kemudian menetapkan kuota harian berdasarkan kapasitas layanan yang tersedia.

“Mereka akan mengisi form online, datang di tanggal berapa. Kita menyediakan kuota kedatangan tiap harinya. Misalnya hari ini kuota kedatangan 1.500 maba, dan form akan tertutup otomatis jika kuota sudah penuh,” jelas Izzuddin.

Skema tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Malang memastikan proses perpindahan mahasiswa dari tahap validasi menuju kehidupan ma’had berlangsung tertib dan terukur.

Setelah menyelesaikan proses validasi di program studi masing-masing, mahasiswa baru selanjutnya diarahkan menuju Ma’had Al-Jami’ah untuk menempati mabna yang telah ditentukan.

Untuk menyambut kedatangan ribuan mahasiswa baru, UIN Malang menyiapkan 13 mabna yang tersebar di tiga lokasi kampus.

Kapasitas terbesar berada di Kampus 1 dengan daya tampung sekitar 3.500 mahasiswa, termasuk hampir 2.000 mahasiswi. Sementara itu, ma’had di Kampus 2 memiliki kapasitas sekitar 276 penghuni, sedangkan fasilitas ma’had di Kampus 3 memiliki daya tampung sekitar 690 penghuni ketika terisi penuh.

Tidak hanya menghitung kapasitas, kesiapan fasilitas juga menjadi perhatian utama. Pengelola Ma’had memastikan sejumlah fasilitas dasar, mulai dari kamar, kamar mandi, toilet hingga ketersediaan air, berada dalam kondisi siap digunakan.

“Kita juga pastikan fasilitas ma’had sudah aman, seperti toilet hingga airnya juga lancar,” kata Izzuddin.

Kesiapan ma’had tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola. Jajaran pimpinan UIN Malang juga turun langsung melakukan pengecekan melalui program Murur Ma’hadi.

Rektor bersama jajaran wakil rektor, para dekan, hingga kepala biro melakukan peninjauan langsung ke berbagai bagian ma’had. Mereka mengecek kondisi fasilitas sekaligus memastikan kesiapan lingkungan hunian sebelum kedatangan mahasiswa baru.

“Semua pimpinan keliling dari ujung ma’had sampai ujung untuk mengetahui sejauh mana kesiapan ma’had menyambut mahasantri baru,” tutur Izzuddin.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kesiapan ma’had menjadi bagian penting dari proses penyambutan mahasiswa baru. Sebab, bagi mahasiswa baru UIN Malang, ma’had bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang awal untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus dan membangun karakter keislaman.

Setelah seluruh mahasiswa baru menempati ma’had, rangkaian pembinaan akan berlanjut melalui Ta’aruf Ma’hadi yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026.

Program tersebut menjadi momentum pengenalan kehidupan ma’had kepada para mahasantri. Mereka akan diperkenalkan dengan berbagai program Ma’had Al-Jami’ah, struktur kepengurusan, pengasuh, murabbi-murabiyah, musyrif-musyrifah, hingga berbagai unit pengembangan minat dan bakat.

Dengan demikian, ribuan mahasiswa baru yang kini mulai berdatangan bukan sekadar sedang memasuki hunian baru. Mereka tengah memasuki babak pertama kehidupan akademik dan pembinaan karakter di UIN Malang.

Bagi UIN Malang, kedatangan ribuan mahasantri ini sekaligus menjadi ujian penting bagi kesiapan sistem layanan kampus dalam menyambut generasi baru mahasiswa tahun akademik 2026/2027.


Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajay
4.929 Mahasantri Mulai tinggal di Ma’had UIN Malang
Ajay August 11, 2026
Share this post
Tags
Archive