Skip to Content

Dari Bongkar Kayu hingga Menembus S2, Perjalanan Muhammad Aldi Meraih Mimpi Pendidikan

September 8, 2026 by
Dari Bongkar Kayu hingga Menembus S2, Perjalanan Muhammad Aldi Meraih Mimpi Pendidikan
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Mimpi menempuh pendidikan magister pernah terasa terlalu tinggi bagi Muhammad Aldi, M.Pd. Bukan karena ia tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi karena sejak kecil ia telah akrab dengan keterbatasan. Selasa, 7 September 2026.

Aldi tumbuh tanpa kedua orang tua. Sejak kecil, ia hidup bersama nenek dan almarhum kakeknya yang ia anggap sebagai dua sosok penting dalam perjalanan hidupnya. Di tengah keterbatasan tersebut, ia terbiasa berjuang untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya sendiri.

Sejak kecil, Aldi telah bekerja. Membongkar kayu balok, membersihkan selokan hingga membersihkan rumput pernah ia jalani. Pekerjaan tersebut bukan sekadar aktivitas untuk mendapatkan penghasilan, tetapi menjadi bagian dari perjuangannya agar tetap bisa bersekolah.

Ketika melanjutkan pendidikan S1 di Kota Padang, perjuangan itu kembali berlanjut. Aldi tinggal di panti asuhan untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Kondisi tersebut membuatnya memahami bahwa perjalanan pendidikan tidak selalu ditempuh dengan fasilitas yang lengkap.

Namun, keterbatasan tidak membuatnya berhenti bermimpi. Aldi menyadari bahwa dirinya mungkin tidak dapat menentukan dari keluarga seperti apa ia dilahirkan, tetapi ia masih memiliki kesempatan menentukan masa depannya.

“Saya mungkin tidak bisa memilih dari keluarga mana berasal, akan tetapi saya bisa memilih mau jadi seperti apa di masa depan,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 dan mengajar di Kota Padang, kesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister kembali terbuka. Aldi sebenarnya memperoleh rekomendasi untuk melanjutkan S2 di Kota Padang. Namun, persoalan biaya membuat kesempatan tersebut sulit ia ambil.

Alih-alih mengubur keinginannya, Aldi memilih mencari jalan lain. Ia mempersiapkan diri mengikuti seleksi Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI Batch 1 Tahun 2024.

Selama enam bulan, ia membagi waktu antara kesibukan mengajar dan persiapan seleksi. Proses tersebut akhirnya membuahkan hasil. Aldi berhasil lolos LPDP Batch 1 Tahun 2024 jalur Non-LOA dalam percobaan pertamanya.

Tidak berhenti di sana, ia diterima di tiga perguruan tinggi untuk program Magister Pendidikan Agama Islam, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UPI Bandung.

Setelah melakukan riset terhadap ketiga pilihan tersebut, Aldi memilih melanjutkan pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pilihan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan pendidikannya. Setelah menyelesaikan studi magister, Aldi tidak hanya berhasil meraih gelar M.Pd., tetapi juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Wisuda Periode III Tahun 2026.

Di balik pencapaian itu, ada orang-orang yang selalu menjadi alasan Aldi untuk bertahan ketika perjalanan terasa berat. Senyum nenek, almarhum kakek, dan almarhum abangnya menjadi sumber kekuatan baginya.

Aldi menyadari bahwa hidupnya mungkin tidak berjalan sebagaimana yang ia inginkan sejak awal. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai alasan untuk terus bergerak.

Ia ingin menjadi pambangkik batang tarandam, ungkapan Minang yang ia maknai sebagai upaya menjadi pembangkit dalam keluarga yang mengalami keterbatasan dan memutus mata rantai kesulitan.

“Kelak nanti saya berkeluarga, anak-anak saya tidak akan merasakan hal pedih yang saya rasakan,” ungkapnya.

Bagi Aldi, pendidikan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pendidikan tidak hanya membawanya dari Padang menuju Malang, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Kini, perjalanan panjang yang dimulai dari pekerjaan-pekerjaan sederhana sejak kecil telah membawanya sampai ke panggung wisuda. Toga yang dikenakan Aldi menjadi penanda bahwa mimpi yang dahulu terasa sulit diwujudkan akhirnya dapat diraih.

Perjalanannya menjadi pengingat bahwa keadaan tempat seseorang memulai hidup tidak selalu menentukan tempat ia akan berakhir.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Dari Bongkar Kayu hingga Menembus S2, Perjalanan Muhammad Aldi Meraih Mimpi Pendidikan
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 8, 2026
Share this post
Tags
Archive