MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Berawal dari sebuah gagasan bisnis, tiga mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil membuktikan bahwa ide yang dirancang dengan matang dapat membawa prestasi di tingkat nasional. M. Muzaky Abdurrahman, Zahrotul Ilmi, dan Muhammad Salman sukses meraih Juara 3 Business Plan tingkat nasional yang diselenggarakan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 2 Agustus 2026.
Ketiganya berasal dari latar belakang yang berbeda. M. Muzaky Abdurrahman merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab semester 7, Zahrotul Ilmi dari prodi Sastra Inggris semester 5, sedangkan Muhammad Salman merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab semester 3. Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun perspektif dan mengembangkan ide bisnis.
Kompetisi berlangsung secara bertahap. Seleksi awal dilaksanakan secara daring, kemudian para finalis melanjutkan perjuangan secara luring di Gedung Rektorat UIN Gus Dur Kampus 2. Dari seluruh peserta, sebanyak 21 tim berhasil melaju ke babak final.
Ketertarikan mereka mengikuti kompetisi bermula dari keinginan untuk mengembangkan ide bisnis yang dimiliki sekaligus menguji sejauh mana gagasan tersebut dapat diterapkan dan menjadi solusi atas permasalahan yang ada. Peserta ditantang menyusun business plan secara sistematis, kemudian mempresentasikan gagasan tersebut di hadapan juri pada babak final.
Perjalanan menuju podium tidak selalu mudah. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menyatukan ide dan perspektif dari anggota tim yang berasal dari program studi dan daerah yang berbeda. Perbedaan tersebut kemudian diolah menjadi kekuatan melalui pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari riset, penyusunan konsep dan model bisnis, hingga persiapan presentasi serta pitching.
Bagi mereka, inovasi yang tetap realistis menjadi salah satu kunci yang membuat business plan mampu menarik perhatian juri. Mereka tidak sekadar menawarkan gagasan yang menarik, tetapi berusaha menunjukkan persoalan yang hendak diselesaikan, solusi yang ditawarkan, cara penerapan, serta peluang pengembangannya.
“Mulailah dari masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kembangkan menjadi sebuah solusi, lalu berani ikut berkompetisi. Jangan terlalu fokus pada hasil akhir, karena prosesnya sendiri bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga.” ujar Salman
Predikat Juara 3 menjadi buah dari proses tersebut. Namun, bagi ketiganya, pencapaian ini bukan sekadar tentang piala. Kompetisi mengajarkan bahwa membangun sebuah ide bisnis membutuhkan riset, strategi, kolaborasi, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara meyakinkan.
Pengalaman tersebut juga menjadi pesan bagi mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba kompetisi meski belum memiliki banyak pengalaman. Berangkat dari persoalan sederhana di sekitar, sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi solusi dan bahkan membuka jalan menuju prestasi.