KAMPUS III | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan yang terencana, serta berbagai fasilitas penunjang bagi mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) FKIK UIN Malang, dr. Alvi Milliana, M.Biomed., dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut dr. Alvi, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa, khususnya karena FKIK menaungi bidang pendidikan kedokteran dan farmasi yang membutuhkan sarana praktik serta laboratorium yang lengkap.
“Untuk Kedokteran, seluruh laboratorium, ruang kelas, Clinical Skills Laboratory (CSL), hingga CBT Center tersedia di Gedung Ar-Rahim. Sementara untuk Farmasi, fasilitas pembelajaran berada di Gedung Ibnu Sina dan Al-Biruni,” jelasnya.
Selain fasilitas pembelajaran di dalam kampus, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai wahana pendidikan. Mahasiswa kedokteran dapat menjalani pembelajaran di puskesmas dan rumah sakit mitra, di antaranya RS Karsa Husada Batu, RSUD Kota Malang, RS Saiful Anwar, hingga RSJ Lawang.
Sementara mahasiswa Farmasi dan profesi apoteker dapat memperoleh pengalaman melalui apotek maupun industri. FKIK juga memiliki keunggulan dalam pengembangan pendidikan kedokteran haji dengan melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan interaksi terkait persiapan calon jemaah haji melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait.
Dalam mendukung efektivitas layanan akademik, FKIK juga terus mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital. Sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi, termasuk surat-menyurat, keperluan tugas akhir, surat izin, serta layanan akademik lainnya.
Penguatan fasilitas juga dilakukan melalui penyediaan laboratorium dan ruang pendukung pembelajaran. Fasilitas tersebut dirancang untuk menunjang mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan akademik maupun profesional, termasuk kegiatan penelitian dan penyusunan karya ilmiah.
Sebagai Wakil Dekan yang membidangi administrasi, perencanaan, dan keuangan, dr. Alvi menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran fakultas dilakukan melalui perencanaan yang matang dan terukur.
Perencanaan kegiatan dan kebutuhan fakultas dilakukan melalui rapat kerja yang disiapkan sejak jauh sebelum tahun anggaran berjalan. Setiap program kemudian disusun berdasarkan kebutuhan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana, serta kegiatan kemahasiswaan.
Ia menekankan pentingnya serapan anggaran yang baik dengan tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas. Setiap unit maupun pelaksana kegiatan juga diharapkan segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan dilaksanakan agar pengelolaan anggaran fakultas berjalan tertib dan transparan.
Anggaran fakultas, tidak hanya diarahkan untuk mendukung kegiatan akademik, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana, serta berbagai kegiatan mahasiswa, termasuk dukungan terhadap delegasi mahasiswa dalam kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pengelolaan keuangan dan sarana prasarana, FKIK juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kualifikasi akademik, kompetensi profesional, serta fasilitasi sertifikasi bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi fakultas untuk memastikan seluruh sumber daya manusia mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus mendukung pencapaian target akademik dan kelembagaan.
Dengan dukungan fasilitas, sistem layanan yang semakin terintegrasi, tata kelola keuangan yang akuntabel, serta pengembangan sumber daya manusia, FKIK UIN Malang berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk lulusan unggul.
Lebih dari sekadar menghasilkan dokter dan apoteker, FKIK UIN Malang diarahkan untuk melahirkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi profesional sekaligus berkarakter Ulul Albab, yakni mampu mengintegrasikan keilmuan kedokteran dan kesehatan dengan nilai-nilai Islam.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya FKIK UIN Malang dalam membangun pendidikan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan tenaga kesehatan yang berintegritas, profesional, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat