Skip to Content

KKM Sinergi Nusa UIN Malang Ajak Petani Pasuruan Beralih ke Pupuk Organik, Warga Antusias Ikuti Pelatihan

August 3, 2026 by
KKM Sinergi Nusa UIN Malang Ajak Petani Pasuruan Beralih ke Pupuk Organik, Warga Antusias Ikuti Pelatihan
Ajay
PASURUAN | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Upaya membangun pertanian yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Sinergi Nusa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan pupuk organik di Desa Kedemungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu-Minggu, 1–2 Agustus 2026.
Mahasiswa KKM Sinergi Nusa UIN Malang menyampaikan materi pembuatan pupuk organik kepada warga Desa Kedemungan, Pasuruan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendorong terciptanya pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bernilai guna. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan limbah organik juga diharapkan mampu menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang selama ini masih mendominasi aktivitas pertanian.
Warga Desa Kedemungan mengikuti praktik pembuatan pupuk organik bersama mahasiswa KKM Sinergi Nusa UIN Malang.
Kegiatan hari pertama diawali dengan penyampaian materi mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) oleh Ahmad Ghanaim Fasya, M.Si. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai manfaat pupuk organik cair, bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, hingga tahapan pembuatannya sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat.

"Potensi limbah organik di sekitar kita sangat besar. Jika diolah dengan benar, limbah tersebut tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian," jelasnya.
Kegiatan pelatihan pupuk organik sebagai bagian dari pengabdian masyarakat KKM Sinergi Nusa UIN Malang di Pasuruan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Rif’atul Mahmudah, M.Si., yang mengulas teknik pembuatan pupuk kompos dari limbah organik. Ia menjelaskan proses pengolahan kompos yang baik, manfaatnya dalam meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus pentingnya mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan agar produktivitas lahan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Kepala Desa Kedemungan memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKM Sinergi Nusa UIN Malang yang hadir memberikan edukasi langsung kepada warga.

"Kami sangat senang ada mahasiswa yang turun langsung membantu warga. Ini ilmu yang sangat bermanfaat untuk pertanian kami ke depan," ujarnya.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik cair bersama masyarakat. Mahasiswa mendampingi warga mulai dari proses pencampuran bahan, teknik fermentasi, hingga cara penyimpanan pupuk agar menghasilkan kualitas terbaik saat diaplikasikan di lahan pertanian.

Suasana semakin hidup ketika sesi diskusi menghadirkan pengalaman para petani setempat. Salah satunya disampaikan oleh sesepuh petani Desa Kedemungan, Pak Salim. Ia mengenang masa ketika hasil panen padi di desanya sangat melimpah. Namun, kondisi tersebut perlahan berubah dalam beberapa tahun terakhir akibat menurunnya kesuburan lahan dan meningkatnya serangan hama.

"Ini juga karena kita terlalu tergantung sama pupuk kimia," ungkap Pak Salim.

Pernyataan tersebut semakin menguatkan pentingnya upaya edukasi mengenai penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga aktif mengikuti sesi pemaparan materi, berdiskusi dengan narasumber, hingga terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik. Kebersamaan mahasiswa, dosen pembimbing, perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih mandiri dan berwawasan lingkungan.

Melalui program ini, KKM Sinergi Nusa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap masyarakat Desa Kedemungan semakin termotivasi untuk memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk alami. Langkah sederhana tersebut diyakini mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia, serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat melalui pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan.

Apabila akan dipublikasikan di website UIN Malang, berita ini juga dapat dioptimalkan untuk SEO dengan judul, subjudul, dan kata kunci yang lebih mudah ditemukan di mesin pencari.



Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Kontributor
KKM Sinergi Nusa UIN Malang Ajak Petani Pasuruan Beralih ke Pupuk Organik, Warga Antusias Ikuti Pelatihan
Ajay August 3, 2026
Share this post
Tags
Archive