MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Keberanian untuk mengirimkan sebuah karya terkadang tidak selalu disertai ekspektasi untuk menjadi juara. Hal itu dialami Muhammad Rayhan Firdaus Putra Pangestu, mahasiswa semester 1 Prodi Arsitektur, yang berhasil meraih juara 3 Lomba Karya Favorit;dalam pameran Architecture Carnival 7.0.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 1–4 Oktober oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur “Hajar Aswad”. Pameran ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar dan pegiat arsitektur.
Berbeda dengan lomba yang menggunakan sistem penilaian langsung dari dewan juri, Lomba Karya Favorit dalam Architecture Carnival 7.0 menggunakan sistem voting dari pengunjung pameran. Pengunjung dapat memberikan suara dengan menempelkan stiker pada karya yang mereka sukai. Karya dengan jumlah voting terbanyak berkesempatan menjadi pemenang.
Bagi Rayhan, tantangan dalam mengikuti lomba bukan terletak pada proses pembuatan karya. Ia hanya memiliki waktu sekitar satu hari untuk mempersiapkan pengiriman, sebab karya yang diikutsertakan sebenarnya sudah selesai dibuat dari rumah dan kemudian dikirim ke Malang untuk dipamerkan.
Tantangan berikutnya justru datang dari persaingan dengan karya-karya lain yang turut dipajang dalam pameran. Setiap karya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perhatian pengunjung dan mengumpulkan suara.
Menariknya, Rayhan mengikuti pameran tersebut tanpa banyak diketahui oleh teman-teman satu angkatannya. Ia mengaku mengirimkan karyanya tanpa sempat menghubungi teman-temannya terlebih dahulu.

Hal yang tidak disangka kemudian terjadi ketika teman-temannya datang mengunjungi pameran. Salah seorang dari mereka menyadari bahwa karya Rayhan ternyata turut dipajang setelah melihat unggahan Instagram Rayhan yang memperlihatkan karyanya.
“Saya mengirim karya ini ke pameran Architecture tanpa pengetahuan teman saya karena tidak sempat menghubungi. Ketika teman-teman seangkatan sudah sampai di pameran, ada salah satu dari mereka yang melihat karya saya dipajang karena melihat postingan Instagram saya,” tutur Rayhan.
Rayhan pun tidak secara khusus meminta teman-temannya untuk memberikan suara. Ia membiarkan karyanya dinilai secara alami oleh para pengunjung pameran.
Di luar dugaan, karya tersebut akhirnya berhasil meraih juara 3 Lomba Karya Favorit. Pencapaian itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Rayhan sebagai mahasiswa Arsitektur semester awal.
Baginya, mengikuti Architecture Carnival 7.0 bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan. Ia juga memperoleh kesempatan untuk melihat berbagai karya lain dan belajar dari karya-karya yang dipamerkan.
“Seru serta mendapatkan pengalaman baru dan ilmu baru setelah melihat karya-karya pameran," ungkapnya.
Kisah Rayhan menunjukkan bahwa sebuah karya tidak selalu harus diawali dengan ambisi besar untuk menjadi pemenang. Terkadang, keberanian untuk menunjukkan karya kepada publik saja sudah menjadi langkah penting. Dari sebuah karya yang dikirim tanpa banyak diketahui orang, justru lahir pengalaman dan pencapaian yang tidak disangka-sangka.