Skip to Content

Mahasiswa BSA UIN Malang Raih Medali Emas MHQ 20 Juz dalam PORSI Jawara II 2026

September 13, 2026 by
Mahasiswa BSA UIN Malang Raih Medali Emas MHQ 20 Juz dalam PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Membaca sholawat dan istighfar menjadi cara Sabila Izzati Yursadiyah menenangkan diri sebelum tampil dalam kompetisi. Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester 3 tersebut berhasil meraih medali emas cabang Musabaqah Hifzil Qur’an 20 juz dalam PORSI Jawara, kompetisi antarperguruan tinggi Islam negeri se-Indonesia yang digelar pada 9–13 September 2026.

Sabila tampil dengan nomor urut 21 pada babak penyisihan. Setelah berhasil melaju ke final, ia kembali tampil dengan nomor urut 3. Rasa gugup tentu tidak dapat sepenuhnya dihindari, terlebih ketika harus berhadapan dengan peserta lain dalam kompetisi hafalan Al-Qur’an.

Untuk menjaga ketenangan, Sabila menerapkan nasihat yang selama ini ia dapatkan dari para gurunya. Ia membaca sholawat dan istighfar agar hati dan pikiran tetap tenang sekaligus terjaga selama perlombaan.

“Deg-degan sudah pasti ada dan cara saya mengatasinya dengan membaca sholawat dan istighfar sesuai dawuh dari guru-guru saya agar hati dan pikiran tetap tenang sekaligus terjaga,” ujarnya.

Selain persiapan mental, air minum juga menjadi bagian kecil yang tidak ia lupakan sebelum tampil. Baginya, menjaga kondisi tubuh tetap rileks turut membantu menghadapi perlombaan.

Di balik penampilannya, terdapat pola murojaah yang cukup disiplin. Sabila memiliki target harian minimal lima juz dan berusaha mencapai tujuh juz apabila memungkinkan. Dengan pola tersebut, ia dapat menyelesaikan murojaah 30 juz dalam waktu sekitar empat hari.

“Tips murojaah ala saya yaitu dengan menargetkan tiap harinya, dengan target minimal 5 juz dan kalau bisa mencapai 7 juz, jadi dalam 4 hari sudah bisa mencapai 30 juz,” jelasnya.

Pada cabang MHQ 20 juz, terdapat 26 peserta, yang terdiri atas 12 peserta putra dan 14 peserta putri. Persaingan tersebut membuat setiap peserta tidak hanya membutuhkan hafalan yang kuat, tetapi juga kesiapan mental dan konsistensi dalam menjaga hafalan.

Bagi Sabila, menjaga hafalan Al-Qur’an bukan hanya persoalan seberapa banyak ayat yang mampu diingat. Sebelum murojaah, ia membiasakan diri untuk bertawassul kepada orang tua, guru-guru, dan dirinya sendiri. Ia juga berusaha untuk tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki.

Menurutnya, proses menjaga Al-Qur’an harus diiringi dengan kemauan untuk terus belajar, termasuk mendalami makna-makna yang terkandung di dalamnya. Konsistensi, daya juang, dan kemampuan menjaga hati juga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

“Yang utama ialah harus selalu tawassul kepada orang tua, guru-guru dan diri sendiri setiap akan murojaah, tidak boleh berpuas diri dan terus belajar untuk mendalami makna-makna Al-Qur’an, harus konsisten dan memiliki daya juang yang tinggi, jaga hati sebaik mungkin,” pesannya.

Medali emas yang diraihnya menjadi buah dari perpaduan antara kedisiplinan murojaah, ketenangan saat tampil, serta ikhtiar menjaga hubungan dengan Al-Qur’an. Bagi Sabila, kemenangan tersebut sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga hafalan dan memperdalam kandungan Al-Qur’an, bukan berhenti setelah kompetisi usai.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Mahasiswa BSA UIN Malang Raih Medali Emas MHQ 20 Juz dalam PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 13, 2026
Share this post
Tags
Archive