MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Suara yang hampir habis dan batuk sehari sebelum perlombaan sempat membuat Nasywa Amelia Diva Salsabila pesimis. Namun, mahasiswa Program Studi Farmasi semester 5 tersebut tetap berusaha menjaga keyakinan hingga akhirnya berhasil meraih medali perak dalam cabang lomba pop solo Islami pada PORSI 2026 di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Nasywa menjadi salah satu dari 18 peserta dalam perlombaan tersebut dan tampil dengan nomor urut 8. Ia membawakan dua lagu, yakni Rapuh dan Ayat-Ayat Cinta. Kedua lagu tersebut dipilihnya sendiri karena cukup familiar dan relatif mudah dikuasai, sehingga ia lebih leluasa memberikan improvisasi saat tampil.
Persiapan menuju perlombaan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Informasi perlombaan yang diterimanya secara mendadak membuat Nasywa tidak memiliki waktu latihan hingga satu bulan. Bahkan, pembuatan dan pengumpulan instrumen dilakukan pada hari terakhir batas pengumpulan.
Tidak hanya memiliki waktu persiapan terbatas, Nasywa juga mempersiapkan penampilannya secara mandiri tanpa pendamping. Mulai dari latihan, menyewa studio untuk berlatih teknik miking, hingga menyiapkan kostum dan berbagai keperluan penampilan dilakukan sendiri.
Tantangan justru terasa pada teknik vokal dan improvisasi yang biasanya bisa dibantu oleh pelatih. Meski begitu, ia tetap berusaha mengoptimalkan latihan yang dimiliki.
Kekhawatiran terbesar datang sehari sebelum perlombaan. Suara Nasywa sempat hampir habis dan tiba-tiba disertai batuk. Kondisi tersebut sempat membuatnya down dan pesimis akan mampu tampil maksimal keesokan harinya.

Ia kemudian berusaha memulihkan kondisinya dengan obat yang telah dibawa serta mengandalkan kebiasaannya mengonsumsi kencur sebelum bernyanyi. Ia juga menjaga kondisi tenggorokan dengan menghindari minuman es dan tidak makan berat menjelang tampil.
“Paginya sudah terasa mendingan. Sebenarnya masih pesimis takut suara habis ketika perform, tapi aku selalu manifest dan percaya sama diriku sendiri kalau aku bisa dan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.
Keyakinan tersebut akhirnya terbayar. Nasywa berhasil membawa pulang medali perak. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari usaha latihan, persiapan penampilan, keyakinan terhadap diri sendiri, serta doa dan restu orang tua maupun orang-orang terdekat.
Bagi Nasywa, kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah. Ia mendorong mahasiswa yang memiliki bakat menyanyi untuk mulai berani menunjukkan kemampuannya melalui kompetisi, termasuk dengan mencoba lomba internal terlebih dahulu untuk melatih mental.
“Kalau kalian merasa punya bakat nyanyi jangan disembunyiin. Coba-coba aja dulu ikut lomba nyanyi yang internal buat mengasah dan melatih mental. Menang kalah itu urusan terakhir, yang penting kita sudah berusaha menampilkan yang terbaik,” pesannya.