MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Di tengah ramainya kedatangan mahasantri baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sejumlah musyrifah turut berjaga di berbagai titik untuk memastikan para mahasantri dan wali mendapatkan arahan yang tepat. Senin, 10 - 14 Agustus 2026, selama lima hari masa kedatangan mahasantri baru, musyrifah ditugaskan menjaga tujuh pos yang tersebar di sejumlah lokasi di lingkungan kampus.
Tujuh pos tersebut ditempatkan di titik-titik strategis, di antaranya sekitar mabna putra dan putri, Masjid Tarbiyah, Masjid Ulul Albab, area antara Gedung A dan Gedung B, serta lapangan. Penempatan pos dilakukan untuk memudahkan mahasantri maupun wali yang membutuhkan informasi mengenai lokasi dan alur kedatangan.
Musyrifah yang bertugas tidak hanya berjaga, tetapi juga membantu mengarahkan para wali dan mahasantri agar tidak kesulitan menemukan lokasi yang dituju. Pertanyaan yang diberikan pun beragam, mulai dari lokasi pintu keluar, letak mabna, hingga tempat pelaksanaan validasi kampus.
“Biasanya ada yang bertanya mabna ini di mana, pintu keluarnya lewat mana, atau validasi kampus tempatnya di mana. Kami membantu mengarahkan supaya wali dan mahasantri tidak kebingungan,” ujar salah satu musyrifah yang bertugas di pos.
Untuk menjaga pelayanan selama proses kedatangan berlangsung, musyrifah dibagi menjadi dua shift, yakni shift pagi dan siang. Pergantian petugas dilakukan secara bergantian sehingga setiap pos tetap terjaga sepanjang waktu yang telah ditentukan.
Keberadaan tujuh pos tersebut menjadi bagian dari upaya Ma’had dalam membantu kelancaran proses kedatangan mahasantri baru. Dengan adanya musyrifah di setiap titik, para wali dan mahasantri dapat memperoleh informasi secara langsung ketika mengalami kesulitan menemukan lokasi yang dituju.
Di balik padatnya arus kedatangan mahasiswa baru, para musyrifah menjadi salah satu pihak yang turut memastikan langkah pertama mahasantri di lingkungan UIN Malang berlangsung dengan lebih terarah dan tertib.