MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Antusiasme calon mahasiswa untuk menembus jalur Beasiswa Teladan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang benar-benar di luar dugaan. Khusus pada jalur tahfidz 30 juz, jumlah pendaftar menembus angka 242 peserta, jauh melampaui bidang lain seperti seni, olahraga, qiraatul kutub, hingga hafalan hadis.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda terhadap penguatan kompetensi keagamaan, khususnya hafalan Al-Qur’an, terus meningkat. Bukan sekadar banyak, tapi juga kompetitif.
Kepala Biro AAKK, Ita Hidayatus Sholihah, menjelaskan bahwa jalur Beasiswa Teladan memang dirancang untuk menjaring calon mahasiswa unggulan yang mampu mendorong daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.
“Seleksi ini diharapkan menghasilkan input mahasiswa berkualitas yang nantinya bisa membawa UIN Malang semakin maju melalui keunggulan akademik dan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya saat ditemui di lokasi seleksi.

Ia menegaskan, proses seleksi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap peserta diuji langsung oleh tim penguji ahli yang telah terverifikasi, sesuai dengan bidang kompetensinya masing-masing. Pendekatannya sederhana tapi serius: bukan hanya melihat sertifikat, tapi menguji kemampuan nyata.
Seleksi Beasiswa Teladan ini dilaksanakan dalam satu hari penuh. Kamis, 9 April 2026, mulai pukul 08.00 hingga selesai. Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dengan sistem seleksi yang ketat dan partisipasi tinggi, program ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik. Mereka bukan hanya akan menjadi mahasiswa, tetapi juga representasi visi besar kampus: menjadi perguruan tinggi Islam unggul bereputasi internasional.
Kalau melihat jumlah pendaftar tahfidz yang tembus ratusan, satu hal jadi jelas. Menghafal 30 juz bukan lagi sesuatu yang langka. Sekarang justru jadi “standar tinggi” yang siap diperebutkan.