Skip to Content

Rapim UIN Malang 2026 Fokus Tajamkan Program dan Perkuat Daya Saing Global

April 16, 2026 by
Rapim UIN Malang 2026 Fokus Tajamkan Program dan Perkuat Daya Saing Global
Ajay
KAMPUS I | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Pagi itu, suasana rapat kerja pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berlangsung di ruang Senat gedung Rektorat Lt.4 itu terasa lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Kamis, 16 April 2026, sebanyak 59 pimpinan kampus berkumpul dengan satu agenda besar: memastikan arah kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar sampai pada hasil yang terukur.
Rapat dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Dalam arahannya, ia tidak berbasa-basi. Nada pesannya jelas: komitmen sudah ada, tetapi ketajaman pelaksanaan tidak boleh tumpul di tengah jalan.
“Awal itu biasanya tajam, tapi jangan sampai hilang di tengah jalan,” tegasnya, mengingatkan bahwa lupa adalah hal manusiawi, tetapi tidak boleh dinormalisasi dalam tata kelola institusi.
Evaluasi menjadi kata kunci. Bagi Rektor, capaian bukan sekadar angka, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi. Program yang sudah baik harus dipertahankan, yang belum optimal harus segera diperbaiki dengan strategi yang jelas dan terukur.
Sorotan pertama tertuju pada capaian program 100 hari. Rektor secara terbuka “menagih” laporan yang belum rampung, mulai dari implementasi kurikulum berbasis industri di setiap program studi, hingga kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Data yang belum lengkap diminta segera dituntaskan, lengkap dengan bukti dukung yang konkret.
Tidak hanya itu, sejumlah agenda strategis lain juga disorot: sertifikasi skema BNSP, penguatan green campus dan eco pesantren, hingga publikasi dan sitasi riset di tingkat fakultas. Bahkan, modernisasi website dan pengembangan smart campus turut menjadi perhatian, bukan sekadar program simbolik, tetapi harus benar-benar berjalan dan terukur progresnya. “Kalau program tidak dikawal, ya seperti di jalanan, hilang begitu saja. Ukurannya sudah jelas, tinggal kita serius atau tidak,” ujarnya lugas.
Rapim kali ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali lima misi utama kampus. Mulai dari penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam yang integratif dan adaptif, penguatan Tri Dharma berbasis kompetensi, hingga tata kelola universitas yang baik. Tidak ketinggalan, visi besar sebagai smart dan green campus serta peningkatan rekognisi internasional kembali ditegaskan.
Dalam konteks global, Rektor menyoroti pentingnya membangun narasi positif tentang lulusan PTKIN. Ia menyinggung stereotip yang beredar di masyarakat terkait kompetensi lulusan, dan meminta pimpinan fakultas aktif membalikkan persepsi tersebut melalui data, prestasi, dan testimoni alumni. “Jawabannya bukan debat, tapi bukti. Tunjukkan capaian mahasiswa dan alumni kita,” katanya.
Media sosial, menurutnya, bukan lagi ruang personal semata, tetapi kanal strategis untuk membangun reputasi institusi. Pimpinan diharapkan hadir sebagai representasi kampus, menampilkan kinerja nyata, bukan sekadar aktivitas seremonial.
Isu lain yang tak luput dari perhatian adalah kualitas lulusan, atmosfer akademik, hingga kesehatan mental mahasiswa. Rektor bahkan menyinggung pentingnya desain kurikulum yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga menyehatkan secara fisik dan mental.
Di sisi lain, agenda internasionalisasi juga menjadi perhatian serius. Dengan investasi besar yang telah digelontorkan, capaian akreditasi internasional dan peningkatan peringkat global tidak boleh mandek. Rektor mengingatkan bahwa setiap anggaran harus berbanding lurus dengan output yang jelas.
Menariknya, di tengah berbagai catatan kritis itu, capaian UIN Malang yang telah menembus 23 besar nasional tetap diapresiasi. Namun, bagi Rektor, itu bukan garis akhir. “Ini baru pijakan. Lompatan berikutnya harus lebih tinggi,” ujarnya.
Rapat kerja ini akhirnya bukan sekadar forum laporan, tetapi ruang konsolidasi sekaligus pengingat: bahwa mimpi besar kampus hanya bisa dicapai jika setiap lini bergerak dengan arah yang sama—terencana, terukur, dan konsisten.

Di ruang itu, satu pesan terasa mengendap kuat: komitmen tidak cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan.


Editor: Humas
Reporter: Abadi Wijaya
Fotografer: Ajay
Rapim UIN Malang 2026 Fokus Tajamkan Program dan Perkuat Daya Saing Global
Ajay April 16, 2026
Share this post
Tags
Archive