MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY– Suasana penuh syukur menyelimuti penempatan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang digelar pada Selasa 4 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., sekaligus menjadi momentum untuk menggelar dengar pendapat terkait persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Acara tasyakuran dipimpin oleh Dekan FUSI, Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, S.Ag., M.H., yang mencatat sejarah sebagai dekan pertama fakultas baru tersebut. Dalam kesempatan itu, Rektor Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa lahirnya FUSI merupakan langkah strategis UIN Maliki Malang dalam memperkuat pengembangan ilmu-ilmu keislaman.
Menurutnya, proses pendirian sebuah fakultas baru bukanlah perkara mudah. Berbagai tahapan panjang harus dilalui hingga akhirnya FUSI resmi berdiri sebagai bagian dari penguatan kelembagaan universitas.
"FUSI hadir sebagai bentuk pengembangan keilmuan agama di UIN Maliki Malang. Karena itu, tahap awal yang harus dilakukan adalah penataan internal, mulai dari home base dosen, rasio dosen dan tenaga kependidikan, hingga penyusunan profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri," tegas Prof. Ilfi.
Selain pembenahan internal, Rektor juga mengingatkan pentingnya memperkuat eksistensi perguruan tinggi melalui publikasi yang lebih masif. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Agama agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin aktif menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat.
Ia mendorong seluruh fakultas untuk memperbanyak publikasi berbagai capaian, seperti kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), prestasi akademik, hingga kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan.
Rektor juga mengajak sivitas akademika memperkuat gerakan filantropi melalui pengelolaan wakaf uang, zakat, infak, dan sedekah (ZISWA). Menurutnya, gerakan tersebut menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Gerakan filantropi harus dilakukan secara masif agar semakin banyak anak bangsa yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prof. Ilfi turut mengingatkan pentingnya peningkatan kinerja fakultas maupun universitas. Seluruh indikator kinerja harus mengacu pada Perjanjian Kinerja (Perkin) Kementerian Agama serta Kontrak Kinerja Kementerian Keuangan sehingga setiap program yang dijalankan memiliki arah dan target yang jelas.
Sementara itu, Dekan FUSI Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah mengakui bahwa membangun fakultas baru bukanlah pekerjaan ringan. Berbagai tantangan harus siap dihadapi.
"Membangun fakultas baru tentu penuh tantangan. Dengan dukungan penuh seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang, kami optimistis FUSI akan tumbuh menjadi fakultas yang unggul dan memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam," ungkap Prof. Erfaniah.
Melalui tasyakuran ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam, menghadirkan tata kelola kelembagaan yang semakin baik, serta melahirkan lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.