KAMPUS II BATU | MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Pascasarjana UIN Malang, Kota Batu, Senin 8 juni 2026, ini menjadi ajang penguatan kompetensi bagi ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bahkan luar negeri.
Menariknya, PKDP tahun ini dilaksanakan menggunakan skema blended learning, memadukan pembelajaran daring dan luring untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan efektif bagi para peserta.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta PKDP tahun ini sangat luar biasa. Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga mengikuti kegiatan dari luar negeri.
“PKDP PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini sangat luar biasa. Pesertanya sudah menyebar dari Sabang sampai Merauke. Bahkan ada yang mengikuti dari Belanda, Eropa, dan Jerman. Ini patut diapresiasi, baik bagi peserta yang hadir secara offline maupun online,” ujarnya.
Sri Harini menjelaskan bahwa model blended learning dipilih untuk memberikan kemudahan bagi para dosen yang tetap harus menjalankan berbagai aktivitas akademik di kampus masing-masing.
“Kegiatan PKDP ini dilaksanakan secara blended learning sehingga diharapkan mampu memberikan fleksibilitas kepada para peserta di tengah aktivitas mereka yang sangat padat,” tambah mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi tersebut.
Ratusan peserta yang mengikuti program ini berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan maupun umum di seluruh Indonesia. Melalui kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka, para dosen memperoleh kesempatan untuk tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga berinteraksi, berdiskusi, berkolaborasi, dan melakukan praktik pembelajaran secara langsung.
Sebagai program strategis pengembangan sumber daya manusia, PKDP dirancang untuk membekali dosen pemula dengan berbagai kompetensi penting yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi. Kompetensi tersebut meliputi aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang menjadi fondasi utama bagi seorang dosen profesional.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan berbagai perguruan tinggi kepada UIN Malang sebagai penyelenggara PKDP merupakan bukti kualitas dan kapasitas institusi dalam mengelola program pengembangan kompetensi dosen.
Menurutnya, dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai, tenaga pengajar yang berpengalaman, serta lingkungan akademik yang kondusif menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pelaksanaan PKDP 2026.
“PKDP bukan hanya menjadi sarana peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga menjadi wadah untuk melahirkan dosen-dosen yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam proses pembelajaran, dan mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan PKDP 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan akademik dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional melalui penguatan kualitas dosen sebagai ujung tombak proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat mencetak dosen profesional, kompeten, dan berdaya saing global, PKDP 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Berita ini cocok untuk rilis website kampus karena memiliki unsur aktualitas, kutipan narasumber, nilai kebaruan, serta menonjolkan capaian dan reputasi UIN Malang sebagai penyelenggara PKDP berskala nasional dan internasional.