MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Tim mahasiswa lintas program studi yang tergabung dalam Tim MalPlaz berhasil meraih Juara 3 Sharia National Scientific Paper Competition dalam rangkaian Jember Islamic Economic Fair (JIEF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember.
Kompetisi ilmiah tingkat nasional tersebut berlangsung melalui beberapa tahapan. Pendaftaran dimulai pada 22 Agustus 2026, dilanjutkan semifinal secara daring melalui pengumpulan full paper pada 8 September. Selanjutnya, para finalis mengikuti babak final secara luring pada 19 September 2026, sebelum ditutup dengan agenda awarding dan seminar pada 20 September 2026.
Tim MalPlaz yang berhasil membawa nama UIN Malang dalam kompetisi tersebut terdiri atas Wardah Naila Rahmatika dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Nanda Fitriyah dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Fahmi Ulum dari Program Studi Manajemen.
Bagi Wardah Naila Rahmatika, keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi momentum untuk mengisi waktu sekaligus mencari pengalaman dan inspirasi, terutama karena dirinya tengah berada pada semester yang relatif lebih longgar dan belum mengajukan judul skripsi.
“Semester ini saya lebih longgar karena sudah tidak ada mata kuliah dan masih belum mengajukan judul skripsi. Jadi, lomba ini menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu luang sekaligus mencari inspirasi untuk judul skripsi,” ungkap Wardah.
Motivasi mengikuti kompetisi juga semakin kuat karena JIEF 2026 menjadi lomba kedua yang diikuti Wardah selama masa perkuliahan. Baginya, kompetisi bukan semata-mata tentang mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan menguji kemampuan dalam menyampaikan pemikiran.
“Ini kali kedua saya ikut lomba selama kuliah, jadi saya cukup semangat untuk berpartisipasi dalam ajang seperti ini, terutama karena bisa menjadi tempat untuk bertukar pikiran,” tuturnya.
Perjalanan menuju babak final pun tidak berlangsung tanpa tantangan. Pada tahap semifinal, tim berfokus mengumpulkan dan mengolah data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Setelah dinyatakan lolos ke final, persiapan berlanjut dengan menyusun materi presentasi dalam waktu sekitar satu minggu.
Tim kemudian menyiapkan PowerPoint, menyusun skrip presentasi bersama pembimbing, Bu Rizka, serta melakukan latihan secara intensif agar mampu menyampaikan hasil penelitian dengan baik di hadapan juri.
Namun, persiapan yang cukup singkat membuat tim harus bekerja ekstra. Wardah mengakui, penyusunan presentasi kali ini berlangsung dalam waktu yang lebih terbatas dibandingkan pengalaman lomba sebelumnya. Meski demikian, tim tetap berupaya membuat materi presentasi secara matang dengan menonjolkan poin-poin utama dari paper yang telah disusun.
Tantangan lain muncul dari sisi paper penelitian. Setelah dikumpulkan, paper tersebut masih dikonsultasikan lebih lanjut untuk penyusunan skrip presentasi. Dari proses bimbingan, tim memperoleh masukan bahwa arah penelitian yang dibawa masih perlu dibuat lebih tajam.
Hasil penilaian paper yang menempatkan Tim MalPlaz di peringkat keempat dengan skor 74 juga sempat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi tim untuk memperbaiki penampilan pada babak final.
Memasuki babak final, tantangan kembali muncul. Saat menyampaikan presentasi, Wardah sempat mengalami blank di tengah pemaparan. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa belum dapat memberikan penampilan secara maksimal.
“Saya pribadi setelah presentasi agak kepikiran karena merasa masih belum all-out. Saya juga sempat tiba-tiba blank di tengah presentasi. Akhirnya saya mencoba tetap fokus dengan menyampaikan inti dari materi, meskipun mungkin tidak setajam yang ada di skrip,” ujarnya.
Meski menghadapi kendala saat presentasi, kekuatan tim justru terlihat ketika memasuki sesi tanya jawab. Ketiga anggota saling membantu dan melengkapi jawaban ketika berhadapan dengan pertanyaan dari para juri.

“Tim kami tetap bisa saling membantu dan melengkapi saat sesi tanya jawab dengan juri, walaupun memang tidak semuanya berjalan semulus yang diharapkan,” tambahnya.
Hingga akhirnya, seluruh proses tersebut berbuah hasil. Tim MalPlaz berhasil mengamankan Juara 3 Sharia National Scientific Paper Competition JIEF 2026. Capaian tersebut disambut dengan rasa senang sekaligus tidak percaya, terlebih sebelumnya Wardah sempat merasa pesimis terhadap peluang tim untuk meraih juara.
“Saya senang, kaget, dan tidak menyangka. Awalnya saya agak pesimis bisa mendapatkan juara. Tapi apa pun hasilnya, saya akan tetap menerima karena kami sudah berusaha dan saling membantu semampu kami,” ungkapnya.
Bagi Tim MalPlaz, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian akhir sebuah kompetisi. Lebih dari itu, perjalanan JIEF 2026 menjadi pengalaman berharga dalam proses belajar, bekerja sama, menyusun gagasan ilmiah, hingga mempertanggungjawabkannya di hadapan para juri.
Wardah pun menyampaikan rasa syukur atas seluruh proses yang telah dilalui bersama tim.
“Saya bersyukur karena lomba di JIEF ini bisa berjalan sampai selesai dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan segala hambatan selama prosesnya. Terima kasih kepada tim atas kerja samanya, baik sebelum, saat, maupun sesudah lomba ini,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk terus berkembang dan berpartisipasi dalam kompetisi lainnya.
“Semoga ke depannya kami bisa lebih banyak menorehkan prestasi di kompetisi-kompetisi lainnya,” pungkasnya.
Capaian Tim MalPlaz di JIEF 2026 sekaligus menunjukkan bahwa ruang kompetisi dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan riset, memperkuat kerja sama lintas bidang, serta berani membawa gagasan ke tingkat nasional.