Skip ke Konten

Mahasiswi PBA UIN Malang Raih Juara 2 Qiroatus Syi'ir Nasional

1 Oktober 2026 oleh
Mahasiswi PBA UIN Malang Raih Juara 2 Qiroatus Syi'ir Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Maulidiyyah Amrullah, mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, berhasil meraih Juara 2 dalam cabang lomba Qiroatus Syi’ir yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 12 September 2026. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Jurusan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga dan diikuti sekitar 30 peserta.
Qiroatus Syi’ir merupakan cabang lomba pembacaan syair Arab yang menilai ketepatan pelafalan, kefasihan, intonasi, serta penghayatan peserta ketika membawakan syair. Perlombaan berlangsung secara individu dengan setiap peserta tampil secara bergantian di hadapan dewan juri.
Sebagai peserta individu, Maulidiyyah harus mempersiapkan seluruh kebutuhan perlombaan secara mandiri, mulai dari teks dan hafalan hingga teknik pembacaan. Persiapan tidak hanya berfokus pada ketepatan pelafalan, tetapi juga bagaimana syair dapat disampaikan dengan penghayatan yang baik kepada pendengar.
Bagi Maulidiyyah, capaian tersebut menjadi pengalaman yang berarti di awal perjalanan perkuliahannya. Ia merasa bersyukur karena proses latihan dan keberaniannya untuk terus mencoba akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, tentu saya merasa sangat senang dan bersyukur. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang mendapatkan sebuah juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses, latihan, dan keberanian untuk terus mencoba pada akhirnya dapat memberikan hasil,” ungkapnya.
Selain pengalaman berkompetisi, perjalanan menuju Yogyakarta bersama rombongan dari Al-Kindy juga menjadi bagian yang tidak terlupakan. Maulidiyyah tidak menjalani perlombaan seorang diri. Sebelum tampil, para anggota rombongan saling memberikan dukungan dan membantu satu sama lain.
Kebersamaan tersebut bahkan tetap terasa selama berada di penginapan. Mereka menghabiskan waktu dengan berbagi cerita, bercanda, serta menikmati berbagai suguhan khas Yogyakarta. Bagi Maulidiyyah, suasana kekeluargaan tersebut justru menjadi salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan.
“Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang kompetisi dan hasil akhir, tetapi juga tentang orang-orang yang membersamai prosesnya. Justru kebersamaan itulah yang membuat pengalaman ini menjadi salah satu kenangan yang sangat berharga bagi saya,” tuturnya.
Capaian sebagai Juara 2 juga tidak terlepas dari pengalaman Maulidiyyah menghadapi kegagalan sebelumnya. Ia mengaku pernah beberapa kali mengikuti perlombaan ketika masih sekolah, tetapi belum memperoleh hasil yang diharapkan.
Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran baginya untuk terus mengevaluasi diri dan kembali mencoba. Menurutnya, kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses menuju pencapaian berikutnya.
“Menjadi seorang pejuang bukan berarti selalu berhasil sejak percobaan pertama, tetapi berani tetap melangkah meskipun berkali-kali mengalami kegagalan,” ujarnya.
Melalui pengalaman tersebut, Maulidiyyah mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba berbagai kesempatan. Baginya, setiap orang memiliki proses dan waktu masing-masing untuk mencapai keberhasilan.

“Yang terpenting adalah tetap berusaha, terus belajar, dan tidak berhenti hanya karena pernah gagal. Bisa jadi, kegagalan yang kita alami hari ini sedang mempersiapkan kita untuk keberhasilan yang datang pada waktu yang tepat,” pungkasnya.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Mahasiswi PBA UIN Malang Raih Juara 2 Qiroatus Syi'ir Nasional
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah 1 Oktober 2026
Share post ini
Label
Arsip