MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI sekaligus Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Presiden memaparkan sejumlah capaian pemerintahan sekaligus arah kebijakan transformatif yang akan dilanjutkan pada sisa masa jabatan.
Presiden menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih bekerja dengan berpedoman pada konstitusi, kepentingan nasional, serta orientasi pada kepentingan rakyat. Menurutnya, pembangunan bangsa bukan semata-mata menjadi tanggung jawab presiden maupun pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Saya belum bisa mengatakan bahwa persoalan janji saya telah tertunaikan. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, dengan kerja keras yang disadari dengan hati tulus, orientasi kepada rakyat, serta gotong royong bersama rakyat, masalah dapat kita selesaikan. Kita akan mulai selesaikan,” ujar Presiden.
Salah satu capaian yang disoroti adalah keberhasilan pemerintah mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target. Presiden menyebut swasembada pangan yang sebelumnya ditargetkan dalam empat tahun telah dicapai dalam waktu sekitar satu tahun. Capaian tersebut merupakan hasil kerja Kementerian Pertanian bersama berbagai kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta unsur lainnya.
Tahun ini, pemerintah menargetkan delapan komoditas pangan mencapai swasembada. Sementara itu, pemerintah masih terus mengupayakan swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi, dan kerbau. Untuk kebutuhan protein, Indonesia disebut telah berhasil mencapai swasembada pada komoditas telur, ikan, dan ayam.
Presiden juga menegaskan bahwa program prioritas lainnya, seperti penyediaan makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi telah berjalan serta mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mengambil kebijakan transformatif untuk memperkuat kemandirian dan perekonomian nasional.
Dalam bidang ekonomi, Presiden menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Di tengah tekanan ekonomi global dan gangguan rantai pasok.
Ia menekankan pentingnya kemampuan Indonesia untuk berdiri secara mandiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar negeri.“Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” tegas Prabowo.
Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah menargetkan koperasi tersebut dapat beroperasi dengan baik pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat.
Presiden turut menekankan pentingnya menjaga kemandirian hakim yang harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas. Menurutnya, supremasi hukum dan keadilan harus dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa membedakan kekuatan maupun latar belakang.
“Supremasi hukum dan keadilan bukan hanya untuk orang kuat. Sekalipun rakyat kecil, kita pun tetap layak mendapatkannya,” ujarnya.
Mengakhiri pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergotong royong membangun Indonesia. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti pada proses pemilihan, tetapi harus diwujudkan melalui pelaksanaan konstitusi dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam berbagai capaian pembangunan. "Indonesia harus terus bergerak maju dengan keyakinan bahwa bangsa Indonesia tidak akan kalah sebelum berjuang," pungkasnya di akhir.