MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Tim Maris yang terdiri atas Wardah Naila Rahmatika dari Hukum Ekonomi Syariah, Dinda Meilya Putri dan Fahmi Ulum dari Manajemen, berhasil meraih Juara 3 dalam Sharia Research Paper Competition (SPC) – 12th SEVENTSEAS (Scientific Event of Sharia Economics Academicians) 2026. Ketiganya merupakan mahasiswa semester 7.
Babak final kompetisi berlangsung pada 12 September 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya, sedangkan awarding dan seminar dilaksanakan pada 13 September 2026 di lokasi yang sama. Kompetisi tersebut menjadi pengalaman lomba pertama bagi Wardah selama masa perkuliahan.
Keikutsertaan dalam kompetisi bermula dari keinginan tim untuk memanfaatkan waktu luang pada semester ini. Dengan tidak adanya perkuliahan dan belum menemukan judul skripsi, lomba menjadi salah satu cara untuk tetap produktif sekaligus mencari inspirasi penelitian untuk tugas akhir.
Persiapan dimulai sejak penyusunan full paper dengan mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah. Setelah pengumuman finalis, peserta mendapatkan transparansi penilaian. Paper Tim Maris memperoleh nilai tertinggi ketiga. Bahkan, secara perolehan nilai sebenarnya berada di posisi kedua, tetapi terdapat pengurangan satu poin karena penulisan abstrak menggunakan nomor Romawi.
Hasil tersebut membuat tim sedikit lega, meskipun persaingan menuju final masih cukup ketat. Selisih nilai antarpaper finalis hanya terpaut beberapa poin. Untuk mempersiapkan presentasi, tim kemudian berkonsultasi dengan Pak Ferry, dosen bidang ekonomi, setelah menyusun media presentasi berupa PowerPoint.
Dari konsultasi tersebut, tim memperoleh sejumlah masukan mengenai teknik presentasi. Mereka juga disarankan membuat poster ilmiah untuk diberikan kepada juri. Saran tersebut kemudian diterapkan dengan menggunakan PowerPoint sekaligus membagikan poster ilmiah kepada para juri.
Persiapan menuju presentasi final ternyata berlangsung cukup singkat. Poster ilmiah baru selesai dibuat pada H-1, begitu pula dengan skrip presentasi yang baru benar-benar difinalisasi pada waktu yang sama. Tim juga belum sempat melakukan latihan formal bersama secara langsung.
“Kita latihan 1,5 jam via Google Meet sama Bu Rizka, lalu setelah itu latihan masing-masing sebentar. Saat mau latihan, ternyata perpustakaannya sudah dimatikan lampunya sama Pak Satpam, jadi nggak sempat latihan bareng lagi karena kami memutuskan untuk pulang dan latihan sendiri-sendiri,” cerita Wardah.
Pada hari perlombaan, Tim Maris bahkan mendapatkan giliran pertama dalam sesi open presentation, yaitu presentasi yang dilakukan di hadapan finalis SPC lainnya. Situasi tersebut membuat rasa gugup semakin terasa, terlebih Wardah mengaku baru pertama kali mengikuti kompetisi dan harus berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan dalam persiapan, tim tetap mampu menyelesaikan presentasi dengan baik. Hasil akhirnya pun menjadi kejutan bagi Wardah.
“Saya pribadi lumayan pesimis dengan hasil presentasi, tapi Alhamdulillah bisa bawa pulang piala,” ungkap Dinda.
Perasaan kaget dan tidak menyangka menjadi hal yang dirasakan ketika Tim Maris diumumkan sebagai Juara 3. Capaian tersebut menjadi penutup yang membahagiakan dari rangkaian proses yang telah mereka lalui.
Bagi Wardah, kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah. Ia juga mendapatkan relasi baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah bisa ikut lomba pertama di perkuliahan ini dan berhasil menyelesaikan dengan hasil yang cukup memuaskan. Saya juga mendapatkan relasi baru di sana,” tutur Fahmi
Ke depan, Wardah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi dan kesempatan lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi selama proses kompetisi.
“Ke depannya akan berusaha lebih baik dan maksimal lagi untuk kompetisi dan kesempatan yang akan datang. Terima kasih juga kepada tim yang sudah meluangkan waktu dan kontribusi untuk partisipasi di lomba ini,” pungkas Wardah