MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital menjadi perhatian dalam Sosialisasi Program PRIMA Magang PTKI yang diselenggarakan Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara daring pada Selasa, 21 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ria Aprilia Ariestianie, M.Psi., Psikolog , dari Tim Operasional PRIMA PTKI mengingatkan pentingnya kesiapan kompetensi nonteknis bagi mahasiswa.
Menurut Ria, perkembangan teknologi telah mengubah pola kerja di berbagai sektor sehingga banyak pekerjaan mengalami digitalisasi. Kondisi tersebut membuat lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja yang kini diisi oleh tiga generasi sekaligus, yaitu Generasi X, Milenial, dan Generasi Z. Selain menguasai teknologi, mahasiswa juga dituntut mampu menyesuaikan diri dengan budaya kerja yang semakin fleksibel serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu yang menginginkan lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sepuluh kompetensi penting yang perlu dipersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan 4C ( berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi ), kecerdasan kontekstual , fleksibilitas kognitif , kecerdasan sosial dan emosional , kemampuan kepemimpinan, pola pikir wirausaha , pemecahan masalah , kemampuan negosiasi dan persuasi, berpikir lateral , serta etos kerja dan integritas.
Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh mengenai Program PRIMA Magang PTKI, tetapi juga mendapat gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan. Diperkirakan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat memanfaatkan kesempatan magang sebagai sarana mengembangkan keterampilan profesional sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.