Skip ke Konten

UIN Malang Miliki Tiga Jurnal Terindeks Scopus, Perkuat Reputasi Akademik PTKIN di Tingkat Global

UIN Malang Miliki Tiga Jurnal Terindeks Scopus, Perkuat Reputasi Akademik PTKIN di Tingkat Global
23 Juli 2026 oleh
UIN Malang Miliki Tiga Jurnal Terindeks Scopus, Perkuat Reputasi Akademik PTKIN di Tingkat Global
Faiqotul himmah
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Prestasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam pengelolaan jurnal ilmiah kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil pengolahan data Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung per Juni 2026, tercatat sebanyak 56 jurnal PTKIN telah terindeks Scopus yang berasal dari 31 PTKIN. Dari jumlah tersebut, 50 jurnal telah masuk dalam basis data SCImago Journal Rank (SJR), dengan 39 jurnal atau 78 persen berada pada kuartil tertinggi (Q1), Rabu 22 Juli 2026.

Dalam capaian tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu PTKIN dengan jumlah jurnal terindeks Scopus terbanyak di Indonesia. Tercatat, UIN Malang memiliki tiga jurnal yang telah terindeks Scopus, menempatkannya di jajaran kampus PTKIN dengan reputasi publikasi ilmiah yang semakin kuat di tingkat internasional.

Berdasarkan pemeringkatan yang dirilis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi pertama dengan delapan jurnal terindeks Scopus, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan lima jurnal. Selanjutnya, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masing-masing memiliki empat jurnal. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada pada posisi berikutnya dengan tiga jurnal terindeks Scopus.

Sementara itu, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang masing-masing memiliki dua jurnal terindeks Scopus.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amin Suyitno, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil transformasi pendidikan tinggi Islam yang terus didorong Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penguatan riset dan publikasi internasional menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan PTKIN sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi PTKIN berjalan pada jalur yang tepat. Kita ingin perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pusat produksi ilmu pengetahuan yang diakui dunia. Oleh karena itu, budaya riset, inovasi, dan publikasi bereputasi internasional harus terus diperkuat di seluruh PTKIN,” ujar Prof. Suyitno. 

Ia juga mengajak seluruh pimpinan PTKIN untuk menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak jurnal PTKIN yang masuk Scopus, meningkat ke peringkat kuartil terbaik, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Dengan demikian, kontribusi keilmuan Islam Indonesia akan semakin nyata dalam percaturan ilmu pengetahuan global,” pungkasnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah jurnal bereputasi internasional merupakan indikator penting bahwa budaya akademik dan riset di lingkungan PTKIN terus berkembang secara signifikan.

“Prestasi ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi mencerminkan semakin kuatnya budaya mutu, integritas akademik, dan tata kelola jurnal ilmiah di PTKIN. Keberhasilan jurnal-jurnal PTKIN menembus indeks Scopus dan mendominasi kategori Q1 menunjukkan bahwa karya ilmiah sivitas akademika PTKIN semakin dipercaya dan diperhitungkan oleh komunitas akademik dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Direktorat PTKI akan terus memperkuat ekosistem riset melalui peningkatan kapasitas pengelola jurnal, penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas artikel ilmiah, serta pendampingan berkelanjutan bagi jurnal-jurnal yang sedang menuju indeksasi global.

“Publikasi ilmiah yang berkualitas harus menjadi bagian dari budaya akademik di seluruh PTKIN. Kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga menghasilkan pengetahuan baru yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peradaban, dan penyelesaian persoalan masyarakat,” tegasnya.


Capaian ini semakin menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam melalui pengembangan ekosistem riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta tata kelola jurnal yang profesional. Dengan semakin banyaknya jurnal PTKIN yang diakui di tingkat internasional, diharapkan kontribusi akademik Indonesia terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dunia akan terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi PTKIN sebagai pusat keunggulan keilmuan Islam yang unggul, inklusif, dan bereputasi global.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Faiq
Fotografer: Istimewa
UIN Malang Miliki Tiga Jurnal Terindeks Scopus, Perkuat Reputasi Akademik PTKIN di Tingkat Global
Faiqotul himmah 23 Juli 2026
Share post ini
Label
Arsip