Skip to Content

Mahasiswa PAI UIN Malang Sabet Medali Emas MHQ 30 Juz pada PORSI Jawara II 2026

September 13, 2026 by
Mahasiswa PAI UIN Malang Sabet Medali Emas MHQ 30 Juz pada PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Membawa hafalan Al-Qur’an ke atas panggung perlombaan bukan sekadar perkara mampu mengingat ayat demi ayat. Di balik penampilan seorang peserta, ada proses panjang menjaga hafalan, melawan rasa gugup, dan meyakini bahwa setiap usaha memiliki jalan yang telah ditentukan Allah SWT. Hal itulah yang dijalani Muh. Farhan Athallah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 7, hingga berhasil mempersembahkan medali emas bagi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada cabang Musabaqah Hifzhil Qur’an 30 Juz di PORSI Jawara II 2026.

Ajang yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 9–13 September 2026 tersebut diikuti oleh 28 peserta, terdiri atas 14 peserta putra dan 14 peserta putri. Farhan menjadi salah satu peserta yang mewakili UIN Malang dalam persaingan tersebut.

Persiapannya tidak dilakukan dalam waktu singkat. Farhan mempersiapkan diri sekitar dua bulan, sejak memperoleh informasi mengenai seleksi perwakilan UIN Malang untuk PORSI Jawara II. Selama masa tersebut, ia memperbanyak murajaah sekaligus berlatih menjawab soal-soal MHQ bersama teman sebaya.

Latihan itu menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan hafalan. Sebab, dalam MHQ, kemampuan menghafal tidak cukup hanya dengan mengingat ayat. Peserta juga dituntut mampu merespons pertanyaan dengan tepat di bawah tekanan pertandingan.

Rasa gugup pun tetap hadir ketika Farhan memasuki arena. Pada babak penyisihan, ia mendapat nomor urut tampil ketujuh, sedangkan pada babak final tampil sebagai peserta nomor urut delapan. Bahkan sehari sebelum perlombaan, rasa khawatir sempat terus menghantuinya.

Namun, Farhan memilih tidak larut dalam kecemasan. Ia berusaha menyadari dan meyakini bahwa setiap langkah kehidupan berada dalam kehendak Allah SWT. Ia juga memperbanyak zikir, seperti istighfar dan shalawat, serta meminta doa dan restu dari kedua orang tua dan orang-orang terdekat.

Tidak hanya itu, Farhan turut mendoakan guru-guru yang telah mengajarinya Al-Qur’an. Baginya, doa dan ikhtiar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan menjaga amanah hafalan.

Menariknya, Farhan mengaku sejak awal tidak menargetkan secara khusus untuk membawa pulang medali emas. Ia justru lebih berfokus pada bagaimana dirinya dapat tampil tenang dan berkonsentrasi ketika berada di hadapan dewan juri.

Karena itu, ketika hasil akhir menempatkannya sebagai peraih medali emas, rasa senang bercampur haru pun tidak dapat disembunyikan. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena ia dapat membawa nama baik UIN Malang melalui cabang MHQ 30 Juz.

“Senang dan haru bisa membawa nama baik UIN Malang semakin harum dengan memberikan medali emas di cabang MHQ 30 Juz ini,” ungkap Farhan.

Dari perjalanan tersebut, Farhan memiliki pandangan tersendiri mengenai bagaimana menjaga hafalan. Menurutnya, tidak ada satu metode murajaah yang paling sempurna untuk semua orang. Setiap penghafal perlu menemukan pola yang sesuai dengan dirinya masing-masing.

“Tidak ada cara murajaah yang paling baik, melainkan dengan bertahan dan bersahabat dengan kesulitan dan tantangan dalam masa atau fase murajaah,” tuturnya.

Baginya, justru melalui proses bertahan menghadapi kesulitan itulah seseorang perlahan dapat menemukan cara murajaah yang efektif. Proses tersebut membutuhkan kesabaran dan konsistensi, bukan sekadar mengejar banyaknya hafalan yang dibaca dalam satu waktu.

Farhan pun menitipkan pesan kepada mahasiswa yang ingin ikut mensyiarkan Al-Qur’an. Ia mengingatkan agar tidak mudah bosan ataupun berputus asa dalam memperjuangkan sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Ia berharap setiap bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan dapat diniatkan sebagai bentuk tawassul dengan amal saleh, sehingga kebaikan dari bacaan tersebut tidak berhenti pada lisan, tetapi turut menuntun seseorang dalam menjalani kehidupan.

Medali emas yang diraih Farhan akhirnya bukan hanya menjadi tambahan prestasi bagi kontingen UIN Malang di PORSI Jawara II 2026. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa di balik sebuah kemenangan terdapat proses panjang untuk bertahan, menjaga hafalan, melibatkan doa, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.


Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Mahasiswa PAI UIN Malang Sabet Medali Emas MHQ 30 Juz pada PORSI Jawara II 2026
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah September 13, 2026
Share this post
Tags
Archive