Skip ke Konten

Dibalik Filosofi Pohon Ilmu UIN Malang: Warisan Pemikiran Integrasi Agama dan Sains

Dibalik Filosofi Pohon Ilmu UIN Malang: Warisan Pemikiran Integrasi Agama dan Sains
5 Juni 2026 oleh
Dibalik Filosofi Pohon Ilmu UIN Malang: Warisan Pemikiran Integrasi Agama dan Sains
Faiqotul himmah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tetap mempertahankan identitas akademiknya melalui filosofi Pohon Ilmu. Bagi banyak civitas akademika, simbol ini bukan sekadar logo atau ornamen kampus, melainkan representasi dari visi besar integrasi antara agama dan sains yang menjadi karakter khas UIN Malang. Jum'at 5 Juni 2026.

Konsep tersebut dijelaskan oleh mantan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo. Menurutnya, Pohon Ilmu lahir sebagai jawaban atas tantangan ketika kampus ini bertransformasi dari institut menjadi universitas pada tahun 2002. Saat itu, muncul berbagai pertanyaan mengenai posisi kajian Islam di tengah hadirnya program studi umum seperti ekonomi, psikologi, kedokteran, teknologi, dan berbagai bidang ilmu lainnya.

“Banyak yang bertanya, kalau menjadi universitas nanti di mana letak agama? Dari situlah konsep Pohon Ilmu dibuat untuk menjelaskan bahwa agama dan sains harus berjalan bersama,” ungkap Prof. Imam.

Dalam filosofi tersebut, akar pohon menjadi simbol fondasi keilmuan yang harus dimiliki setiap mahasiswa. Akar itu meliputi penguasaan bahasa Arab, bahasa Inggris, filsafat, serta wawasan kebangsaan. Menurut Prof. Imam, kemampuan dasar tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami dan mengembangkan berbagai disiplin ilmu secara lebih luas.

Di atas akar yang kokoh, berdiri batang pohon yang melambangkan agama sebagai pusat dan sumber nilai dalam seluruh proses pendidikan. Agama tidak ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Prof. Imam menegaskan bahwa mahasiswa UIN Malang tidak cukup hanya memiliki identitas sebagai seorang muslim, tetapi juga dituntut memahami ajaran agama secara mendalam sehingga mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan dan pengembangan keilmuan.

Cabang dan ranting pohon menggambarkan beragam disiplin ilmu modern yang berkembang di lingkungan universitas, mulai dari ekonomi, psikologi, pendidikan, teknologi, kedokteran, hingga ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Seluruh cabang ilmu tersebut tumbuh dari batang yang sama, yaitu nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pengembangan keilmuan di UIN Malang.

“Mahasiswa UIN harus memahami agamanya dengan baik, sekaligus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Sementara itu, buah pohon dimaknai sebagai hasil akhir dari proses pendidikan. Buah tersebut adalah lahirnya insan Ulul Albab, sosok yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah.

Bagi Prof. Imam, konsep Ulul Albab merupakan tujuan utama pendidikan di UIN Malang. Lulusan kampus tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian sosial, integritas moral, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Lulusan kampus ini harus memiliki pikiran cerdas, hati yang lembut, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Lebih dari dua dekade sejak pertama kali diperkenalkan, filosofi Pohon Ilmu terus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Konsep ini menjadi penegas bahwa ilmu agama dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang dipertentangkan, melainkan saling melengkapi untuk membentuk generasi unggul yang berkarakter.

Melalui pemahaman yang utuh terhadap filosofi Pohon Ilmu, UIN Malang berharap seluruh civitas akademika dapat terus menjaga semangat integrasi ilmu dan agama sebagai identitas sekaligus keunggulan kampus dalam menjawab tantangan zaman.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Faiq
Fotografer: Faiq
Dibalik Filosofi Pohon Ilmu UIN Malang: Warisan Pemikiran Integrasi Agama dan Sains
Faiqotul himmah 5 Juni 2026
Share post ini
Label
Arsip