Skip ke Konten

Tak Menyangka Jadi Perwakilan Wisudawan, Zalva Buktikan Konsistensi Berbuah Prestasi

19 Juni 2026 oleh
Tak Menyangka Jadi Perwakilan Wisudawan, Zalva Buktikan Konsistensi Berbuah Prestasi
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah

MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY- Suasana Yudisium ke-58 Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen yang tak terlupakan bagi Zalvaul Mufidah. Mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir ini tidak hanya menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi akademik dan tahfidz, tetapi juga dipercaya menjadi perwakilan wisudawan untuk menyampaikan sambutan di hadapan pimpinan fakultas, dosen, dan peserta yudisium.

Di balik pencapaian tersebut, Zalva mengaku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan kepercayaan sebesar itu. Ia bahkan baru mengetahui dirinya ditunjuk sebagai perwakilan wisudawan setelah dihubungi salah satu dosen.

“Alhamdulillah, jujur saya tidak menyangka. Tiba-tiba mendapat kabar untuk menyampaikan sambutan. Tentunya saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para dosen yang telah membimbing selama ini,” ujarnya.

Menjadi perwakilan wisudawan ternyata bukan hal yang mudah baginya. Rasa gugup sempat menyelimuti ketika harus berbicara di hadapan jajaran pimpinan fakultas. Namun di balik rasa takut tersebut, tersimpan kebanggaan karena memperoleh pengalaman baru yang berharga.

Selama menjalani perkuliahan, Zalva harus membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan menjaga hafalan Al-Qur'an. Ia mengakui hal tersebut bukan perkara mudah. Saat libur kuliah, waktunya banyak tersita untuk kegiatan organisasi. Ketika perkuliahan aktif, fokusnya beralih pada tugas-tugas akademik dan setoran hafalan.

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik dan hafalan Al-Qur'an, terutama ketika tugas kuliah sedang menumpuk. Selain itu, rasa malas juga menjadi tantangan yang harus terus dilawan.

Meski tidak memiliki metode khusus, Zalva berusaha disiplin terhadap target yang telah ditetapkan. Tugas kuliah selalu diupayakan selesai sebelum tenggat waktu, sementara hafalan Al-Qur'an rutin diulang pada malam hari sebelum tidur dan setelah salat Subuh.

Baginya, semester enam dan masa penyusunan skripsi menjadi fase paling berkesan sekaligus paling menguji kesabaran. Berbagai tantangan yang muncul selama proses tersebut memberikan banyak pelajaran tentang keikhlasan dan ketekunan.

Dalam sambutannya pada yudisium, Zalva mengajak seluruh lulusan untuk terus melangkah dan tidak menyerah menghadapi masa depan.

“Jangan pernah menyerah dan jangan pernah berhenti berjuang. Kita tidak tahu hal luar biasa apa yang sedang menanti di depan. Selama kaki kita masih bisa berdiri, teruslah melangkah,” pesannya.

Ke depan, Zalva berkeinginan melanjutkan studi ke jenjang magister apabila diberikan kesempatan. Ia juga menitipkan motivasi bagi mahasiswa Fakultas Syariah, khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, yang masih berjuang menyelesaikan studi.

“Untuk teman-teman yang masih berproses, tetap semangat dan jangan berhenti di tengah jalan. Masih ada harapan di depan sana. Hidup adalah perjalanan, dan seberat apa pun jalannya, tetaplah melangkah menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

di dalam Berita

Editor: Humas
Reporter: Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah
Fotografer: Istimewa
Tak Menyangka Jadi Perwakilan Wisudawan, Zalva Buktikan Konsistensi Berbuah Prestasi
Mawa Noviana Nadiyatus Sholichah 19 Juni 2026
Share post ini
Label
Arsip