MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Sebanyak 36 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti gerakan penanaman pohon serentak di Kampus 3, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama.
Aksi tanam pohon tersebut bukan sekadar simbolik. Ia merupakan tindak lanjut instruksi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI melalui Kepala Sumber Daya Manusia, Muhammad Zain, yang menekankan pentingnya kontribusi nyata CPNS terhadap lingkungan sejak sebelum resmi dilantik.
Instruksi tersebut merujuk pada sejumlah regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN hingga aturan teknis pengadaan PNS. Dalam arahannya, seluruh CPNS diwajibkan menanam minimal satu bibit pohon di lingkungan kerja, satuan pendidikan keagamaan, atau rumah ibadat, sekaligus mendokumentasikan prosesnya.
Tak berhenti di situ, para CPNS juga diminta mengunggah video kegiatan penanaman ke media sosial seperti Instagram dan TikTok dengan tagar khusus sebagai bentuk transparansi dan kampanye publik. Batas akhir pengunggahan ditetapkan pada 7 Mei 2026.
Ketua Tim OKH UIN Malang, Umihanik, menjelaskan bahwa pelaksanaan di tingkat kampus difokuskan di Kampus 3 sesuai arahan pimpinan. Jenis tanaman pun telah ditentukan, yaitu tanaman produktif seperti lengkeng, duku, manggis, dan langsep.
“Bibit tanaman disiapkan secara mandiri oleh masing-masing CPNS, karena mereka juga harus melaporkan proses penanaman dalam bentuk video ke pusat,” jelasnya.
Gerakan ini memberi pesan jelas bahwa menjadi ASN bukan hanya soal administrasi dan pelayanan publik, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di tangan para CPNS ini, langkah kecil menanam pohon bisa menjadi awal kontribusi besar bagi keberlanjutan.